Sabtu, 16 September 2017

September 16, 2017

[REVIEW] Resto Omah Gentong Untuk Makan Keluarga Lintas Generasi

Perayaan pasti lekat dengan kata makan-makan. Ulang tahun, dirayakan dengan makan-makan. Anniversary? Makan-makan. Pokoknya kalau kumpul, enaknya makan-makan, apalagi kumpul keluarga besar. Pengalaman waktu kemarin merayakan ulang tahun perak pernikahan bapak dan ibu, aku heboh sendiri cari tempat makan yang sesuai. Karena nggak bisa dipungkiri, selera makan sekeluarga beda-beda. Sebagai anak milenials, aku, adekku dan suaminya pasti pengen makan-makanan yang rada fancy dan kekinian. Sedangkan bapak dan ibu, pengennya makan yang tradisional dan njawa banget. Alhasil waktu itu cuma makan di dekat rumah aja.

Nah habis ikutan gathering Komunitas Blogger Solo kemarin, aku jadi punya jagoan tempat makan yang cocok buat kondisi seperti di atas. Resto yang menyediakan menu tradisonal buat bapak-ibu dan menu kekinian buat anak-anaknya. Nama restonya adalah Omah Gentong!


Menu Baru Omah Gentong Solo

Sebenarnya aku sudah beberapa kali ke Omah Gentong, buat reunian atau sekedar makan keluarga. Tempatnya yang nyaman buat makan rame-rame jadi pilihan buat kumpul-kumpul. Namun, sudah lama nggak ke sana karena sekarang lagi seneng banget sama makanan non-tradisonal. Nah saat ngumpul bareng komunitas blogger Solo, aku happy banget nemu makanan favoritku saat ini, yang juga lagi booming di mana-mana. Yak, apa lagi kalau bukan FIRE CHICKEN WING with Cheese Sauce!

FIRE CHICKEN WING with Cheese Sauce
Fried Chicken ala Korea yang Booming di Solo

Fyi, Fire Chicken ini sebenarnya adalah fried chicken ala Korea Selatan, disebut dengan Yangnyeom Chikin. Bedanya dengan Fried Chicken biasa adalah Korean fried chicken tidak hanya crispy namun juga dibalut dengan lezatnya saus pedas-manis dan ditaburi wijen. Kalau aku sih, memang suka ayam bersaus seperti ini semenjak kenal Lotteria, tapi sayang hanya ada di Jakarta. Teksturnya yang crispy, kentalnya saus pedas manis serta wijen menambah cita rasa friend chicken ini.
Korean Fried Chicken ini jadi booming di Solo setelah masuknya Richeese (aku lebih berharap Lotteria) dan disusul resto-resto di Solo/Jogja yang mencoba membuat duplikasinya. Aku belum mendapatkan duplikasi yang mirip dengan si R kecuali di Jogja, namanya Si Jago. Bahkan resto ayam solo yang rame-rame banyak cabang itu jauh banget rasanya dibanding R/Si Jago. Jujur di Solo aku belum nemu Fire Chicken yang enak selain R, sampai akhirnya aku nyobain Fire Chicken Wing-nya Omah Gentong.
Sumpaaahh, ini Korean Fried Chicken enak beuuudd~

It's so delicious, dan serasa mendapatkan pengganti Si Jago di Solo. Rasa sausnya benar-benar pas, kekentalan sausnya juga nggak bikin enek. Kalau di resto lain, rasa sausnya kadang terlalu encer dan it's not tasty at all, serasa makan ayam dikasih saus air.
Fire Chicken Wings Omah Gentong, rasanya pas di lidah, kentalnya pas, dan amount of wijennya juga pas. Dan yang bikin aku tambah suka adalahhh... Cheese sauce-nya enak pake banget! Kalau boleh minjem istilah brand sebelah, it is truly finger licking GOOD! Buat kamu yang suka banget sama ayam bersaus kayak aku, Fire Chicken Wings ini recommended banget. Duh, bisa GoFood nggak ya? Kalau bisa enak banget nih.. bakal pesen hampir tiap hari. XD

Yummy! Paling enak makan pake tangan aja!


