Selasa, 13 Februari 2018

ACNE STORY : My Skin Care Routines & How I Defeat My Acne after Doctor/Clinic Treatment (January 2018)

Ini bakalan jadi post yang panjang...


Ini fotoku di bulan Mei 2016, Pakai Make-up foundie dan dekorasi natural. Ada bruntusan dikit di dahi but it's totally okay. Wajah mulusss.



Dan ini fotoku di tahun 2016 – 2017
Jerawat after skincare gak cocok, depresi & bad lifestyle

So much merah-merah dan jerawat, saat pakai krim dokter

Lalu, ini fotoku di tahun 2018, baru saja.
Jerawat nanah no more, tinggal bruntusan & bekas.

Before | After

Satu setengah tahun berjuang untuk memiliki kulit bebas jerawat dan mendapatkan hasil seperti ini, rasanya puas banget. Walaupun perjuangan belum berakhir, karena masih ada bruntusan, jerawat dan bekas jerawat, aku cukup bangga dengan diriku (dan teman-teman yang membantuku) karena berhasil membersihkan wajah ini lebih baik dari dokter kulit yang pernah kudatangi! Yay! Percayalah, lepas dari jerawat nanah yang membekas itu sulit sekali.

Jadi aku ingin share sedikit tentang bagaimana caraku membersihkan wajah dari jerawat parah sehabis dari klinik/dokter, mungkin bermanfaat bagi teman-teman yang sedang galau soal jerawat.

Awal mula petaka : Nggak cocok pakai Acne Night Cream ini. Kenapa ada 2? Karena ada temen yang nggak cocok juga, lalu ngumpulin buat disimpen dan sebagai pengingat. Haha.

Sebelumnya aku cerita sedikit soal kondisiku. Berawal dari ngikutin saran dokter klinik kecantikan untuk upgrade ke produk yang lebih mahal, mukaku beruntusan parah. Ternyata yang lebih mahal belum tentu bagus. Habis itu, muka tambah parah saat berobat ke dokter kulit SPKK. Ternyata lagi, dokter kulitpun nggak melulu tahu apa yang terbaik bagi kulit kita. Jerawatku tipe jerawat nanah dan radang. Dan kulit wajahku adalah kulit wajah yang sensitive, kecubit dikit, merah dan bengkak. So, nggak heran kalau bentuknya kayak foto di atas. Dan rasanya sakit + gatal banget, sangat menyiksa. Sudah mencoba semua produk, tapi nggak ada yang berhasil. Setelah riset, ternyata pemicu jerawatku bukan hanya dari salah pakai produk. Tapi dari LIFESTYLE-ku yang benar-benar nggak sehat, mulai dari sering makan makanan manis, makan DAIRY product hingga saat itu sempat overdosis kafein.


Nah, apa aja sih yang aku lakukan sehingga wajahku terlihat lebih bersih dari sekarang?


Yap, gabungan dari ketiga kebiasaan itulah yang berhasil membuat wajahku membaik dari jerawat-jerawat itu. Nggak sesimpel pakai produk apa atau perawatan di mana. Ternyata masalah jerawatku lebih kompleks dan lebih membutuhkan perawatan ekstra. So, mari mulai kita bahas satu persatu poin-poin cara menyembuhkan jerawat ini!

SKIN CARE ROUTINE KULIT BERJERAWAT (SETELAH DARI DOKTER)




Aku belum full pakai 10 step Korean skin care karena belum nemu aja produk yang cocok, masih cari-cari untuk peeling & serum. Jadi sambil jalan, aku pakai beberapa step yang essensial untuk perawatan wajah. Dari beberapa step itu, MASKER punya pengaruh yang signifikan, karena mukaku nggak akan se-clear itu kalau nggak maskeran.

So, hayuk bahas satu per satu produknya!


