Senin, 25 Maret 2019

Konsultasi Psikologi di Solo untuk Kesehatan Mental

Menulis ini agak-agak takut, karena stigma masyarakat soal kesehatan mental khususnya di Solo masih belum terbangun. Tapi, aku merasa tergerak untuk speak up tentang hal ini, so, ya sudah ikuti saja kata hati.



Kesehatan mental adalah topik yang masih dianggap tabu, setabu sex education. Padahal, di jaman digital yang informasinya serba cepat dengan kesibukan yang makin padat sekarang ini, kulihat masyarakat cukup rentan dalam kesehatan mentalnya. Gimana enggak? Stress meningkat, bikin kita gampang nyinyir seenaknya dan berimbas ke gangguan mental orang lain atau minimal diri kita sendiri. Apalagi tuntutan sosayeti terasa semakin tinggi, bukan? Jika kita tidak memiliki raga dan jiwa yang kuat, tentu kita akan mudah merasa depresi. Dan satu orang yang depresi, kemungkinan akan mempengaruhi orang lain dan akan berimbas ke masyarakat.

Aku sendiri tidak mau menyebut diriku depresi, namun tidak menampik juga aku pernah mengalami walau kadarnya tidak setinggi orang-orang. Tapi, bingung juga mau menyebut apa. Kita sepakati saja sebagai anxiety syndrome lah ya. Buatku yang juga merupakan seorang public speaker, hal ini sangat mengganggu lho. Karena kalau pas kumat/kambuh di saat aku sedang harus tampil di hadapan orang banyak, tentunya akan mengecewakan hadirin. Maka dari itu, kesehatan mental menjadi penting bagiku.

Ngapain Harus Konsultasi Ke Psikolog?
Kan bisa curhat ke teman?
Betul, itu tidak salah. Sebagai manusia ketika dilanda masalah, kita rasanya perlu berbagi cerita, curhat, supaya kita bisa lebih clear dalam melihat masalah dan bisa menemukan solusinya. Namun, tidak semua individu bisa menjadi pendengar yang baik atau bisa memberi solusi tanpa membuat kita merasa lebih bersalah lagi. Akupun juga punya teman-teman yang setia mendengarkan, memberi masukan dan sangat berterima kasih karenanya. Bahkan sampai bikin semacam kegiatan supportif yang kuberi nama Obrolan Gelato bersama Mbak Priscilia Panti Meyrina. Dan dari situ, aku bisa menguraikan permasalahan yang kualami sehingga menjadi cukup jelas dilihat.

Tapi, kali ini permasalahan yang kuhadapi ternyata naik level ya. Aku merasa perlu bercerita dan meminta saran ke sosok yang lebih berpengalaman secara umur namun juga bisa objektif dan bisa mengarahkan secara profesional.

Jadi, alasan kenapa aku memilih untuk berkonsultasi ke Psikolog adalah :
1. Mencari sosok yang lebih tua secara umur. Karena masalahnya sudah naik level, aku perlu sosok yang lebih berpengalaman dalam hidup.
2. Mendapatkan deskripsi objektif tentang apa yang sedang aku alami.
3. Mencari sosok yang netral, tidak memiliki tendensi apa-apa atas diriku. Sehingga aku bisa bebas mengekspresikan perasaan dan masalah tanpa harus takut ada agenda yang dijaga.
4. Profesional, dalam hal ini bisa menyimpan informasi dan curhatan yang aku sampaikan.

Oiya, perlu di note, Psikolog dan Psikiater itu beda ya. Kalau psikolog itu memberi solusi dari sudut pandang non-medis (meski ada ilmu medisnya), dan kalau Psikiater itu lebih ke klinis, yang nanti juga memberikan obat-obatan. Jadi kamu perlu tahu dulu, apakah kamu butuh obat-obatan atau tidak. Kalau yang aku lakukan, aku mencari Psikolog dulu karena ingin mencoba menyelesaikannya tanpa obat dan karena menurutku ini masalah yang belum serius sampai mengancam jiwa.

Konsultasi Psikologi di Solo
Jujur, mencari info tempat konsultasi psikologi di Solo cukup sulit ya kalau hanya lewat google (makanya aku nulis ini). Ketemunya rata-rata biro psikologi untuk kerja & karyawan perusahaan. Setelah tanya-tanya ke teman yang memang mahasiswa Psikologi, akhirnya aku mendapatkan info bahwa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyediakan layanan konseling untuk umum juga, bernama BKPP Psikologi UMS. Tempat ini juga disarankan oleh Psikolog Bp. Setiyo Purwanto yang kala itu aku hubungi untuk konsultasi, namun beliau sedang melanjutkan studi di Malaysia.

