Minggu, 22 Oktober 2017

Oktober 22, 2017

IKUT KAJIAN ASYIK DARI BROWNIES CINTA KARANGANYAR

Sejujurnya, aku termasuk orang yang jarang banget ikut pengajian. Kalau denger kata pengajian, yang ada dibenakku adalah ngantuk dan perasaan-perasaan tidak setuju ketika mendengarkan kajian yang disampaikan karena penuh dengan kebencian. Terakhir kali mendengarkan ceramah sepertinya di salah satu masjid besar di Solo ketika Jumatan (iya, ikut Jumatan nemenin Zaga-daripada gabut) yang isi ceramahnya memojokkan pemerintah atau golongan lain dengan cukup radikal menurutku. Sejak saat itu, aku agak menghindari pengajian karena lelah mendengarkan ceramah dengan kebencian terselubung.

Sampai akhirnya aku diundang oleh Brownies Cinta Karanganyar untuk ikut nonton film yang ternyata ada kajiannya dan bertempat di Solo Grand Mall. Iyah, Solo Grand Mall yang isinya anak-anak nongkrong J. Wah, cukup menarik ya, kajian sambil nonton film, di Mall! Semoga isi kajiannya semenarik konsepnya, begitu pikirku. Awalnya aku ragu mau ikutan karena aku sendiri belum berhijab, tapi Staff-nya Brownies Cinta ramah dan boleh hadir tanpa menggunakan Jilbab, maka akupun langsung Go tanpa pikir-pikir lagi.

KAJIAN DUKA SEDALAM CINTA, DALAM MAKNA TAK SEGALAU JUDULNYA



Kalau dilihat dari nama film dan kajiannya, sekilas berasa galau-galau gimana gitu. Kajian ini menghadirkan Ustad Salim A. Fillah yang tidak lain dan tidak bukan merupakan salah satu pemeran di film Duka Sedalam Cinta. Begitu beliau memulai kajiannya, aku terkesima dengan suara beliau, enak banget didengar! Nah, dalam kajian ini Ustad Salim A Fillah menceritakan berbagai kisah, terutama kisah Nabi Ibrahim yang menjadi dasar inspirasi film ini. Ustad Salim mengatakan bahwa Allah memberikan ujian yang paling dahsyat melalui hal-hal yang paling dicintai atau dijunjung tinggi dalam hidup hamba-Nya. Dalam kisah Nabi Ibrahim AS, beliau dikenal sebagai Nabi yang menjunjung tinggi cinta, maka Allah-pun memberikan ujian terberat di hidupnya dalam cinta. Mulai dari ujian cinta kepada ayahnya yang seorang produsen patung berhala hingga ujian cinta untuk merelakan anak terkasihnya, Ismail untuk disembelih. Tidak hanya Nabi Ibrahim AS, Siti Maryam yang dijunjung tinggi kesuciannya juga diuji melalui hal tersebut dengan mengandung anak tanpa ayah. Begitu juga dengan Nabi Muhammad SAW yang dijunjung tinggi sifat amanahnya, ketika menjalani masa kenabian beliau malah dibilang sebagai penyihir dan tidak dipercaya oleh orang-orang di sekitarnya. Sungguh kontras bukan?

Jadi, apakah kita takut untuk memiliki hal-hal yang kita junjung tinggi karena takut diuji oleh Allah SWT? Tentu tidak perlu merasa takut. Menurut Ustad Salim, Allah menguji kita untuk belajar tentang bagaimana menghamba, tentang pengorbanan dan keikhlasan. Ustad Salim-pun mengajak peserta kajian untuk selalu merasa yakin bahwa Allah SWT tidak pernah menganiaya hambanya, jika hambanya ikhlas dan berhasil melewati ujian yang dihadapinya, maka Allah SWT akan mengganti dengan sesuatu dan pahala yang lebih baik. Itulah mengapa duka yang datang, ujian yang datang adalah sesuatu yang sangat kita cintai, agar kita belajar untuk lebih kuat dan ikhlas berserah diri dan lebih yakin kepada Allah SWT.