PS : Ini yg updated version, Wonder Pore Foamnya habis hihi


Cleansing : Cetaphil Gentle Skin Cleanser





Kayaknya banyak ya yang setuju kalau produk ini termasuk Holy Grail sejuta umat? Ketika lepas dari krim dokter, untuk membersihkan wajah aku pakai Cetaphil ini karena punya formula yang sangat-sangat-sangaaaatttt ringan! Bahkan saat pakai, nggak ada busa sama sekali. To be honest, awal-awal pakai Cetaphil ini aku nggak merasakan perubahan yang signifikan. Kulitnya ya sebatas bersih aja, tapi jerawatnya nggak berkurang. Jadi fungsi Cetaphil ini memang benar-benar untuk membersihkan wajah tanpa bikin kering. Cetaphil sering banget kupakai untuk pagi hari, atau siang hari kalau kulitku kotor/berminyak. Sengaja beli yang langsung gede, ukuran 500ml biar awet hihi. Aku juga suka bawa Cetaphil ini kemana-mana dalam botol kecil, karena bisa dipakai tanpa bilas pakai air. So ini produk yang traveling friendly banget, gak ada alesan nggak cuci muka karena nggak ada air, hihi.

Cleansing : Wonder Pore Facial Foam Cleanser

Lho, kan sudah pakai cetaphil? Kok masih pakai wonder pore lagi? Karena cetaphil itu fungsinya cuma membersihkan, aku kurang puas dengan hasilnya. So, aku tambah pakai wonder pore facial foam cleanser ini dan aku pakenya ketika malam hari. Karena kan ini deep cleansing, jadi kotoran debu polusi yang ada di muka, bisa keangkat oleh wonder pore. Selain itu, aku pakai wonder pore ini karena aku curiga, di kulitku ini banyak demodexnya :o

Reaksinya di kulit enak banget! Dia halus, sedikit ada scrubnya da nada sensasi dingin dari mint. Kontranya adalah kalau pakai ini, bekas jerawat yang berupa kulit mati bakal langsung keliatan kayak ngelupas-ngelupas, jadi jijik gitu lho. Tapi aku tetap pakai karena rasanya bersih banget setelah pakai ini di kulit apalagi dia ada sensasi refreshingnya.

Tapi, karena wonder pore facial foam cleansernya habis, double cleansingnya aku ganti pakai biore cleansing oil. Jadi biore dulu baru cetaphil~

Toner : Wonder Pore Freshner 10in1





Nah, lanjut ngomongin demodex, jadi demodex itu kutu yang tinggal di wajah manusia tepatnya di pori-pori. Orang yang memiliki kulit acne prone ternyata punya lebih banyak demodex di kulitnya dibanding orang yang wajahnya mulus-mulus aja. Si demodex ini kecil, suka makan sisa skin care atau make up, ngerusak pori dan pup di kulit kita jadi bikin wajah gampang minyakan dan gatal tanpa sebab. Hiiy, geli ya! Salah satu alasan kenapa aku pakai wonder pore adalah aku curiga mungkin koloni demodex ini banyak banget di wajahku sampai-sampai apapun produk skincare yang kupakai nggak guna karena dimakan monster pori ini.

Toner ini kupakai setiap habis bersihin muka. Awal-awal emang nggak ngerasa pengaruh apa-apa. Kayak biasa aja gitu. Tapi setelah habis separo, aku mulai menyadari kalau minyak diwajahku nggak begitu banyak, gatal-gatal nggak jelas di wajah juga jauh berkurang. Sepertinya, demodex di kulit mulai berkurang dan jerawat juga nggak terlalu banyak nyamperin. TOP ABIS!


Moisturizer : Nature Republic Aloe Vera Soothing Gel


Setelah cleansing + toner berhasil, aku mulai nambah moisturizer. Karena trauma sama krim malamnya Larissa, aku nggak mau pakai moisturizer yang thick dan lengket begitu. Kebetulan, NR Aloe Vera lagi booming banget kan ya dan banyak banget beauty blogger yang nyaranin ini untuk mengurangi bruntusan. Ya sudah deh, aku coba pakai NR Aloe Vera sebagai moisturizer karena formulanya ringan. Dan, setelah pakai ini aku merasa kulitku lebih baik, kinclong dan beruntusan cukup berkurang. Aku pakai NR sebagai moisturizer di pagi dan malam hari setelah pakai toner tanpa perlu dibilas. Tapi aku pakainya tipis-tipis banget.