Aku menghubungi BKPP Psikologi UMS dan disambut dengan ramah oleh adminnya, Mbak Diatry. Setelah menyampaikan kebutuhan konsultasi, akhirnya aku dicarikan jadwal dan dihubungi kembali untuk janjian konsultasi. Sudah mantap, tinggal menuju BKPP sesuai waktu yang ditentukan.

BKPP PSIKOLOGI UMS


Lokasinya berada di kampus. Beneran di kampus banget. Awalnya agak-agak sungkan & takut, soalnya aku nggak berhijab hehe. Untungnya dikasih denah dan arahan sama Mbak Diatry sehingga dengan mudah dan tidak nyasar aku sampai di BKPP Psikologi UMS.

Begitu sampai, aku diminta mengisi semacam data diri (mungkin untuk assesment), lalu duduk menunggu Psikolognya. Tenang aja, walaupun di kampus, namun Psikolognya berpengalaman kok. Karena yang menangani memang Psikolog langsung, bukan mahasiswa. Oiya, ruangannya kedap suara, disediakan tisu juga jadi kalau mau menumpahkan segala rasa dipersilahkan :).

Untuk kerahasiaan, mohon maaf, aku tidak share nama Psikolog yang saat itu aku temui. Namun, Psikolognya memang sesuai harapanku, sosoknya sangat tenang, berpengalaman, tidak "ngejudge". Yang aku sukai adalah beliau mampu menuntunku untuk berpikiran positif, membesarkan hatiku (yang memang kala itu lagi down banget), serta memberikan arahan-arahan dalam ranah religi dan kacamata Islam yang mudah sekali aku pahami dan ikuti.

Setelah berkonsultasi, rasanya lebih plong, lebih terbuka wawasannya dan lebih ngerti harus melakukan apa. Bebannya sedikit terangkat, walaupun masalahnya pasti belum kelar saat itu juga. Namun, lebih ringan dan lebih semangat dalam menghadapinya.

Layanan Lainnya
Setelah selesai konsultasi, aku berbincang sebentar sama Mbak Diatry mengenai layanan psikologi di BKPP. Tidak hanya konsultasi individu, namun BKPP juga menyediakan layanan untuk psikotes + konsultasi, training, bahkan juga bisa konseling secara keluarga. Jika tertarik, nanti bisa langsung hubungi nomor BKPP di bawah ya.



Jangan Pendam Masalah, Jangan Ragu & Takut untuk Ke Psikolog
Kalau kalian merasa sedih, depresi, tidak berguna dan gagal ketika menghadapi hidup, gapapa. Wajar dan semua orang bisa mengalaminya. Hanya saja, kita tidak perlu fokus ke kegagalan dan kesalahan yang kita buat, karena itu akan merusak diri kita atau bahkan orang yang kita sayangi. Ayo, bangkit, berusaha dan jangan pendam masalah. Satu hal yang disampaikan Psikolog ketika aku berkonsultasi adalah, "Sabar boleh, namun jangan dipendam." Tidak kuat menghadapinya itu wajar, jadi jangan sungkan dan ragu untuk bercerita. Jika memang butuh yang profesional, silahkan ke psikolog. InsyaAllah akan tertangani dengan baik.

Pada intinya, manusia pasti tidak pernah lepas dari masalah. Itu sudah jadi takdir Tuhan bahwa manusia akan selalu diuji dengan masalah maupun kenikmatan. Hal itu merupakan cara Tuhan menunjukkan cintaNya pada kita, bagaimana kita bisa naik level juga. Yang penting adalah, bagaimana manusia bisa mengatasi ujian tersebut. Nah, tidak dipungkiri juga manusia itu memang makhluk yang lemah, pernah salah, sering tersesat, sehingga perlu bantuan dalam menyelesaikannya.

Last but not least, bagiku kesehatan mental itu aset. Kita tidak akan hidup dengan baik dan fokus pada tujuan-tujuan & ibadah kita jika secara mental kita terganggu. Plus, jika kesehatan mental kita terganggu, orang-orang di sekitar kita pun juga akan merasakan imbasnya.

Info BKPP Psikologi UMS
Gedung Pasca Sarjana UMS Lt 1 Fakultas Psikologi
Jl. A. Yani Pabelan Kartasura
Whatsapp : 0813 2911 2171
E-Mail : bkpp@ums.ac.id
Facebook

Layanan BKPP Psikologi UMS :
Psikotes (Seleksi Karyawan, Intelegensi, Minat & Bakat, Klinis dll)
Konseling & Terapi Psikologi (Individual, Keluarga, Pendidikan, dll)
Training (Assesment, Pengukuran Psikologis, Pengembangan Diri, Leadership, dll)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About

authorHi There! Thanks for visiting my blog. You can call me bella.
Learn More →



Newsletter