NILAI : 5/5

NASI BAKAR ANEKA RASA


Nah, selain si Fire Chicken 5/5 di atas, Omah Gentong juga punya menu baru, yang pasti disukai sama kalangan berumur (hehe). Apa lagi kalau bukan Nasi Bakar! Yahh, kalau ini mah aku juga doyan banget. Istimewanya, Nasi Bakar Omah Gentong punya 5 varian rasa yang bisa dipilih : Pete, Ayam, Jamur, Udang dan Babat. Kesemuanya bisa didapatkan dengan harga antara 8 - 9k aja!







Karena bukan fans pete dan babat, aku cuma nyicip sedikit, dan nggak begitu ngerti enaknya di mana hahaha. Udangnya juga nggak kusentuh karena alergi udang (elah susah amat ya princess). Tapi kalau Nasi Bakar Jamur dan Ayamnya itu endeeesssssss banget. Kalau kalian lihat di gambar, ada banyak banget bawang, cabe yang kelihatan. Bumbu dan rempahnya nggak tanggung-tanggung, bikin Nasi Bakar ini kaya rasa. Indonesia banget pokoknya!

So, menurutku resto Omah Gentong ini suitable banget buat makan-makan dan kumpul keluarga yang isinya lintas generasi. Buat yang milenials, bisa nyicip dan menikmasi Fire Chicken Wing with Cheeese Sauce-nya Omah Gentong yang kekinian itu. Kalau buat yang generasi X, bapak-ibu, bisa nyicip makanan tradisional seperti Nasi Bakar yang lebih pro di lidah.

Nilai : 4/5

Menu lain
Karena resto keluarga, Omah Gentong punya banyak menu pilihan mulai dari ayam, sayuran hingga steak. Lengkap banget kan! Rasa masakan yang lain juga nggak kalah endesnya. Nggak salah dong ya milih Omah Gentong jadi resto keluarga favorit.

Gurame Asam Manis
menu omah gentong
Menu Omah Gentong

menu omah gentong
Menu Omah Gentong

ooo

Berikut penilaian singkat soal Resto ini :
  • Lokasi : Walaupun agak jauh, tapi resto ini nyaman buat kumpul-kumpul banyak orang. Ada lesehan dan tempat duduk. Ada juga seat untuk dinner date berdua yang pastinya romantis abis.
  • Fasilitas :  Mushola, Free Wifi, Power Source (cop-copan), parkir luas.
  • Makanan : Variatif! Ada yang tradisional dan ada juga yang kekinian. Pas banget buat acara kumpul keluarga lintas generasi.
  • Harga : Rata-rata, nggak mahal-mahal banget. Dengan rasa makanannya yang enak-enak semua, ini worth banget.
Google Maps to Omah Gentong


Kesimpulannya, Resto ini cocok banget buat makan bareng keluarga lintas generasi, karena saking komplitnya menu, siapa aja pasti suka makan di sini. Kalau dari menu di atas, kamu tertarik nyoba menu yang mana?

Thanks sudah mampir ke review-ku!




Selasa, 12 September 2017

September 12, 2017

Cara Bikin Curriculum Vitae (CV) yang Menarik


Pengalaman kerja dan pernah interview pelamar kerja bikin beberapa teman sering tanya ke aku perihal pembuatan CV yang bagus. Misalnya suatu hari aku ditanya oleh salah satu teman, “Gimana sih caranya bikin CV Creative?” dan “Apakah kalau mau melamar kerja harus menggunakan CV Creative?” Buat yang nggak tahu apa itu Creative CV bisa lihat di gambar ini :

source : piktochart


Atau cek CV interaktif berikut ini
KLIK DISINI

Bagus ya? Kudu bikin yang seperti itukah? Engga juga sih..
Kembali lagi ke pertanyaan temanku tadi. Hmm, kalau buat aku sih, CV itu nggak harus seperti yang ada di atas (dengan desain yang wah keren abis). Tujuan dari membuat CV adalah memberikan informasi kepada perekrut mengenai keahlian yang kita miliki. So, menurutku CV itu nggak harus kreatif, namun CV harus A. MENARIK dan B. SESUAI. Lalu, gimana sih menarik dan sesuai itu?

A. MENARIK

Jika CV-mu tidak menarik, akan sulit untuk bersaing dengan CV-CV yang lain. Perlu diketahui, bahwa HRD mendapatkan banyak submission lowongan pekerjaan, maka kamu juga perlu mempertimbangkan bagaimana CV kamu memiliki 'stopping power' yang kuat sehingga dibaca oleh HRD dengan seksama. Menarik di sini tidak hanya tampilan visual yang keren, namun isi dari skill dan keahlianmu juga menarik. Jadi CV kamu tidak hanya terlihat indah secara visual tapi juga berbobot isinya dan perusahaan-pun akan memilih kamu.