Acne Lotion : La Tulipe Acne Lotion


Nah karena masih ada jerawat-jerawat yang muncul, terutama kalau aku nggak bisa nahan diri makan makanan yang manis, minum susu atau memang lagi mau dapet, aku pakai La Tulipe Acne Lotion untuk membantu mengeringkan jerawat. Pakenya biasa, aku totol-totol aja di area berjerawat atau aku pake semuka tipis-tipis kalau emang jerawatnya banyak banget (awal-awal banget nih pakenya kayak gini).

MASKER : Innisfree Super Volcanic Clay Mask, DIY Green Tea Mask & Sheetmask

Dari skin care routine yang aku pakai, hal yang paling memberikan perubahan signifikan adalah MASKERAN TIAP MALAM. Like, tiap malam banget. Untuk ukuran orang yang mager kayak aku, ini suatu hal yang teramat sulit. Pengennya pulang kerja langsung blek tidur gitu ya. Tapi ini kudu bersih-bersih dulu, nyiapin masker, dan nunggu 30-45 menit maskernya kering, bilas dan baru deh bobok. Apalagi maskerannya DIY cinn! But demi kulit yang lebih bersih dan sehat, aku lakukan semua itu hahaha (sambil nonton serial-biar ada semangat buat maskeran).

So yeah, biasanya aku pakai bermacam-macam masker, tergantung saat itu kulit lagi gimana.

Aku pakai Innisfree Super Volcanic Clay Mask kalau ngerasa kulit wajah ini butuh deep cleansing, habis naik motor di belakang truk dengan asap item misalnya. Hasilnya, enak sih, kulit jadi halus, lebih cerah dan bruntusan juga berkurang. Untuk jerawat, nggak langsung kelihatan, kudu rajin banget pakai dan seminggu kemudian baru kelihatan. Masalahnya ini masker kan nggak bisa dipakai tiap hari kan yaa, jadi ya seminggu dua kali aja.

Yang bikin muka ini membaik, sejujurnya adalah DIY Green Honey Tea Mask! Saat itu aku pernah lagi curhat-curhatan skin care sama Tatitya, dia dulu acne prone tapi sekarang kulitnya bagus banget (masih ada harapan lah ya buatkuuu). Nah, dia bilang, mungkin saat ini kulitku lagi nggak bisa pakai produk-produk yang berbahan kimia karena saking sensitifnya. Maka, dia saranin aku untuk pakai skin care yang bisa dimakan juga, alias dari bahan-bahan natural. Patut dicoba!



Aku langsung beli Green Tea Kepala Djenggot yang banyak di minimarket itu, pakai buat nyeduh dan buka teabagnya untuk mengeluarkan greenteanya. Nah, daun bekas seduhan greentea ini aku campur dengan madu murni (ingat madu murni ya), dan aku pake buat maskeran, tiap hari! Ketika dipakai, rasanya gatal-gatal di wajah yang berjerawat, tapi aku tahan. Setelah 30 menit, bilas dan rasanya wajahku jadi enteng, cerah. Dua hari kemudian, jerawat dan bruntusan mulai mengering dan setelah dua minggu pakai, aku melihat bekas jerawat yang merah-merah mulai memudar. I never felt this happy about my face. Nggak sia-sia perjuangan malem-malem melek buat pakai masker! Cuma rada ribet, sekarang malah seringnya pakai air seduhan greenteanya, cemplungin Compressed Sheet Mask lalu tempelin udah. Walaupun lebih jauh efeknya, enakan dari daun ditempel ke muka. Masih cari-cari lagi gimana caranya biar simpel haha!



Masker ketiga adalah SHEETMASK. Untuk sheetmask, ini aku pakai kalau aku in a rush, kemaleman atau kondisi nggak memungkinkan untuk bikin DIY Green Tea Honey/Sheetmask seduhan. Sheetmasknya pun nggak yang mahal, aku pakai dari foodAholic dan Rorec. Tapi hasilnya menurutku udah cukup bagus. Aku suka sensasi kenyal, lembab dan cerah di pagi hari setelah malamnya pakai sheetmask.

