Jumat, 17 Juni 2016

Pilih SMK? Kenapa tidak!


Hanya ingin berbagi, pengalaman aku ketika memilih SMK ketika melanjutkan sekolah. Entah kenapa, lulus SMP dan melanjutkan sekolah ke jenjang SMK itu underrated. Atau mungkin hanya di sekitarku saja? Karena saat aku memilih untuk melanjutkan SMK, banyak sekitarku yang bertanya "Hah? Serius bel, kamu lanjut ke SMK?". Bahkan saat itu, ibu sempat tidak setuju dengan keputusanku (karena alasan "ketidakwajaran").

Bagi yang mengenal aku, mungkin aneh kalau aku melanjutkan sekolah di SMK. Kata mereka aku lebih cocok untuk melanjutkan SMA, terus nanti berusaha dapetin PMDK buat masuk ke perguruan tinggi. Bahkan hasil test psikologiku saat itu, aku mendapatkan rate keberhasilan 95% untuk SMA dan 90% untuk SMK. Tapi keputusanku untuk melanjutkan ke SMK saat itu sudah bulat dan tidak mau aku ubah.

Alasannya sebenarnya simpel dan terkesan remeh (mungkin). Kehidupan SMP-ku saat itu tidak baik. Aku sering di-bully dan merasa kesulitan untuk berkembang secara psikologis, dan itu sangat berat. Jika saat itu aku melanjutkan SMA, maka aku hanya akan bertemu lingkungan yang sama seperti ketika di SMP. Terlihat coward sih sebenarnya (yap, aku akui), memilih SMK karena hanya untuk lari. Tapi itu bukan pilihan yang aku sesali.

Aku tidak lari tanpa arah, kabur begitu saja. Tapi saat itu aku gadis berusia 15 tahun, mempelajari kehidupan di SMK dan prospeknya nanti. Aku berdiskusi dengan bapak yang saat itu sangat mendukung pilihanku untuk masuk ke SMK. Bahkan bapak saat itu bersedia mengantarku keliling SMK yang ada di kota Solo demi memenuhi hasrat keingintahuanku tentang jurusan yang tersedia. Dari diskusi dengan bapak saat itu, aku bandingkan dengan kondisi sekarang, ketika bahkan aku sudah bekerja dan sempat melewati masa kuliah, masa SMK-ku benar-benar membuatku berkembang menjadi pribadi yang lebih baik sesuai passionku. I don't regret it at all, in fact i feel really blessed.

My Highschool Troops! Seragam yang dipakai adalah seragam kejuruan untuk Kelas Multimedia '11. Pretty Cool, right?


Memilih SMK tidak hanya belajar Teori
Bapak berpesan, kalau aku belajar di SMK, aku bukan hanya belajar teori, tapi aku bakal dibebani lagi dengan pelajaran praktikum, yang mungkin punya bobot nilai yang lebih besar. Tujuan utama SMK adalah menghasilkan pribadi siap kerja, maka siswa SMK harus benar-benar menguasai cara bekerja, maka dalam kurikulum kegiatan praktek memiliki porsi 60%. Ketika mendengar hal itu, bukannya takut, aku malah tertantang. Jujur saat itu aku merasa bosan kalau sekolah hanya menghapal rumus dan materi dari LKS dan Buku Paket. Saat SMP aku sangat menikmati proses belajar yang ada prakteknya, entah di lab komputer, membuat puisi di lapangan, atau membuat kesenian ; kecuali olahraga. :D

Kehidupan anak SMK normal seperti SMA, hanya saja lebih menantang.
Ya! Lebih menantang karena kita tidak hanya menghapal dan mengerjakan soal. Tapi kita juga dituntut untuk berhasil menguasai studi praktikum yang ditugaskan. Tak jarang, kita mengerjakan tugas-tugas tersebut dengan lembur dan bekerja secara kelompok. Pulang sore bukan masalah. Bawa baju seragam lebih dari satu (a.k.a bawa baju praktek) itu hal biasa. Cemong-cemong habis praktikum (untuk yang jurusan mesin), kesetrum kabel (untuk TI atau yang ada hubungannya sama kabel), panas-panas di lapangan untuk shoot (untuk jurusan multimedia) atau pulang membawa suatu karya (untuk jurusan boga/busana) jadi hal yang menarik yang dialami.

SMK tidak hanya mengajarkan sebagai pekerja, tapi juga sebagai wirausaha
Walaupun dibilang SMK itu pencetak siswi yang siap kerja, menjadi pekerja, tapi tidak menutup kemungkinan untuk berwirausaha. Wirausaha, diajarkan dalam mata pelajaran terpisah, namanya Kewirausahaan (atau istilah gaulnya KWU). Kita diajarkan mengenai teori kewirausahaan dan manajemen, juga ada praktek wirausaha (jualan, beneran). Bahkan, saat itu sekolahku sangat mendukung siswa-siswanya untuk berjualan di sekolah jika sedang istirahat. Jadi tak jarang, di saat istirahat di sekolahku, ada beberapa siswa yang keliling kelas menjajakan dagangan yang kebanyakan makanan ringan. Saat itu aku juga tidak ketinggalan untuk ikut berjualan pisang karamel dan pembatas buku yang aku buat sendiri. Hasilnya memang tidak seberapa, tapi ilmu dan pengalamannya lebih penting bagiku :)