BIAR MENARIK HARUS GIMANA?

Biar menarik, kamu perlu memasukkan unsur-unsur personal branding dalam CV-mu. Ya, niatnya kan kita ngejual diri biar dilirik perusahaan, perlulah untuk mengemas CV-nya biar menarik.

Sesuaikan skill dan sertifikatmu dengan job yang akan kamu lamar.
Jika kamu melamar sebagai graphic designer, mungkin kamu tidak perlu memasukkan skill sebagai forex trader atau sertifikat tapak suci. Menampilkan skill yang terlalu jauh malah akan mengaburkan skill kamu yang sebenarnya. Jadi bijaklah dalam memilih keahlian yang ingin kamu tampilkan.

Gunakan foto yang terlihat professional.
Jangan foto selfie dari atas, jangaaaaan. Atau foto rame-rame. Atau foto lagi pake daster. Ya bisalah ya menilai sendiri foto bagusnya yang mana. Nah untuk penggunaan foto ini, mungkin perlu melihat perusahaan yang kamu lamar ya. Kalau kamu melamar di Bank atau BUMN, yang pakailah foto formal seperti Pas Photo. Tapi kalau kamu melamar di perusahaan kreatif, kamu bisa menampilkan foto yang casual-profesional.

Rapikan dulu media sosial yang kamu punya.
Penting. Semua orang pernah khilaf lah ya, update status galau~ kebawa suasana, komen-komenan sama teman yang rada frontal. Tapi, jika kamu sedang dalam posisi melamar kerja, sebaiknya kamu cek-cek deh info publikmu. Kalau ada foto tak senonoh yang tertayang atau humor NSFW yang kamu share dan terlihat sama HRD, wah lumayan menurunkan citramu. So, bijaklah menampilkan apa yang ada di media sosialmu. Kalau memang media sosialnya dipake untuk have fun, akan lebih oke kalau tidak perlu dicantumkan ke CV.


Penggunaan e-mail yang tidak alay.
Once in your lifetime, please do have a “normal” e-mail address. Karena terkadang orang menganggap serius alamat e-mail yang dipakai untuk mengirimkan surat lamaran. Jadi, e-mail yang eksis di jaman Friendster itu bisa disingkirkan dulu, dan buat e-mail yang “normal”.

B. SESUAI

Sesuai di sini adalah informasinya pas dengan kebutuhan si penerima CV. Misal, kamu membuat CV untuk melamar sebuah pekerjaan di Bank sebagai Customer Service, lalu kamu mengirimkan CV dengan lampiran portofolio berupa hasil fotografi, tentunya kurang tepat. Alih-alih terlihat menarik, CV kamu jadi terlihat salah sasaran. Maka dari itu, sebelum membuat CV kamu perlu tahu CV tersebut dikirimkan untuk melamar pekerjaan apa dan di mana.

ooo

Nah kalau udah paham dua unsur basic itu, sekarang saatnya kamu menyusun CV kamu. Nggak perlu ribet-ribet, yang penting sudah mempresentasikan diri kamu. Tips ini akan aku tulis sebagai CV untuk membuat lamaran pekerjaan ya.

1. Personal Information : Siapkan data berupa informasi pribadi.
Ini adalah data basic, seperti nama, tanggal lahir, alamat tinggal, status pernikahan dan kalau perlu golongan darah. Hal-hal yang aku sebutkan tadi adalah informasi basic dan yang biasa aku tuliskan di CV. Jika dirasa ada yang kurang kamu bisa menambahkan.

2. Education : Kumpulkan data – data Pendidikan dan Kursus.
Data ini dapat berupa pendidikan formal yang pernah kamu tempuh. Universitas mana? SMA mana? SMK apa? Sebutkan jurusannya dan yang paling penting sebutkan nilai akhir yang kamu dapat (untuk IPK). Selain itu kamu bisa menambahkan sedikit deskripsi jurusan yang kamu ambil. Untuk pendidikan, kamu tidak perlu menyebutkan dari TK hingga perguruan tinggi kalau dirasa nggak perlu-perlu banget. Cukup sebutkan pendidikan yang menunjang dan mempertajam keahlian kamu.

