Selasa, 12 September 2017

Cara Bikin Curriculum Vitae (CV) yang Menarik


Pengalaman kerja dan pernah interview pelamar kerja bikin beberapa teman sering tanya ke aku perihal pembuatan CV yang bagus. Misalnya suatu hari aku ditanya oleh salah satu teman, “Gimana sih caranya bikin CV Creative?” dan “Apakah kalau mau melamar kerja harus menggunakan CV Creative?” Buat yang nggak tahu apa itu Creative CV bisa lihat di gambar ini :

source : piktochart


Atau cek CV interaktif berikut ini
KLIK DISINI

Bagus ya? Kudu bikin yang seperti itukah? Engga juga sih..
Kembali lagi ke pertanyaan temanku tadi. Hmm, kalau buat aku sih, CV itu nggak harus seperti yang ada di atas (dengan desain yang wah keren abis). Tujuan dari membuat CV adalah memberikan informasi kepada perekrut mengenai keahlian yang kita miliki. So, menurutku CV itu nggak harus kreatif, namun CV harus A. MENARIK dan B. SESUAI. Lalu, gimana sih menarik dan sesuai itu?

A. MENARIK

Jika CV-mu tidak menarik, akan sulit untuk bersaing dengan CV-CV yang lain. Perlu diketahui, bahwa HRD mendapatkan banyak submission lowongan pekerjaan, maka kamu juga perlu mempertimbangkan bagaimana CV kamu memiliki 'stopping power' yang kuat sehingga dibaca oleh HRD dengan seksama. Menarik di sini tidak hanya tampilan visual yang keren, namun isi dari skill dan keahlianmu juga menarik. Jadi CV kamu tidak hanya terlihat indah secara visual tapi juga berbobot isinya dan perusahaan-pun akan memilih kamu.

BIAR MENARIK HARUS GIMANA?

Biar menarik, kamu perlu memasukkan unsur-unsur personal branding dalam CV-mu. Ya, niatnya kan kita ngejual diri biar dilirik perusahaan, perlulah untuk mengemas CV-nya biar menarik.

Sesuaikan skill dan sertifikatmu dengan job yang akan kamu lamar.
Jika kamu melamar sebagai graphic designer, mungkin kamu tidak perlu memasukkan skill sebagai forex trader atau sertifikat tapak suci. Menampilkan skill yang terlalu jauh malah akan mengaburkan skill kamu yang sebenarnya. Jadi bijaklah dalam memilih keahlian yang ingin kamu tampilkan.

Gunakan foto yang terlihat professional.
Jangan foto selfie dari atas, jangaaaaan. Atau foto rame-rame. Atau foto lagi pake daster. Ya bisalah ya menilai sendiri foto bagusnya yang mana. Nah untuk penggunaan foto ini, mungkin perlu melihat perusahaan yang kamu lamar ya. Kalau kamu melamar di Bank atau BUMN, yang pakailah foto formal seperti Pas Photo. Tapi kalau kamu melamar di perusahaan kreatif, kamu bisa menampilkan foto yang casual-profesional.

Rapikan dulu media sosial yang kamu punya.
Penting. Semua orang pernah khilaf lah ya, update status galau~ kebawa suasana, komen-komenan sama teman yang rada frontal. Tapi, jika kamu sedang dalam posisi melamar kerja, sebaiknya kamu cek-cek deh info publikmu. Kalau ada foto tak senonoh yang tertayang atau humor NSFW yang kamu share dan terlihat sama HRD, wah lumayan menurunkan citramu. So, bijaklah menampilkan apa yang ada di media sosialmu. Kalau memang media sosialnya dipake untuk have fun, akan lebih oke kalau tidak perlu dicantumkan ke CV.


Penggunaan e-mail yang tidak alay.
Once in your lifetime, please do have a “normal” e-mail address. Karena terkadang orang menganggap serius alamat e-mail yang dipakai untuk mengirimkan surat lamaran. Jadi, e-mail yang eksis di jaman Friendster itu bisa disingkirkan dulu, dan buat e-mail yang “normal”.