FILM DUKA SEDALAM CINTA

Personally, aku nggak suka nyeritain isi film karena nggak mau spoiler. Jadi aku akan berbagi soal hal-hal yang aku suka serta pelajaran yang dapat dipetik dari film ini. First, film ini menyuguhkan penonton dengan pemandangan Indonesia Timur yang Subhanallaaahhh (kalau kids jaman now bilangnya Subhanalove), bagus banget! Air lautnya biru, pulau-pulau berjejeran bak untaian mutiara… Duh, seger ngeliatnya. Lalu yang kedua, film ini punya pesan yang bagus banget untuk wanita yang belum berhijab seperti aku. Tau kan ya, pro-cons mengenai pemakaian hijab antara ukhti-ukhti yang jujur bikin aku nggak nyaman dan parahnya apatis soal berhijab. Mungkin, hal-hal yang dipaksa secara kasar nggak work buatku, karena aku biasanya jadi menghindar. Begitupun soal berhijab, aku merasa agak nanti-nanti dan nanti dalam menggunakan hijab karena gerah melihat saudari se-iman yang secara radikal menyuarakan untuk berhijab. Tak jarang, bukannya mengajak dengan Bahasa halus untuk mensupport saudarinya berhijab, mereka malah menggunakan nyinyiran yang nganyelke untuk membuat saudari-saudarinya berhijab. Yang kayak gitu bikin aku tambah males dan malah aku hindarin sih. Sad.

But, dari film ini aku mendapatkan persepsi baru tentang ajakan berhijab. Setuju banget akan hal yang disampaikan di film ini, mensupport mereka yang ingin berhijab dengan kata-kata kebaikan akan lebih baik daripada saling menghujat dan mengatakan hal-hal negative lainnya. Hijab aja nih cerita filmnya? Sebenarnya banyak banget yang disampaikan oleh film ini, tidak hanya soal hijab. Terlebih di akhir film ada cerita menyedihkan tentang ditinggal seorang yang terkasih. Tapi selain hijab, tidak ada yang benar-benar mengena. Akting para actor juga biasa aja, tidak ada kesan spesial yang mengena di hati. Sayang sekali, padahal sinematografinya bagus.

PERSEPSI TENTANG KAJIAN INI



Akhirnya, aku belum pernah merasa se-enjoy ini mengikuti pengajian yang menyejukkan iman. Materi yang disampaikan oleh Ustad Salim benar-benar fresh baru aku dengar dan disampaikan dengan Bahasa yang mudah dicerna. Terlebih lagi Uztad Salim memaparkan dengan intonasi yang lembut, selembut browniesnya Brownies Cinta, sehingga lebih mudah diterima olehku yang bosan dengan kajian kebencian. Saking sukanya dengan kajian ini, aku sampai follow akun Instagram Brownies Cinta dan Ustad Salim begitu selesai karena pengen dateng lagi ke kajian serupa. Usut punya usut, Brownies Cinta ini emang sering banget bikin acara CSR yang penuh makna seperti dakwah agama. Core bisnisnya boleh jadi jualan kue, tapi Brownies Cinta memiliki misi bisnis yang ingin semua pihak mendapatkan manfaat kebaikan dari profitnya dengan sering mengajakan acara kajian yang penuh cinta. Ini nih! Brand yang punya backstory yang keren! Sekarang kalau Brand nggak punya backstory, rasanya kurang bisa diikuti anak-anak jaman now gituh!

Last word dariku, sudahlah, kita tinggalkan ujaran-ujaran kebencian seperti broadcast message organisasi mahasiswa almamater biru ndog asin dan mulai beralih ke ujaran yang lembut, penuh kasih dan penuh cinta biar enak dirasa kayak Brownies Cinta.

Sabtu, 21 Oktober 2017

Oktober 21, 2017

Alasan Kenapa Kamu Harus Update Cv-Mu Secara Berkala

Kapan terakhir kali kamu bikin atau update CV? Pas diminta? Atau pas mau melamar kerja? CV biasanya adalah dokumen yang hanya kita keluarkan ketika akan melamar pekerjaan di sebuah perusahaan. Biasanya kalau mau melamar gini, baru deh kita mikir-mikir untuk update skill yang baru kita dapatkan atau project yang kemarin-kemarin kita kerjakan.