3. Experience : Kumpulkan data – data pengalaman organisasi, pengalaman kerja atau project lainnya yang menunjang informasi di CV kamu.
Ini juga penting. Jika kamu belum pernah bekerja, sebutkan pengalaman organisasi beserta posisi kamu dalam struktur organisasinya. Kamu juga bisa menambahkan pengalaman kerja part time atau ketika menjadi volunteer suatu event. Kalau punya project yang pernah dibuat, misalkan pernah menggagas sebuah movement, juga bisa diceritakan di bagian ini.

4. Sertificate & Achievement : Kumpulkan data – data prestasi penunjang atau sertifikat.
Nah yang ini nih yang agak tricky. Terkadang banyak orang yang memasukkan semua informasi sertifikat termasuk yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang dia lamar. Aku dulu juga gitu. Tapi sebenernya, nggak perlu memasukkan semua sertifikat yang kalian ikuti guys. Cukup tampilkan sertifikat yang menunjang skill dan keahlian kamu serta sesuai dengan pekerjaan yang kamu lamar.

5. Skill : Definisikan keahlian yang kamu miliki dengan rating atau angka.
Bagian ini lumayan tricky dan kadang bikin galau. Di sini kamu dituntut untuk bisa memperlihatkan skill yang kamu miliki, tanpa terlihat terlalu mengada-ada ataupun terlihat lemah. Untuk hal yang satu ini, kamu bisa minta bantuan teman untuk menilai. Sama dengan bagian yang lain, cukup masukkan skill yang sekiranya relevan dengan pekerjaan yang akan kamu lamar.

6. Ceritakan hal singkat tentang dirimu.
Mengapa poin ini aku tulis di bagian akhir? In case kamu kesulitan untuk mendefinisikan siapa dirimu, maka pikirkan hal ini setelah kamu berhasil mendefinisikan poin 1 hingga 5. Karena biasanya kalau sudah menemukan poin 1 – 5 kamu akan bisa menceritakan tentang dirimu lebih nyaman. Tidak perlu bikin yang panjang, singkat saja namun mewakili siapa dirimu. Kamu boleh menceritakan sedikit latar belakang dan alasan kamu mendalami skill yang kamu sebutkan, atau tentang karaktermu.

7. Berikan kontak berupa email, nomor hp dan media sosial yang sesuai.
Yang terakhir, berikan kontak berupa email yang aktif. Saranku, gunakan alamat email yang terlihat professional ya, jangan nama yang aneh-aneh. Lalu untuk media sosial, masukkan media sosial yang relevan dan juga terlihat professional. Kalau banyak status galaunya, mending nggak usah ditampilkan karena HRD juga menilai kamu dari social media yang kamu miliki. Biasanya, social media yang dicantumkan adalah LinkedIn, facebook, twitter atau Instagram.

Setelah mendapatkan data itu semua, baru deh kamu bikin desainnya. Untuk membuat CV kamu bisa menggunakan software ini :
  • Microsoft Word : Ini yang paling gampang, apalagi sekarang di MS Word ada banyak tema untuk membuat CV yang terlihat professional. Kamu tinggal download dan isi informasi sesuai dengan yang kamu buat diatas.
  • Adobe Photoshop : Kalau kamu mencari template CV di internet, kamu bisa mendownload versi .psd dan mengeditnya dengan Adobe Photoshop.
  • CorelDraw/Illustrator : Jago desain? Tak ada salahnya desain sendiri menggunakan CorelDraw, atau Adobe Illustrator.
  • Freepik + Illustrator : Kalau punya skill desain yang terbatas, kamu bisa ke freepik untuk mendapatkan layout CV yang keren, tinggal diedit menggunakan Illustrator.
  • CANVA : Website ini handful banget buat bikin CV. Kamu tinggal pilih templatenya lalu isi info sesuai dengan datamu. Untuk mendesain menggunakan Canva, kamu harus online karena ini web-based. Thanks Erny udah menyarankan website ini! :)
Lalu, bagaimana dengan tampilan CV-ku? Well, sebagai gambaran, CV-ku hanya satu halaman, tapi agak heboh ya hehehe. Karena aku ingin menginformasikan sedemikian rupa skill yang aku punya. CV ini juga bukan aku yang desain, tapi aku menggunakan jasa designer untuk membuatkan. Aku tinggal menyiapkan data-data yang ada di atas dalam format Microsoft Word, lalu designer inilah yang akan mempercantiknya. Boleh? Ya, sah-sah aja yang penting bayar, hehe.