B. SESUAI

Sesuai di sini adalah informasinya pas dengan kebutuhan si penerima CV. Misal, kamu membuat CV untuk melamar sebuah pekerjaan di Bank sebagai Customer Service, lalu kamu mengirimkan CV dengan lampiran portofolio berupa hasil fotografi, tentunya kurang tepat. Alih-alih terlihat menarik, CV kamu jadi terlihat salah sasaran. Maka dari itu, sebelum membuat CV kamu perlu tahu CV tersebut dikirimkan untuk melamar pekerjaan apa dan di mana.

ooo

Nah kalau udah paham dua unsur basic itu, sekarang saatnya kamu menyusun CV kamu. Nggak perlu ribet-ribet, yang penting sudah mempresentasikan diri kamu. Tips ini akan aku tulis sebagai CV untuk membuat lamaran pekerjaan ya.

1. Personal Information : Siapkan data berupa informasi pribadi.
Ini adalah data basic, seperti nama, tanggal lahir, alamat tinggal, status pernikahan dan kalau perlu golongan darah. Hal-hal yang aku sebutkan tadi adalah informasi basic dan yang biasa aku tuliskan di CV. Jika dirasa ada yang kurang kamu bisa menambahkan.

2. Education : Kumpulkan data – data Pendidikan dan Kursus.
Data ini dapat berupa pendidikan formal yang pernah kamu tempuh. Universitas mana? SMA mana? SMK apa? Sebutkan jurusannya dan yang paling penting sebutkan nilai akhir yang kamu dapat (untuk IPK). Selain itu kamu bisa menambahkan sedikit deskripsi jurusan yang kamu ambil. Untuk pendidikan, kamu tidak perlu menyebutkan dari TK hingga perguruan tinggi kalau dirasa nggak perlu-perlu banget. Cukup sebutkan pendidikan yang menunjang dan mempertajam keahlian kamu.

3. Experience : Kumpulkan data – data pengalaman organisasi, pengalaman kerja atau project lainnya yang menunjang informasi di CV kamu.
Ini juga penting. Jika kamu belum pernah bekerja, sebutkan pengalaman organisasi beserta posisi kamu dalam struktur organisasinya. Kamu juga bisa menambahkan pengalaman kerja part time atau ketika menjadi volunteer suatu event. Kalau punya project yang pernah dibuat, misalkan pernah menggagas sebuah movement, juga bisa diceritakan di bagian ini.

4. Sertificate & Achievement : Kumpulkan data – data prestasi penunjang atau sertifikat.
Nah yang ini nih yang agak tricky. Terkadang banyak orang yang memasukkan semua informasi sertifikat termasuk yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang dia lamar. Aku dulu juga gitu. Tapi sebenernya, nggak perlu memasukkan semua sertifikat yang kalian ikuti guys. Cukup tampilkan sertifikat yang menunjang skill dan keahlian kamu serta sesuai dengan pekerjaan yang kamu lamar.

5. Skill : Definisikan keahlian yang kamu miliki dengan rating atau angka.
Bagian ini lumayan tricky dan kadang bikin galau. Di sini kamu dituntut untuk bisa memperlihatkan skill yang kamu miliki, tanpa terlihat terlalu mengada-ada ataupun terlihat lemah. Untuk hal yang satu ini, kamu bisa minta bantuan teman untuk menilai. Sama dengan bagian yang lain, cukup masukkan skill yang sekiranya relevan dengan pekerjaan yang akan kamu lamar.

6. Ceritakan hal singkat tentang dirimu.
Mengapa poin ini aku tulis di bagian akhir? In case kamu kesulitan untuk mendefinisikan siapa dirimu, maka pikirkan hal ini setelah kamu berhasil mendefinisikan poin 1 hingga 5. Karena biasanya kalau sudah menemukan poin 1 – 5 kamu akan bisa menceritakan tentang dirimu lebih nyaman. Tidak perlu bikin yang panjang, singkat saja namun mewakili siapa dirimu. Kamu boleh menceritakan sedikit latar belakang dan alasan kamu mendalami skill yang kamu sebutkan, atau tentang karaktermu.

7. Berikan kontak berupa email, nomor hp dan media sosial yang sesuai.
Yang terakhir, berikan kontak berupa email yang aktif. Saranku, gunakan alamat email yang terlihat professional ya, jangan nama yang aneh-aneh. Lalu untuk media sosial, masukkan media sosial yang relevan dan juga terlihat professional. Kalau banyak status galaunya, mending nggak usah ditampilkan karena HRD juga menilai kamu dari social media yang kamu miliki. Biasanya, social media yang dicantumkan adalah LinkedIn, facebook, twitter atau Instagram.

