Sabtu, 21 April 2018

April 21, 2018

Jalan Milenials Menuju Muda & Kaya Raya : INVESTASI

Byar tabungan ada, hedon tetap lantjar!

Karena bukan anak ekonomi, akuntansi atau anak keuangan, awalnya aku ngerasa belajar keuangan itu nggak perlu-perlu amat. Jadilah rada ngaco kalau soal keuangan. Pas awal-awal kerja, hepi dan hedon dong ya, terus setelah setahun baru nyadar kalau nggak punya tabungan dan pada akhirnya belajar nabung.

Tapi setelah 2-3 tahun, merasa kurang puas nabungnya kok cuma segitu-segitu aja. Apalagi UMR di area Jawa Tengah/Jogja tergolong rendah dibanding kota besar, sedangkan kebutuhan hidup dan gaya hidup terus meningkat. Bayangin, setahun nabung cuma cukup buat beli HP aja. Padahal, makin tua kan makin butuh macem2, mulai mikir kapan beli motor, rumah, atau nikah.. Apalagi punya anak yang konon katanya mahal. Hmmm. Nabung aja ternyata nggak cukup, belum lagi dikejar waktu & umur. Terus pakai apa dong? Nggak mungkin kan ya pakai pesugihan atau cari sugar daddy...

Di sinilah aku merasa mulai perlu ngerti keuangan, paham dan belajar cara mengelola uang serta menghasilkan uang dengan cara selain bekerja. Apalagi setelah rajin ngikutin storiesnya JOUSKA, dan dapat hint tentang investasi. Tapi I swear, denger kata investasi aja aku udah merasa serem. Bagiku, investasi itu cuma buat orang yang 1.) Pinter banget dan 2.) Kaya banget. Yang ternyata mindset ini salah. Wkwk. Kapan investasinya kalau nunggu kaya, sedangkan investasi adalah salah satu cara menuju kaya.




Jadi, demi punya kondisi keuangan yang lebih baik, aku coba deh belajar soal investasi. Beruntungnya, kemarin ada ajakan ikut kelas mengenal investasi di APIARY Co-Working Space Solo yang baru aja buka, oleh Mr. Melvin Mumpuni, CEO dari Finansialku.com

Apa sih Investasi itu?

Sebelum mulai investasi, ada baiknya jika kita ngerti dulu maksudnya investasi biar nggak salah ambil jenis investasi bodong. Ini penting, karena kemarin pak Melvin bercerita bahwa dari tahun 2007-2010 ada kerugian masyarakat sebesar 105T karena ketipu investasi bodong. Ternyata, masyarakat kita belum benar-benar mengerti apa itu investasi.

Nah menurut Pak Melvin sendiri, Investasi itu ibarat sebuah kendaraan yang kita gunakan untuk mencapai tujuan keuangan.

Analoginya...

Bentuk kendaraan (investasi) ini bervariasi tergantung dari berapa waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu. 10 tahun? 5 tahun? Atau lebih singkat lagi? Tidak ada patokan dan tiap orang punya preferensi yang berbeda, tergantung kebutuhan dan kondisi keuangannya saat ini. Maka, sebelum mulai investasi, perlu sekali membuat rencana keuangan

Perencanaan Keuangan

Kalau investasi ini ibarat kendaraan untuk mencapai tujuan, rencana keuangan itu ibarat petanya, itu kata Pak Melvin. Panduan untuk mengambil jalan. Jadi, penting banget buat tahu kondisi keuangan serta punya rencana keuangan sebelum mulai investasi. Analogi ini bener banget, apalagi aku seorang "planner" yang terbiasa melakukan sesuatu dengan tujuan & rencana matang. Ternyata, soal keuangan dan investasi, juga perlu dilakukan hal yang sama.

Buat rencana keuangan nggak perlu yang susah-susah dulu kok, guys. Bisa dibikin simpel pakai aplikasi finansialku.com. Yang penting tahu, mau beli apa dan dana yang dibutuhkan atau yang dimiliki berapa. Kalau mau advance, kamu bisa mencoba memakai jasa Financial Planner.

Udah ngerti ya dasar investasi itu apa dan buat apa. Sekarang mulai deh milih jenis investasi. Yang disampaikan Pak Melvin kemarin, khusus Investasi Saham dan Reksadana, maka di postingan ini kita kenalan sama dua jenis ini dulu ya :)

INVESTASI SAHAM

Aku nggak kebayang lho kalau aku tuh sebenernya bisa investasi saham. Karena sekali lagi, kukira yang bisa investasi saham itu cuma orang super kaya dan orang super jenius, macam Tony Stark. Saat dikasih lihat bentuk investasi saham, dan ternyata investasi saham itu nggak harus mulai dengan uang ratusan juta dulu, aku baru mendapatkan harapan dan pencerahan. Ya! Karena ternyata harga satu paper saham perusahaan indofood aja berkisar IDR 8.000 dan minimal belinya 1 lot. Alias IDR 800.000. Nggak terlalu butuh duid banyak ya. Buat orang kayak aku bisa nggak buat mulai dulu? Bisa dong pasti! Teman-teman juga pasti bisa :)