CV buatan @CVmaksimal

Jika kamu merasa nggak jago-jago banget desain, tapi pengen desain cv heboh keren kayak punyaku, kamu bisa pakai jasa yang aku pakai, cek instagram @cvmaksimal. Designernya masih muda, calon bupati Purbalingga dan ramah banget. Dia juga jago banget desain. Harganya? Murah dengan desain sebagus dan sekeren itu!


Kalau ingin cari inspirasi CV yang bagus, kamu bisa buka www.CVparade.com.
Oke, segitu dulu share dari aku tentang cara membuat CV yang menarik. Semoga bermanfaat untuk kamu ya.

Senin, 11 September 2017

September 11, 2017

Yang dibutuhkan untuk jadi mahasiswa komunikasi advertising biar lulusnya keren


Memutuskan untuk menuliskan hal ini, karena banyak yang tanya ke aku perihal gimana caranya "jadi mahasiswa advertising yang sukses".


Disclaimer : Sebelumnya, aku tidak bermaksud menggurui dan ini bukan satu-satunya cara sukses. Aku sendiri tidak mau mendefinisikan bagaimana itu sukses, karena ukuran sukses masing-masing orang berbeda. Aku hanya mencoba menuliskan hal-hal baik yang sudah pernah aku alami dan mungkin akan berguna bagi kalian kelak.

Okay.
Buat kalian yang pada akhirnya memilih dan diterima di jurusan komunikasi advertising, SELAMAT! Kalian sudah melangkah menuju dunia dan industri kreatif (sebutannya sih begitu). Aku juga mengucapkan terima kasih buat pembaca post-ku "Kenapa memilih jurusan komunikasi advertising". Aku nggak tahu tulisan tersebut bakalan jadi seviral itu.

So, sudah jadi mahasiswa, lalu gimana? I know, you guys must be so passionate about being college student. Mahasiswa itu status spesial, punya kuasa yang lebih dibanding jadi anak SMA biasa. But great powers comes with great responsibility too. Itu quote-quote klasik ala superhero ya? Tapi bener lho! Kalau kamu nggak mencoba untuk bertanggung jawab akan hidupmu, kamu bisa tersesat dan tak tahu arah jalan pulang, lalu jadi butiran debu. (So ooooldd, i know).

Jadi gimana caranyaaaaa?

First, manage your time, for you have unlimited time.

Sebagai mahasiswa, kamu memiliki waktu yang lebih longgar dibanding jadi pelajar atau pekerja. Seriously. Apalagi jadi mahasiswa KKN (ayo yang pernah KKN ngaku aja itu waktu yang paling enak dalam hidupmu). Saat sekolah dulu, kamu dituntut untuk memenuhi jadwal sekolah, les atau punya jam main yang terbatas. Sedangkan saat jadi mahasiswa, jam kuliah lebih sedikit, sabtu libur, kuliah kadang mulainya siang, dosen nggak masuk jadi kosong, dan lain sebagainya. Kamu punya banyak free time, yang it's all up to you mau dipake apa. Beberapa memilih ikutan UKM, beberapa milih jadi kerja part time atau bikin project. Beberapa milih untuk menghabiskan waktu dengan hobi atau dengan pacar. It's all up to you.
But...
As an advertising student, aku sarankan untuk mencoba manage free time kamu untuk hal-hal yang bermanfaat. Misal :
- Nonton iklan,
- Baca buku soal branding, marketing atau majalah marketeers,
- Menulis dan bangun personal branding,
- Ikut seminar,
- Magang.
Nggak harus melulu serius, kamu juga perlu jalan-jalan biar otak kananmu nggak stuck. Yang penting, jangan berlebihan.