Akupun demikian. Pertama kali aku bikin CV itu pas mau magang, terus karena langsung keterima kerja tanpa melamar-lamar, aku belum bikin CV lagi sampai suatu ketika aku harus tampil di depan umum dan diminta untuk submit CV, aku baru kelabakan update CV lagi.



Nah pas lagi ngumpulin data buat update CV, aku menemukan diskusi di LinkedIN, bahwa penting lho untuk bikin CV secara berkala, bukan pas ada butuhnya aja. Kedengarannya mungkin keliatan buang-buang waktu ya, tapi setelah aku baca diskusinya, aku setuju juga. So, aku sampaikan beberapa alasan kenapa kamu kudu banget update CV secara berkala.

Selalu Siap dan Sigap Ketika Ada Kesempatan Pekerjaan Baru

Terkadang, informasi lowongan kerja yang bagus datang secara tiba-tiba. Setidaknya kamu nggak keburu-buru bikin CV atau melewatkan tawaran pekerjaan yang bagus itu sewaktu-waktu. Karena terburu-buru, biasanya kamu bikin CV-nya ngasal dan melupakan beberapa detil penting yang harusnya disampaikan di CV-mu.

Siap Jika Sewaktu-waktu Kamu Harus Tampil Sebagai Expert/Pembicara

Seperti yang sudah aku singgung di awal. Ketika pertama tampil sebagai pembicara, CV-ku nggak proper (jangan ditiru), karena saat itu aku betul-betul nggak persiapan punya CV yang update. Alhasil setelah itu aku baru bikin CV yang update. Sebenarnya tidak harus punya CV yang full. Minimal, update-lah halaman LinkedIN mu sebulan sekali. Supaya ketika kamu akan tampil di depan umum (entah sebagai pembicara atau MC), kamu punya profil atau CV yang siap untuk dikonsumsi publik.

Lebih Mengenal Kemampuan Diri

Pernah nggak sih kamu merasa menguasai banget satu pelajaran, habis ujian selesai apa yang dipelajarin jadi lupa semua? Analoginya begitu kali ya. Aku pernah punya sertifikasi sebagai Fashion Coacher, tapi karena tidak aku tuliskan di CV, aku benar-benar lupa kalau aku punya kemampuan sebagai Fashion Coacher. Itulah gunanya mengupdate CV. Dengan menuliskan achievement dan skill yang baru saja kita raih, kita semakin mengenal kekuatan diri serta jadi lebih percaya diri.

CV Sebagai Alat Ukur Diri dan Motivasi Untuk Lebih Baik Lagi.

Hal ini aku sadari ketika melihat temanku, Yudystira, rajin banget update CV-nya. Saat itu aku nggak sengaja ada di sebelahnya ketika dia baru saja menambahkan info pengalaman organisasi yang baru-baru aja dia ikuti. Dengan mengupdate CV-mu, kamu jadi lebih aware dengan achievement yang baru saja kamu lakukan dan bisa jadi motivasi untuk menambah achievement lain. Kalau engga percaya, coba deh kamu buktikan. Buat halaman LinkedIN, lalu coba isi selengkap-lengkapnya profil yang ada. Kamu akan menemukan bagian-bagian kosong yang tidak terisi, atau terisi dengan sedikit sekali. Nah setelah itu kamu akan merasa “urge to fill” dengan cara belajar lagi, ikut sertifikasi atau bikin project biar profil LinkedIn kamu terlihat “penuh”.


Jadi nggak ada salahnya kan kita selalu update CV kita. Bahkan menurutku, update CV ini juga bisa dilakukan dari saat kuliah. Mumpung masih kuliah dan masih belajar, kamu bisa sambil ukur-ukur kemampuanmu dan tahu skill apa yang harus kamu tambah lagi ;)

Selamat meng-update CV! 