DIET


Diet? Nggak makan dong? Bukaaan. Diet yang aku maksud adalah mengatur pola dan jenis makanan yang aku konsumsi sehari-hari. Karena kebiasaan makan manis dan makan produk dairy-ku ini menjadi salah satu kunci terbesar tumbuh suburnya jerawat. Jadi yang pertama aku lakukan adalah mengurangi semua makanan pemicu jerawat.

Hal ini juga nggak langsung ketemu formulanya lho! Karena aku trial & eror cukup lama sembari mendengarkan saran banyak orang. BANYAAAAAAAKKK BANGET! Jadi nih, ada yang saranin makan banyak sayur, bener kan ya makan sayur yang banyak membuat wajah jadi sehat dan mengurangi jerawat. Akhirnya aku pesen Catering Sehat yang isinya salad sayur dikasih mayonaise enaaaaakkk banget. Tiiiiaaaappp hari makan begituan tapi jerawat nggak sembuh-sembuh, malah subur dan makin subur. Dan aku baru menyadari kesalahan dietku ketika dikasih tahu istrinya Mas Bayu (doi infuencer fitness yang struggle dengan jerawat, cek di @bayuajiefit) kalau Mas Bayu berhasil bebas jerawat karena stop makan Dairy Product. Which is itu Susu, Keju, Mayonaise.

Then I know what I did wrong.
Bukan berarti salad sayurnya tidak bekerja dengan baik.
Tapi makan salad sayur PAKEK MAYONAISE, DAN ITU TIAP HARI.

Baiq. Okeh. Fain.

Aku benar-benar mengurangi minum susu sapi, makan keju, mayonnaise, dan mengurangi kadar gula yang aku konsumsi. Memperbanyak makan sayur dan buah. Awalnya berat lho, berat banget! Karena sedari kecil aku tidak dibiasakan makan sayur, tadinya enek dan mau muntah kalau makan sayur, doyan makan sayur gara-gara dikasih mayonaise dulu. Tapi demi kulit yang lebih sehat, aku paksain deh tuh makan sayur tanpa mayonaise walaupun enek. Gini amat Ya Allah....


LIFESTYLE


Semua skin routines diatas, tidak akan berlaku jika DIET dan LIFESTYLE masih berantakan. Seriously. Karena akar masalah jerawatku tidak hanya di wajah, tapi dari kebiasaan, dari dalam tubuh dan pikiran kita. Jadi, selama bertarung dengan acne, hal-hal yang aku lakukan adalah :

1. Selalu pakai masker saat mengendarai motor. Kalau pakai mobil sih lain cerita yaa. Tapi kalau kalian naik motor, coba bayangkan berapa banyak debu dan polusi yang akan hinggap di wajah kalian. Terlebih lagi kalau wajah kalian tipe wajah yang berminyak. Kotoran atau asap kendaraan lain akan menempel di wajah dan membuat pori-pori tersumbat akhirnya menimbulkan jerawat. Sehingga pemakaian masker wajah sangat dibutuhkan. Dan kalau pakai helm, usahakan kaca helmnya ditutup ya, untuk lebih melindungi wajah dari debu/asap kendaraan secara langsung.

2. Cuci HELM minimal sebulan sekali. Apalagi kalau sering kena air hujan. Helm yang basah dan lembab adalah sarang bakteri dan kuman, yang dapat memicu timbulnya jerawat. Sepele kan ya? Tapi ini ngaruh banget lho. Kalau aku telat cuci helm dan bau, biasanya jerawat akan muncul di area dahi, pelipis dan pipi yang dekat dengan rambut, di mana itu adalah garis luar helm yang bersentuhan dengan kulit. Mau pakai skincare model gimana, kalau helmnya kotor ya tetep aja jerawatan neng!