Plus-nya lagi, kalau teman-teman investasi sebesar 1 lot saja, teman-teman itu sebenernya berhak lho datang ke RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) di mana direksi akan melaporkan keuangannya dan strategi perusahaan berikutnya, which is itu diadakan di hotel-hotel bintang lima. Naah, mayan kan, kalau datang sebagai investor, bisa jalan-jalan di hotel bagus dan diupload di instagram untuk #PanjatSosial. WKWK. Dasar milenials, mikirnya cuma buat upload di instagram. #nggakgitulahyaaa

INVESTASI REKSADANA

Masih ingat analogi kendaraan yang disampaikan Pak Melvin sebelumnya? Jadi kalau investasi itu adalah kendaraan, perbedaan investasi saham dan reksadana terletak pada : kalau investasi saham kita sendiri yang nyetir mobilnya. Sedangkan kalau investasi reksadana, kita disetirin. Wenak...
Yap, disetirin, karena di investasi reksadana ada manajer investasi yang bakal mengelola. 
Buat ibu-ibu, atau calon ibu... Investasi Reksadana ini perlu banget diketahui, dipelajari dan dipakai untuk membantu mempersiapkan dana pendidikan sang buah hati. Karena kalau cuma nabung aja, uang akan terkena inflasi, sayang banget jadinya. So, daripada cuma nabung doang, kenapa nggak sekaligus di investasikan ke Reksadana? Untuk mempersiapkan dana pendidikan, bisa dibagi perjenjang seperti pada gambar berikut.

TAMBAHAN : INVESTASI DENGAN CRYPTOCURRENCY

Siapa yang belum dengar soal Bitcoin? Mata uang digital ini sedang ramai mulai akhir tahun 2017. Beberapa alasan mengapa orang mulai investasi dengan Bitcoin salah satunya adalah jenis investasi ini bisa dimulai dengan jumlah uang yang tidak terlalu besar. But unfortunately, i'm not the expert of this. Instead, kalian bisa tengok dan mampir di blog-nya Zaga untuk tahu soal bitcoin, cara analisanya serta tips-tips trading di cryptocurrency karena dia udah coba duluan ^_^


TIPS UNTUK MULAI INVESTASI
1. Belajar lebih dalam soal investasi. Apalagi investasi saham, jangan sampai membeli/invest ke saham yang kamu sama sekali nggak ngerti soal produk perusahaannya. WHY? Ya gimana mau untung kalau kamu nggak tahu uangmu itu di-invest buat apa. Untuk belajar, kamu bisa mulai dari baca-baca buku soal investasi. Biasanya yang jadi jujugan investor itu bukunya Robert Kiyosaki. Atau kalau yang mau gampang, baca aja FINCHICKUP karya Farah Dini.
2. COBA! Ya, karena berinvestasi itu kayak naik sepeda, kalau cuma baca mau sampai kapanpun juga nggak bakalan bisa, hihi. Biasanya juga, perusahaan sekuritas punya trial account, kamu bisa memanfaatkan trial account itu untuk mencoba.
3. Ikut komunitas investasi. Tujuannya biar punya temen buat belajar dan bisa tanya-tanya sama yang lebih berpengalaman, dapet tips dari suhu-suhu dan yang terpenting : buat tahu trend terkini!
4. Investasikan uang dengan jumlah yang nggak bakalan bikin sakit hati kalau ilang nanti. Apalagi buat pemula, sebaiknya jangan langsung investasi banyak dulu deh. Soalnya kalau loss, waduhhh, bisa nangis dan jadi galauuu. Jadi, investasikan sejumlah uang yang kalau ilang nggak bakalan bikin kamu kismin dan masih bisa tegar dalam menjalani hidup.

So, sebenernya bisa banget kan kaum milenials suka hedon itu berinvestasi? Malah menurutku harus! Apalagi sekarang harga rumah semakin mahal, cari uang juga susah, gaji segitu-gitu aja, ehhh biaya bersosial meningkat. Kalau nggak mulai investasi tuh rasanya rugi gitu lho.

Gimana, tertarik nggak buat berinvestasi?

Thanks sudah mampir!



Kamis, 08 Maret 2018

Maret 08, 2018

About Me : Feminis Sedari Lahir

Konten ini saya tulis untuk merayakan International Women's Day 2018


"Bu, Bellawati Dityasari itu artinya apa?"
"Dityasari artinya Sarinya Edy & Wati (nama kedua orang tuaku).
"Kalau Bellawati?"
Kali ini bapak yang menjawab..
"Bellawati itu maksudnya membela wanita."

Itu percakapan ketika aku penasaran tentang arti namaku saat aku SD. Saat itu yang paling kucerna adalah makna dityasari. Tapi makna nama Bellawati sungguh sulit dicerna. Maksudnya apa coba, "membela wanita". Mengapa wanita perlu dibela dan dari siapa wanita harus dibela. Apakah dari seorang laki-laki?