Jumat, 20 Oktober 2017

Oktober 20, 2017

#BijakBermedia : Atur Privacy Postingan Facebook-mu

All hail social media, yang membuat kita (merasa) bebas untuk mengekspresikan segala hal yang ada. Entah itu foto selfie, opini, atau status galau. Dengan media sosial kita merasa punya ruang untuk menyampaikan dan mengenalkan diri kita ke dunia, siapa kita, apa yang kita suka dan bagaimana pemikiran kita. Tapi media sosial itu tak selamanya indah. Ibarat pisau, jika tidak digunakan dengan bijak, media sosial akan menjadi senjata yang merugikan. Maka dari itu, sebenarnya kita perlu bijak dan mengerti tentang bagaimana berkomunikasi secara baik melalui media sosial.

Nah, karena facebook adalah media sosial yang paling banyak digunakan, aku akan membahas tentang #bijakbermedia di facebook terlebih dahulu dengan cara mengatur privasi postingan di facebook. Eh, emang bisa ya? Bisa banget!



Jadi sebenarnya, fitur ini sudah lama ada dan memang disediakan oleh facebook agar user mendapatkan keamanan dan kontrol penuh atas konten dan profilnya.


MENGAPA SIH HARUS SETTING PRIVACY DI FACEBOOK?

Pertama, karena alasan keamanan. Girls, pasti sering denger kan kalau dunia maya itu adalah tempat yang nggak aman? Pengalamanku saat bermain game dulu, sering banget ketemu orang yang pakai fake account yang foto-fotonya mencuri dari akun orang lain. Sering banget yang dipakai ini foto cewek-cewek, karena foto di facebook itu gampang banget didownload. Buat apa sih bikin fake account? Biasanya fake account dipakai untuk tindak kejahatan, minimal menipu orang. Karena sering tahu tindak kejahatan seperti ini, otomatis aku jadi agak riwil masalah privacy dan sangat memanfaatkan setting privacy di facebook ini supaya informasi berupa konten dan foto, benar-benar diakses oleh orang yang aku kenal. Jika foto tersebut memang foto untuk publik, barulah aku share dalam settingan publik.

Yang kedua, alasan sosial, karena terkadang nggak semua hal yang kita share itu pantas dilihat oleh netizen pada umumnya. Ada hal-hal yang mungkin tidak perlu sangat transparan disebarluaskan. Misalnya, kalian punya inside jokes sama circle tertentu yang jika tidak dipahami oleh publik/awam, itu bisa jadi petaka buat kalian. Dengan memahami ini, tentu kita akan lebih bijak dalam sharing konten di media sosial kita.

Oke, yuk langsung saja bahas gimana sih setting privacy di facebook? Sebelumnya aku jelaskan dulu beberapa istilah friend list yang ada di facebook. Aku menggunakan istilah dalam bahasa inggris karena setting language di facebook-ku English US, jadi tolong kalau Bahasa Indonesia, disesuaikan ya.

LAPISAN LIST PERTEMANAN DI FACEBOOK

Seperti kulit bawang, list pertemanan di facebook itu berlapis-lapis. Beberapa lapisan teman bisa kalian lihat melalui gambar ini :

Public = adalah setiap orang yang memiliki facebook atau mengakses facebook tanpa login. Jika kontenmu diberikan privasi ini, maka semua orang di facebook dapat melihat status maupun kontenmu. Biasanya, foto profil memiliki privasi public.

Friends of Friends = adalah teman dari temanmu, walaupun kamu tidak berteman dengannya. Biasanya pilihan privasi ini akan muncul di konten yang di tag ke orang lain. Jika kamu memberikan privasi friends of friends, maka teman-teman dari temanmu bisa melihat kontenmu jika kamu tag/mention dia.

Friends = Adalah akun yang menambahkanmu sebagai teman. Semua akun yang diterima pertemanan, biasanya akan masuk ke list ini jika tidak dipindahkan.Settingan privasi ini juga rata-rata jadi settingan default ketika kamu akan share konten. Publik tidak akan dapat melihat konten yang kamu setting dengan privasi friends.

Acquaintances = bisa dianggap kenalan, yang nggak deket-deket banget. Ada settingan privasi bernama Friends except Acquaintances. Jika kamu berteman dengan orang yang nggak begitu kamu kenal, lebih baik masukkan dia ke dalam list ini, lalu ubah status privasi default-mu dengan Friends except Acquaintances.