KEPO, tapi kepolah hal yang bermanfaat

Kata kepo akhir-akhir ini memiliki konotasi yang negatif. Mungkin karena kata kepo digunakan untuk stalk mantan. mungkin. Aku sendiri pernah dibilang sama orang "You orangnya kepo banget ya bel ya?" dan aku mengiyakan. It's the truth. Aku orangnya kepo banget, selalu menanyakan apa-kenapa-bagaimana tentang suatu hal. Annoying? Yes.
Tapi, aku menyadari kalau sifat kepoku ini memberiku advantage. Banyak banget yang tanya ke aku soal sesuatu, dan aku bisa dengan mudah menjelaskan alasan, kasih tips dan lain sebagainya. Itu hasil dari kekepoanku. Dan aku sering menemukan, orang yang suka kepo (bermanfaat), wawasannya luas. Cek list My Favorite Blogger di samping, terutama Erny. Mereka adalah orang-orang kepo yang aku kenal.
So, buat mahasiswa gimana?
Kepolah, tapi kepo hal yang bermanfaat. Karena kalian ada di industri iklan, kepolah :
- Trend yang sedang berlangsung saat ini. Trend lho ya bukan gosip lambe turah.
- Siapa orang sukses di industri iklan.
- Bagaimana industri iklan di luar negeri.
- Kepo buku, kepo skripsi kakak tingkat, dan sebagainya.
Intinya, cari tahu hal-hal yang berguna buat kamu. Skill kepo ini akan kepake ketika kamu kerja nanti, tapi sebutannya akan berubah sebagai 'riset'. Yup, lebih profesional kan sebutannya.


BACA BUKU

Aku agak strict dengan kata BACA, gemas karena sering menemukan orang-orang di sekitarku nggak doyan baca. Sedangkan aku suka banget baca. Membaca adalah cara untuk memasukkan ilmu ke kepala kita. Kalau otak ini diibaratkan prosesor komputer dan buku itu flash disk, maka perlu ada command "read" jika ingin memindahkan isi flashdisk ke komputer. See? B-A-C-A.
Buat mahasiswa advertising, coba deh main-main ke perpus, cari buku-buku tebal soal periklanan dan komunikasi. Baca, tanpa disuruh dosen. Kalau ke toko buku, ada buku marketing atau branding yang bagus, baca, tanpa disuruh dosen. Sekali lagi, baca, tanpa disuruh dosen. Habis baca, kamu bisa diskusikan dengan teman atau dosen tentang buku yang kamu baca. Ngantuk baca buku tebel? Mungkin kamu perlu latihan baca (sementara DM aja caranya, sembari kusiapkan artikel tentang latihan membaca). Kamu akan menemukan ilmu dan bisa menguatkan skill kamu yang berguna di dunia kerja nantinya.

Menulis

Bagiku, aku nggak akan eksis kalau nggak nulis. Dunia digital dipenuhi coding yang berupa huruf, nggak salah kalau yang bisa eksis adalah yang bisa mengeluarkan huruf-huruf. Makin kesini, ilmu komunikasi terlihat sepele karena katanya semua orang bisa berkomunikasi. Tapi, tidak semua orang bisa berkomunikasi dengan baik. So how? Gimana caranya latihan biar bisa berkomunikasi dengan baik? Pertama adalah dengan membaca (tips diatas), kedua adalah dengan menulis. Ketika kamu membaca, kamu akan punya gagasan. Kalau gagasan itu tidak dikeluarkan, kamu akan stuck. Aku pernah mengalami, makanya bisa bilang kayak gini.
Selain itu, terbiasa menulis akan membantumu melewati masa yang dianggap paling mengerikan ketika menjadi mahasiswa, yaitu : SKRIPSIII~


Ikut Seminar & Festival Iklan

Kecuali kamu masuk jurusan komunikasi advertising tanpa keinginan buat ada di industri iklan nantinya, ikutlah seminar dan festival iklan. Ada beberapa kampus yang mengadakan festival ini, mulai dari Ajisaka (UGM), Pekom-UI, sampai dari industri Pinasthika (Jogja) dan Citra Pariwara. Eh, UNDIP masih punya caraka nggak ya? Kasih tahu ya kalau masih ada!
Di festival iklan itu, kamu bisa ikutan seminar yang biasanya mengundang praktisi sebagai pembicara, ikutan workshop, maupun ikutan lomba iklan untuk mengasah kemampuan serta dapat piala (yang berguna banget nanti buat karirmu). Takut nggak menang kalau ikut lomba? Nggak masalah, daripada nggak ikut sama sekali. Aku ikut, nggak menang dan tetap bahagia, karena paling tidak aku dapat pengalaman ketika ngerjain brief yang mirip banget sama brief di dunia kerja.

