Sabtu, 21 April 2018

Jalan Milenials Menuju Muda & Kaya Raya : INVESTASI

Byar tabungan ada, hedon tetap lantjar!

Karena bukan anak ekonomi, akuntansi atau anak keuangan, awalnya aku ngerasa belajar keuangan itu nggak perlu-perlu amat. Jadilah rada ngaco kalau soal keuangan. Pas awal-awal kerja, hepi dan hedon dong ya, terus setelah setahun baru nyadar kalau nggak punya tabungan dan pada akhirnya belajar nabung.

Tapi setelah 2-3 tahun, merasa kurang puas nabungnya kok cuma segitu-segitu aja. Apalagi UMR di area Jawa Tengah/Jogja tergolong rendah dibanding kota besar, sedangkan kebutuhan hidup dan gaya hidup terus meningkat. Bayangin, setahun nabung cuma cukup buat beli HP aja. Padahal, makin tua kan makin butuh macem2, mulai mikir kapan beli motor, rumah, atau nikah.. Apalagi punya anak yang konon katanya mahal. Hmmm. Nabung aja ternyata nggak cukup, belum lagi dikejar waktu & umur. Terus pakai apa dong? Nggak mungkin kan ya pakai pesugihan atau cari sugar daddy...

Di sinilah aku merasa mulai perlu ngerti keuangan, paham dan belajar cara mengelola uang serta menghasilkan uang dengan cara selain bekerja. Apalagi setelah rajin ngikutin storiesnya JOUSKA, dan dapat hint tentang investasi. Tapi I swear, denger kata investasi aja aku udah merasa serem. Bagiku, investasi itu cuma buat orang yang 1.) Pinter banget dan 2.) Kaya banget. Yang ternyata mindset ini salah. Wkwk. Kapan investasinya kalau nunggu kaya, sedangkan investasi adalah salah satu cara menuju kaya.




Jadi, demi punya kondisi keuangan yang lebih baik, aku coba deh belajar soal investasi. Beruntungnya, kemarin ada ajakan ikut kelas mengenal investasi di APIARY Co-Working Space Solo yang baru aja buka, oleh Mr. Melvin Mumpuni, CEO dari Finansialku.com

Apa sih Investasi itu?

Sebelum mulai investasi, ada baiknya jika kita ngerti dulu maksudnya investasi biar nggak salah ambil jenis investasi bodong. Ini penting, karena kemarin pak Melvin bercerita bahwa dari tahun 2007-2010 ada kerugian masyarakat sebesar 105T karena ketipu investasi bodong. Ternyata, masyarakat kita belum benar-benar mengerti apa itu investasi.

Nah menurut Pak Melvin sendiri, Investasi itu ibarat sebuah kendaraan yang kita gunakan untuk mencapai tujuan keuangan.

Analoginya...

Bentuk kendaraan (investasi) ini bervariasi tergantung dari berapa waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu. 10 tahun? 5 tahun? Atau lebih singkat lagi? Tidak ada patokan dan tiap orang punya preferensi yang berbeda, tergantung kebutuhan dan kondisi keuangannya saat ini. Maka, sebelum mulai investasi, perlu sekali membuat rencana keuangan

Perencanaan Keuangan

Kalau investasi ini ibarat kendaraan untuk mencapai tujuan, rencana keuangan itu ibarat petanya, itu kata Pak Melvin. Panduan untuk mengambil jalan. Jadi, penting banget buat tahu kondisi keuangan serta punya rencana keuangan sebelum mulai investasi. Analogi ini bener banget, apalagi aku seorang "planner" yang terbiasa melakukan sesuatu dengan tujuan & rencana matang. Ternyata, soal keuangan dan investasi, juga perlu dilakukan hal yang sama.

Buat rencana keuangan nggak perlu yang susah-susah dulu kok, guys. Bisa dibikin simpel pakai aplikasi finansialku.com. Yang penting tahu, mau beli apa dan dana yang dibutuhkan atau yang dimiliki berapa. Kalau mau advance, kamu bisa mencoba memakai jasa Financial Planner.