Setelah mendapatkan data itu semua, baru deh kamu bikin desainnya. Untuk membuat CV kamu bisa menggunakan software ini :
  • Microsoft Word : Ini yang paling gampang, apalagi sekarang di MS Word ada banyak tema untuk membuat CV yang terlihat professional. Kamu tinggal download dan isi informasi sesuai dengan yang kamu buat diatas.
  • Adobe Photoshop : Kalau kamu mencari template CV di internet, kamu bisa mendownload versi .psd dan mengeditnya dengan Adobe Photoshop.
  • CorelDraw/Illustrator : Jago desain? Tak ada salahnya desain sendiri menggunakan CorelDraw, atau Adobe Illustrator.
  • Freepik + Illustrator : Kalau punya skill desain yang terbatas, kamu bisa ke freepik untuk mendapatkan layout CV yang keren, tinggal diedit menggunakan Illustrator.
  • CANVA : Website ini handful banget buat bikin CV. Kamu tinggal pilih templatenya lalu isi info sesuai dengan datamu. Untuk mendesain menggunakan Canva, kamu harus online karena ini web-based. Thanks Erny udah menyarankan website ini! :)
Lalu, bagaimana dengan tampilan CV-ku? Well, sebagai gambaran, CV-ku hanya satu halaman, tapi agak heboh ya hehehe. Karena aku ingin menginformasikan sedemikian rupa skill yang aku punya. CV ini juga bukan aku yang desain, tapi aku menggunakan jasa designer untuk membuatkan. Aku tinggal menyiapkan data-data yang ada di atas dalam format Microsoft Word, lalu designer inilah yang akan mempercantiknya. Boleh? Ya, sah-sah aja yang penting bayar, hehe.

CV buatan @CVmaksimal

Jika kamu merasa nggak jago-jago banget desain, tapi pengen desain cv heboh keren kayak punyaku, kamu bisa pakai jasa yang aku pakai, cek instagram @cvmaksimal. Designernya masih muda, calon bupati Purbalingga dan ramah banget. Dia juga jago banget desain. Harganya? Murah dengan desain sebagus dan sekeren itu!


Kalau ingin cari inspirasi CV yang bagus, kamu bisa buka www.CVparade.com.
Oke, segitu dulu share dari aku tentang cara membuat CV yang menarik. Semoga bermanfaat untuk kamu ya.

9 komentar:

  1. Template CV nya menarik, nggak biasa kayak kebanyakan...
    Seenggaknya menarik perhatian HRD..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tujuan awalnya memamg buat menarik si HRD untuk baca. Tp nggak hanya desain, isinya juga penting :)

      Thanks udah mampir mas anggara

      Hapus
  2. Aduhhh dirimu mengingatkan aku yg belum rampung bikin CV. Biar udah emak-emak perlu juga ada CV hehehe kemarin rencana bikin sendiri sih pake yg gretongan, tapi lupa karena capek.
    Tfs banget mbaak, info akun yang bisa bikin CV. ^^

    Btw, bahas tentang social media strategist dong mbaaak :D hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya mbaakk, CV juga bisa dipake buat alat ukur diri lhoo. Monggo kalau mau pesan cv sama cvmaksimal. Tinggal transfer, duduk manis, jadi :)

      Sedang disiapkan artikel utk social media mbak :)

      Hapus
  3. Canva perlu dimasukin bel.itu membantu bgt hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo err, wah iya, masukan yg bagus! Besok aku update dgn canva ya. Thank you so much!

      Hapus
  4. Duh Mbak Bella, tipsnya bagus banget ya. Boleh dipraktekkan untuk FG nih.

    FYI, ukuran font untuk komentar di blog ini kok kuweeecil bwanget ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh iyakah? Aksesnya dari mana mas? Maklum template gratisan, ehe.ehe.ehe

      Hapus
  5. Saya biasanya buat CV di canva, tapi kalau mau lebih profesional lagi biasanya saya buat sendiri di corel. Memang bener mbak, kalau tampilan CV bagus, biasanya secara gak langsung menarik perhatian si HRD sih.

    BalasHapus

About

authorHi There! Thanks for visiting my blog. You can call me bella.
Learn More →



Newsletter