Kerja Magang atau Internship

Fungsi magang adalah mengenal industri lebih dekat. Rata-rata ilmu di kampus itu nggak terlalu match dengan apa yang ada di industri, jadi kamu perlu untuk merasakan pengalaman di industri kerja secara langsung.
Jika kampusmu ada program internship, pilihlah tempat magang yang memiliki ilmu yang bermanfaat buatmu kelak. Hindari milih tempat magang karena : biar dekat sama rumah atau nilainya gampang. Eh, gapapa sih milih tempat magang apapun kalau pengen lulus cepet. Tapi kalau pengen lulus maksimal, usahakan pilih tempat magang yang akan menunjang karir kamu nantinya. Ini berarti berkaitan sama "nanti pengen kerja jadi apa".
          You can skip reading this
Aku ceritakan pengalamanku ya. Saat itu banyak teman yang cari tempat magang di kota Solo, biar dekat. Sedangkan, karena aku melihat trend digital semakin berkembang, aku sudah punya kriteria tempat magang yaitu : magang di digital advertising agency (yang saat itu juga masih sedikiiiiiiittttt banget). Jangan ditiru, tapi saat itu aku nggak boleh magang diluar kota Solo sama orang tua, aku memutuskan tidak memasukkan lamaran magang sebelum memastikan kalau lokasi magang di Solo penuh dan akhirnya kudu cari di luar kota Solo. Setelah habis semua, aku melamar di digital advertising agency di Jakarta dan voila, pengalaman itu membuatku jadi Social Media Strategist.
Jika kampusmu nggak ada program magang? Nggak masalah, kamu bisa magang saat liburan semester (yang panjang itu) untuk belajar dan mengenal industri lebih dekat.

Jangan sepelekan kuliah dan nilai

It's true di industri kreatif nilai IPK tidak terlalu diperhatikan.
Tapi nilai IPK adalah cara untuk mengukur, kamu bertanggung jawab atas pendidikanmu atau enggak. Ini yang dikatakan oleh my beloved twin-soul, Priscilia Panti Meyrina.
Bukan nggak mungkin kamu jago skillnya dan tetap punya nilai IPK yang bagus, bahkan Cum Laude. Nilai IPK akan membanggakan orang tuamu, bayaran atas rupiah-rupiah yang mereka keluarkan buat pendidikanmu. Sedangkan skill, itu untuk dirimu dalam berkarir nantinya.

Build your personal branding
Yaa, ini untuk meng-sahkan kata keren di judul. Karena saat ini jamannya digital, build your online presence as your personal branding. Nggak perlu langsung wah, berproseslah. Mulai dari *mungkin* merapikan feed IG, bikin CV, bikin blog. I'm not an expert of personal branding, yet. But, pengalaman kerjaku memperlihatkan bahwa personal branding itu penting, untuk menjual dirimu saat mulai berkarir nanti.

Oke, to be honest aku bingung share tips apalagi. Karena susah lho ngasih tips sukses itu. Pokoknya, ini bukan tips sukses, ini tips biasa, kalianpun bisa mikirin ini sendiri. Banyak yang punya tips lebih kece dari ini. Oh yep, dan tips ini nggak hanya buat anak adver, i think kalian bisa pakai ini buat jurusan lain, tinggal disesuaikan saja sama jurusan kalian.

So, i hope this article has your answer. Tetap semangat dan selamat bertumbuh dengan pengalaman-pengalaman seru!

Senin, 04 September 2017

September 04, 2017

Daftar Kuliah di Universitas Terbuka ( S1 Transfer)

Aku adalah orang yang sangat percaya bahwa belajar itu sepanjang hayat. Tidak hanya di bangku sekolah wajib, namun di kehidupan-pun kita banyak belajar. Dan aku itu hobi banget belajar, bukan cuma baca buku dan ngerjain soal, tapi mendengarkan, memahami sesuatu dan tanya-tanya ke orang tentang opini mereka. Dari situlah aku belajar soal segala hal, terutama kehidupan.