Close Friends = Teman dekat. Yap, facebook memiliki list privasi untuk teman dekat. Jika ada teman yang dimasukkan dalam list ini, kamu akan mendapatkan notifikasi setiap kali temanmu ini share atau membagikan konten dalam facebooknya. Status atau kontennya juga akan diprioritaskan muncul oleh facebook. Lumayan lah ya buat stalking gebetan ;) Jeleknya, yang kita add sebagai close friends tidak bisa tahu. Jadi kalau kita di-stalk sama orang yang julid, kita nggak bakal tahu. :(

Restricted = akun/teman yang kamu nggak pengen-pengen banget dia lihat share-sharean kamu (boss mungkin, atau mantan *hehe). Orang yang dimasukkan ke dalam list ini hanya bisa melihat konten-konten public-mu. Jadi kalau ada orang-orang yang ingin kamu hindari di media sosial, tapi nggak bisa unfriend dia, bisa dimasukkan ke restriced. Status atau kontennya dia bakal jarang banget atau bahkan nggak pernah muncul di timeline kamu.

Ternyata ada banyak ya? Jangan takjub dulu, ini masih bisa ditambah lagi dengan smartlist, yaitu list yang dibuat berdasarkan pekerjaan, riwayat sekolah atau kota tempat tinggal. Kamu juga bisa bikin list sendiri sesuai dengan keinginan kamu. Misal, pengen bikin list teman khusus komunitas tertentu? Bisa banget!

Okay, setelah tahu beberapa jenis friend list di facebook, mari kita mulai setting privasinya. Here’s how it’s works :

Filter Teman

Sebelum menggunakan fitur ini secara efektif, pertama filter dulu teman-temanmu. Mana yang sekiranya adalah teman dekat, teman yang nggak terlalu dekat, atau teman facebook yang perlu kamu hindari (misal karena dia demen nyebar berita hoax). Caranya, cukup kunjungi halaman Friends kamu, arahkan kursor pada box "Friends" lalu pilih salah satu opsi yang kamu inginkan.
Contoh ketika akan memasukkan nama teman ke dalam Acquaintainces.


Set Privasi Status

Putuskan status default-mu, apakah mau Friends atau Friends except acquaintances. Kalau aku sih pasangnya Friends except acquaintances, karena teman di facebook variatif dan kadang nggak bisa sembarangan share jokes/info. Cara set-nya mudah, tinggal ganti pada statusbox melalui dekstop. Yang mobile akan ngikut.
Ingat-ingat, setiap kali akan share konten, ubah settingan privasi sesuai dengan yang kamu inginkan.
Jadilah bijak sebelum share konten, apakah konten tersebut bermanfaat untuk publik, hanya untuk konsumsi circle tertentu, atau hanya untuk kamu saja.

Atur privasi kontenmu dengan cara klik pada tombol ini. Jika perlu, kamu bisa mengecualikan teman tertentu.

Memastikan Bahwa Privasi Sudah Di-set

Kamu juga bisa memastikan bahwa teman tertentu hanya dapat melihat profilmu dengan info tertentu saja. Caranya dengan kunjungi profilmu, pada cover, klik icon three-dot, dan pilih view as. Jika ingin melihat sebagai teman tertentu, klik Lihat Sebagai Orang Tertentu lalu ketik nama temanmu.

Then, you're all set!
Simpel kan? Hal sesimpel ini akan ngebantu banget kalau kamu rajin pakai, siapa tahu suatu saat kamu melamar kerja dan harus menyertakan media sosial, kontenmu sudah dimoderasi dan cuma dapat dilihat oleh orang-orang yang memang sudah temenan sama kamu. Ini juga penting untuk menjaga dirimu dari kejhahatan netizen atau potensi tindak kriminal.

Mari bijak dalam memanfaatkan teknologi, bukan teknologinya yang jahat, tergantung bagaimana user-nya saja yang menggunakan teknologi tersebut. Bukan salah facebook kan, kalau orang-orang trolling kamu dan isi timelinemu buruk :)

Semoga bermanfaat!


About

authorHi There! Thanks for visiting my blog. You can call me bella.
Learn More →



Newsletter