Program Magang, bikin bener-bener ngerti dan merasakan dunia kerja
Walaupun singkat, hanya sekitar 2 bulan, program magang ini membuat kita bisa merasakan dunia kerja profesional. Di program magang ini juga melatih kita dalam bersikap di dunia kerja. Disiplin, memulai semua profesi dari awal (soalnya ada yang magang, tugasnya cuma fotokopi doang), diterima dan dijalankan dengan lapang dada. Nggak dibayar gak apa-apa, dibayar ya bonus :)

Sekolah di SMK bukan berarti tidak bisa kuliah
Yang ini memang sudah sering terdengar. Sejauh yang aku alami, lulusan SMK memang bisa kuliah, hanya saja jika pilihannya adalah PTN dan masih terdapat SNMPTN yang berstandarkan kurikulum SMA, hal ini mungkin akan sulit. Karena ada beberapa mata pelajaran yang belum dipelajari secara mendalam di teori SMK. Akhirnya, siswa SMK yang ingin kuliah melalui SNMPTN harus belajar secara mandiri atau mengikuti bimbel serta berpacu dengan keberuntungan. Tapi ada kok temanku yang berhasil masuk melalui SNMPTN bahkan melalui program Bidikmisi dan sekarang ini telah berhasil lulus kuliah dengan baik.

Dan menyelesaikan wajib belajarku melalui SMK, membuatku menjadi seseorang yang memiliki nilai lebih dan punya cukup variasi skill seperti sekarang ini. Aku juga tidak memiliki kesulitan yang berarti ketika kuliah, karena kegiatan praktek di jurusan kuliahku mirip dengan apa yang aku lakukan di SMK, hanya saja lebih advance dan aku mendapatkan ilmu-ilmu baru yang bisa aku tambahkan. Aku merasa sangat bersyukur saat itu aku tidak memilih "jalan mudah dan biasa".

Nah bagi kamu yang mungkin tertarik untuk bersekolah di SMK, berikut beberapa saran dari aku, buat kamu.
  1. Cari info sebanyak-banyaknya tentang jurusan yang kamu ambil, termasuk mata pelajaran pada jurusan tersebut. Dengan begitu kamu akan mendapatkan penggambaran mengenai hal-hal yang harus kamu kuasai saat bersekolah nanti.
  2. Cari juga tentang info dan prospek kerja dari jurusan yang kamu ambil. 
  3. Sesuaikan dengan passion kamu. Hal yang dilakukan sesuai bakat dan passion akan terasa lebih menyenangkan.
  4. Hindari memilih jurusan karena terpaksa, bisa jadi terpaksa karena orang tua atau terpaksa karena gagal lolos. Karena kamu akan menjalani masa tiga tahun itu dengan setengah hati.
  5. Stay creative dan jangan batasi diri. Bidang yang kamu pilih mungkin sudah terarah, tapi jangan menolak untuk menambah wawasan lain yang bisa memperkuat skill-mu :)

Terima kasih telah membaca tulisanku ini :) Apakah kamu bersekolah di SMK juga? Yuk ceritakan pengalamanmu bersekolah di SMK di kolom komentar ^_^


4 komentar:

  1. Dulu waktu aku SMP pernah ada yang nyeletuk "dengan nilai segitu, mending ke SMK aja". Tapi aku terlalu rapuh untuk keluar dari lintasan hidup yang sudah disediakan ortu. Akhirnya masuk SMA yang jadi pilihan ortu. :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nahini~ ada apa "dengan nilai segitu"??? Kesannya kayak SMK hanya buat siswa2 putus harapan :((((
      Sekolah di SMK itu bukan buat siswa buangan :( Tapi buat mereka yang berani menerima tantangan :D

      Hapus
  2. baru nemu blog dan tulisannya. Kerene. aku dulu juga dari SMK. Banyak yang mempertanyakan pilihanku dan bapak kenapa kok masuk SMK padahal nilainya ujian bagus dan bisa masuk ke SMA favorit. tapi karena udah disuruh sama bapak dan diiming imingi sama saudara ang udah duluan masuk SMK, yaudah aku ngikut aja. dan ternyata sistem pembelajaran di SMK itu berguna banget loh buat bekal kerja maupun kuliah. saat kuliah aku sudah terbiasa dan terlatih mandiri untuk ngerjain berbagai proyek dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. beda sama kawan-kawanku yang berasal dari SMA, mereka lebih sering harus dipantau dan ditunjukkan jalannya sama dosen baru bisa action. menurut tulisan di blog kaka aku suka dan SMK itu ternyata memang bener -bener tempat untuk menyiapkan diri masuk ke dunia kerja sehingga saat sudah kerja nggak kaget lagi.... salam,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, Rosi! Thank you udah mampir. Yap, siswa-siswi SMK somehow lebih mandiri dan lebih siap.
      Eh, btw, kayaknya kamu adik kelasku di SMK ya? Haha, wajahmu nggak asing soalnya ^_^ dan kita temenan di facebook XD <3

      Hapus

About

authorHi There! Thanks for visiting my blog. You can call me bella.
Learn More →



Newsletter