Intronya panjang ya, hahaha. Intinya sih, dalam pendidikan formal, aku nggak berhenti sampai jenjang Diploma saja. Maka aku memutuskan untuk melanjutkan S1 Transfer. Tujuanku, biar bisa kuliah S2. Kenapa mau kuliah S2? Emang mau jadi dosen? Nggak juga, simply karena aku pengen menuntaskan pendidikanku sampai S2 karena alasan diatas :)

Karena pendidikan itu nggak murah dan waktu adalah hal yang nggak mudah untuk diluangkan, aku sangat pemilih untuk mendaftar S1 Transfer. Pokoknya pengen dapat kampus yang BAGUS, MURAH dan KULIAHNYA GAMPANG! Haha, semacam kampus utopia ya, nggak bakalan ada-lah!

Tapi JENG JENG, ADA! Kampus yang MURAH BANGET, PTN serta KULIAHNYA FLEKSIBEL. Setelah mencari info kesana-kemari akhirnya aku memantapkan diri untuk daftar kuliah transfer di Universitas Terbuka. Nah setelah menjalani 1 semester di UT, berikut aku jabarkan alasan kenapa milih UT sebagai kampusku selanjutnya.

Ilustrasi, kuliah di UT bisa sambil mantai~

ALASAN KULIAH DI UNIVERSITAS TERBUKA


Biayanya murah!
Serius murah! Apalagi buat S1-Transfer, kamu bisa pakai sistem non-paket (non-sipas), jadi bayarnya sesuai jumlah SKS yang kamu ambil. Sebagai gambaran, pada semester awal aku hanya membayar sekitar Rp. 534.000 aja buat kuliah. Tambah buku, total cuma Rp 700.000. Murah banget buat kantong pekerja yang kuliahnya bayar sendiri kayak aku gini. Lalu ketika semester dua, mata kuliah aku kurangin, jadi bayarnya hanya Rp 470.000. Murah. Banget.

Kuliahnya Fleksibel
Ya, karena sistem pendidikannya jarak jauh. Online dong? Yap, tapi, online itu cuma baru-baru ini. Dari pertama berdiri, universitas ini sudah menggunakan sistem belajar jarak jauh dengan memanfaatkan media yang ada, seperti buku cetak, telepon atau surat-menyurat. Aku dengar sendiri cerita susah payahnya alumni UT dalam belajar jaman dulu. Karena sekarang sudah ada teknologi digital, maka kuliah di UT makin mudah dengan fasilitas e-learning.






Mahasiswa cukup belajar melalui buku cetak dan aktif berinteraksi dengan dosen secara online melalui forum e-learning tersebut. Waktu kuliahnya ditentukan sendiri oleh mahasiswa tersebut, mau pagi, siang, sore, malem, atau tengah malam sekalian. Frekuensinya-pun bebas, asal mahasiswa itu paham dengan materinya.
Arti lain dari fleksibel ada di makna terbuka. UT tidak membatasi usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi ataupun frekuensi masa ujian. Jadi buat kamu yang merasa "udah telat buat kuliah", jangan khawatir karena sebagian besar mahasiswa UT adalah bukan lulusan fresh SMA alias udah berumur.

Perguruan Tinggi Negeri
Banyak yang mengira, Universitas Terbuka itu kampus swasta, padahal negeri lho! UT ada dibawah naungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Jadi kualitas pendidikannya tidak perlu diragukan lagi. Pembuat bahan ajar atau modul UT adalah dosen-dosen ternama dari universitas negeri unggulan di Indonesia. Bahkan, modul UT kerap kali jadi rujukan pembelajaran oleh mahasiswa-mahasiswa PTN lainnya karena lengkap dan padat ilmunya. Emang bener sih, kalau baca modul UT, rasanya nggak berat, bahasanya ringan karena disesuaikan biar mudah dipahami tanpa harus melakukan tatap muka. Mahasiswa UT juga bisa dapat "kartu sakti" untuk mengakses perpustakaan universitas negeri ternama di Indonesia. Keren kaann!

Nah itu dia 3 alasan utama buat kuliah di UT. Menurutku, kuliah di UT nggak ada ruginya. Harganya murah, PTN dan fleksibel, cocok banget buat yang pengen nerusin kuliah sambil kerja. Konsekuensinya hanya harus rajin dan disiplin, karena jam belajarnya ditentukan sendiri.

Gimana, sudah mantap mau kuliah lagi? Kalau ingin cari-cari info, kamu bisa langsung kunjungi websitenya di www.ut.ac.id atau datang langsung ke kantor UPBJJ-UT terdekat di daerahmu.


About

authorHi There! Thanks for visiting my blog. You can call me bella.
Learn More →



Newsletter