Udah ngerti ya dasar investasi itu apa dan buat apa. Sekarang mulai deh milih jenis investasi. Yang disampaikan Pak Melvin kemarin, khusus Investasi Saham dan Reksadana, maka di postingan ini kita kenalan sama dua jenis ini dulu ya :)

INVESTASI SAHAM

Aku nggak kebayang lho kalau aku tuh sebenernya bisa investasi saham. Karena sekali lagi, kukira yang bisa investasi saham itu cuma orang super kaya dan orang super jenius, macam Tony Stark. Saat dikasih lihat bentuk investasi saham, dan ternyata investasi saham itu nggak harus mulai dengan uang ratusan juta dulu, aku baru mendapatkan harapan dan pencerahan. Ya! Karena ternyata harga satu paper saham perusahaan indofood aja berkisar IDR 8.000 dan minimal belinya 1 lot. Alias IDR 800.000. Nggak terlalu butuh duid banyak ya. Buat orang kayak aku bisa nggak buat mulai dulu? Bisa dong pasti! Teman-teman juga pasti bisa :)

Plus-nya lagi, kalau teman-teman investasi sebesar 1 lot saja, teman-teman itu sebenernya berhak lho datang ke RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) di mana direksi akan melaporkan keuangannya dan strategi perusahaan berikutnya, which is itu diadakan di hotel-hotel bintang lima. Naah, mayan kan, kalau datang sebagai investor, bisa jalan-jalan di hotel bagus dan diupload di instagram untuk #PanjatSosial. WKWK. Dasar milenials, mikirnya cuma buat upload di instagram. #nggakgitulahyaaa

INVESTASI REKSADANA

Masih ingat analogi kendaraan yang disampaikan Pak Melvin sebelumnya? Jadi kalau investasi itu adalah kendaraan, perbedaan investasi saham dan reksadana terletak pada : kalau investasi saham kita sendiri yang nyetir mobilnya. Sedangkan kalau investasi reksadana, kita disetirin. Wenak...
Yap, disetirin, karena di investasi reksadana ada manajer investasi yang bakal mengelola. 
Buat ibu-ibu, atau calon ibu... Investasi Reksadana ini perlu banget diketahui, dipelajari dan dipakai untuk membantu mempersiapkan dana pendidikan sang buah hati. Karena kalau cuma nabung aja, uang akan terkena inflasi, sayang banget jadinya. So, daripada cuma nabung doang, kenapa nggak sekaligus di investasikan ke Reksadana? Untuk mempersiapkan dana pendidikan, bisa dibagi perjenjang seperti pada gambar berikut.

TAMBAHAN : INVESTASI DENGAN CRYPTOCURRENCY

Siapa yang belum dengar soal Bitcoin? Mata uang digital ini sedang ramai mulai akhir tahun 2017. Beberapa alasan mengapa orang mulai investasi dengan Bitcoin salah satunya adalah jenis investasi ini bisa dimulai dengan jumlah uang yang tidak terlalu besar. But unfortunately, i'm not the expert of this. Instead, kalian bisa tengok dan mampir di blog-nya Zaga untuk tahu soal bitcoin, cara analisanya serta tips-tips trading di cryptocurrency karena dia udah coba duluan ^_^


TIPS UNTUK MULAI INVESTASI
1. Belajar lebih dalam soal investasi. Apalagi investasi saham, jangan sampai membeli/invest ke saham yang kamu sama sekali nggak ngerti soal produk perusahaannya. WHY? Ya gimana mau untung kalau kamu nggak tahu uangmu itu di-invest buat apa. Untuk belajar, kamu bisa mulai dari baca-baca buku soal investasi. Biasanya yang jadi jujugan investor itu bukunya Robert Kiyosaki. Atau kalau yang mau gampang, baca aja FINCHICKUP karya Farah Dini.
2. COBA! Ya, karena berinvestasi itu kayak naik sepeda, kalau cuma baca mau sampai kapanpun juga nggak bakalan bisa, hihi. Biasanya juga, perusahaan sekuritas punya trial account, kamu bisa memanfaatkan trial account itu untuk mencoba.
3. Ikut komunitas investasi. Tujuannya biar punya temen buat belajar dan bisa tanya-tanya sama yang lebih berpengalaman, dapet tips dari suhu-suhu dan yang terpenting : buat tahu trend terkini!
4. Investasikan uang dengan jumlah yang nggak bakalan bikin sakit hati kalau ilang nanti. Apalagi buat pemula, sebaiknya jangan langsung investasi banyak dulu deh. Soalnya kalau loss, waduhhh, bisa nangis dan jadi galauuu. Jadi, investasikan sejumlah uang yang kalau ilang nggak bakalan bikin kamu kismin dan masih bisa tegar dalam menjalani hidup.

So, sebenernya bisa banget kan kaum milenials suka hedon itu berinvestasi? Malah menurutku harus! Apalagi sekarang harga rumah semakin mahal, cari uang juga susah, gaji segitu-gitu aja, ehhh biaya bersosial meningkat. Kalau nggak mulai investasi tuh rasanya rugi gitu lho.

Gimana, tertarik nggak buat berinvestasi?

Thanks sudah mampir!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About

authorHi There! Thanks for visiting my blog. You can call me bella.
Learn More →



Newsletter