3. Tidur cukup. This help you so much! Kerasa banget kalau tidur kurang + stress, paginya pasti deh dapat banyak jerawat baru. Jadi, buang jauh-jauh deh itu ungkapan “Tidur hanya untuk orang yang lemah!” atau ketika bos kamu bilang “Kalian itu kerja ya yang total, jam 11 – 12 kalau ada diskusi atau klien, ya dijawab.” Maap-maap nih ya pak bos, kalau saya dapat tunjangan skincare karena kerja lembur sih gapapaaa… Tapi kalau enggak? Saya lebih sayang kesehatan tubuh dan kulit saya. Skin care mahal lho, apalagi yang organic.

4. Hand off the Face. Dilarang megang-megang muka! Duh ini kebiasaan yang sulit untuk dilakukan. Karena biasanya kalau aku udah dalam mode “mikir”, tangan ini langsung megang pipi, jidat dan dagu. Itulah yang bikin jerawat ini nggak kelar-kelar ye kann. Jadi, atas saran salah seorang teman, aku baca tissue kemana-mana, jadi kalau muka gatel, usep-usep pake tissue bersih.

5. Be a positive person, jauhi hal-hal negative yang bikin marah. Inhale & exhale. Ini sesuatu yang sepele tapi penting banget. Kalau stress, wajah akan memicu lebih banyak minyak dan minyak ini bercampur dengan kotoran, clogging pores dan akhirnya timbulah bencana jerawat yang tidak berkesudahan. Jadilah saya sering baca quote yang positif, mencoba menjalin hubungan dengan orang-orang yang berpikiran positif serta menghindari bergaul dengan orang-orang yang negative. Di bilang "sok baik" biarinnnnn, positif ajahh.. dimarahin mulu, dibilang ini itu, biariiinnnnnnnn, mereka yang ngomong juga nggak ngebayarin skincare routine kamu. Hihi



Credit to person who help me with this struggle of fighting acne

Fitri Andiani, sesama acne prone yang kasih rekomen produk, tips lifestyle banyak soal acne
Bayu Ajie, sesama acne prone yg menjalani hidup sehat dan punya tips fitness yang amazing.
Ladrina Bagan, yang ngajarin biar doyan makan sayur.
Tatitya, sesama acne prone yang sekarang kulitnya udah mulus, makasih dikasih greenclay.
Priscillia Panti, yang membimbingku untuk stay positive.
Zaga, yang sabar dengerin keluh kesah soal jerawat walaupun nggak ngerti ya sayang yaaa, sama kasih subsidi biaya skincare hihihi...



Tuh kan, nggak segampang itu nge-clear in wajah. Prosesnya panjang, butuh trial & eror. Nggak semua saran masuk, tapi tetep kudu dengerin saran-sarannya, pilah pilih yang sesuai.

Semoga kamu mendapatkan pencerahan tentang melawan jerawatmu ya! Feel free to comment & share about your struggle! Nemu produk bagus atau saran bagus? Komen juga ya!


7 komentar:

  1. wawawawaaaa ada namaku! hahaha. semangat bella! kalo udah sembuh, tetep rajin ngerawatnya ya. jerawatan itu momen intim sama kulit sendiri, kan. jadi paham banget apa yang dibutuhin :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuhuu, kan milord panutanque wqwq

      Makasi banyak buat sarannya meski ribet ya.. Bener katamu, kudu bisa mendengarkan kulit sendiri XD tetep dong, kudu rajin perawatan

      Hapus
  2. Sama kayak aku yg g cocok sama produk larissa yg ituh tuhh ��
    Semangat mba be!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya kan itu punya kamu ditinggal dirumahh wkwk...

      Hapus
  3. Hai siss..bole minta cp kyk no wa gitu ga ya. aku pengen tanya2 huhu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloo..boleh. Visit instagramku @bellazadithya terus pencet call aja :)

      Hapus
  4. Hai siss..bole minta cp kyk no wa gitu ga ya. aku pengen tanya2 huhu...

    BalasHapus

About

authorHi There! Thanks for visiting my blog. You can call me bella.
Learn More →



Newsletter