Pertanyaan itu baru terjawab sedikit demi sedikit setelah aku memasuki remaja. Sampai di umur 25 tahun ini aku baru bisa memaknai sebagian besar arti namaku dan tentang feminisme. Ya, ternyata aku memang udah "feminis" dari lahir berkat namaku.

Equality & Freedom
Source : Pixabay


Mengapa wanita perlu dibela?

Patriarki. Pandangan sosial tentang wanita membuat wanita terlihat lebih lemah dan menjadi secondary citizen di dunia. Di dunia lho ya, bukan hanya di Indonesia. Aku sering disepelekan, dianggap lemah dan kurang penting hanya karena aku wanita. Aku sering merasa tidak nyaman berjalan sendirian di tempat umum, berkendara sendiri, hanya karena aku wanita. 
Itu masih lebih baik menurutku, daripada hal-hal yang masih belum bisa diakses oleh wanita lain, di beberapa tempat di Indonesia maupun dunia : Kebebasan Belajar dan Berkarya.

Sebagian wanita masih terbelenggu soal kemerdekaannya dalam pendidikan, baik formal maupun informal. Masih ada tetangga rumah yang merasa anak perempuannya cukup sekolah hingga SMP saja, lalu membantu orang tua di rumah, dan dinikahkan.

Masih ada teman perempuan yang cukup belajar sampai SMA, tidak lanjut kuliah karena akan menikah serta ikut suami. Tak apa sih jika tidak bisa mengenyam pendidikan formal, at least para wanita harus merasa ingin terus belajar dari manapun. Dan ternyata tidak semua wanita merasa begitu. Padahal, sebagian wanita akan menjadi ibu, dan ibu adalah guru utama bagi anak-anaknya. Makanya, aku cukup bersyukur aku masih memiliki semangat belajar serta orang-orang sekelilingku yang mendukung aku untuk terus belajar, bahkan menghargaiku sebagai wanita yang berpendidikan.

Soal berkarya, banyak yang merasa karirnya berhenti begitu dia menikah dan punya anak. Banyak yang berhenti mengkaryakan diri atau berhenti mengembangkan potensi diri begitu dia menjadi ibu. 

Jadi kurasa, wanita benar-benar perlu dibela, dalam banyak hal terutama dalam kebebasan belajar & berkarya.


Dari siapa wanita harus dibela?

Tadinya aku berpikir bahwa wanita harus dibela dari laki-laki, but aku menyadari kalau itu salah. We are not supposed to be against men. In fact, we should work with them. Check this amazing speech of Emma Watson about her campaign, He For She.



Cukup lama aku mencari jawaban, dari siapa wanita perlu dibela... Setelah melihat video Emma Watson, aku baru mendapatkan jawabannya. Yaitu wanita perlu dibela dari pandangan, stereotype, sistem yang menyebabkan wanita tidak bisa bebas belajar. Bahkan hal ini tidak hanya penting bagi wanita, namun juga bagi pria.


How I love the idea of #HeForShe, karena kesetaraan gender adalah isu untuk para pria, bukan hanya wanita. Stereotip telah membuat society berpikir, pria tidak boleh lemah, pria tidak boleh merasa sedih, pria tidak boleh memperlihatkan emosi mereka. Hal inilah yang kemungkinan besar membuat para pria tenggelam dalam depresi dan membuat banyak kasus bunuh diri. Para pria telah dituntut oleh stereotip bahwa mereka harus dominan dan agresif, sehingga membuat wanita merasa submisif dan terkekang.



Beruntungnya, aku hidup di tengah-tengah lelaki yang respect terhadap wanita. Bapakku sendiri tidak ambil pusing aku mau sekolah apa, belajar apa, beli buku apa, bahkan di-support. Zaga, juga malah sangat mendukung aku untuk belajar dan berkarir senyaman yang kumau, bahkan juga men-support. Aku punya beberapa teman laki-laki, dan semuanya Alhamdulillah sekali juga respect terhadap wanita, tidak masalah ketika aku melemparkan opini dan malah berdiskusi seru denganku.

But, i know, tidak semua wanita mendapatkan kenyamanan itu.

So, aku berharap, di Hari Wanita Sedunia ini, wanita semakin sadar akan pentingnya diri mereka, pentingnya pendidikan bagi mereka dan pentingnya peran mereka di dunia ini. Juga, aku berharap para pria, mulai memahami bahwa kesetaraan gender ini juga penting bagi mereka, bukan hanya untuk memerangi pria. Women aren't against Men. Let's work together! :)


With Love & Respect for Gender Equality,



---

Ikut Mendukung Gender Equality dengan #PressforProgress di https://www.internationalwomensday.com/PressforProgress










Selasa, 27 Februari 2018

Februari 27, 2018

Pacar nge-game mulu bikin bete? Ini tipsnya!

Ditinggal nge-game sama pacar adalah sebuah cerita klasik. Bagiku :)


*Tips dari Girlfriend of Gamer dengan relationship 9 tahun*




Akhir-akhir ini sering banget nemuin status cewek yang bete ditinggal pacarnya nge game. Bahkan ada yang sampai berantem. Aku jadi merasa bersimpati soalnya pernah banget ngalamin hal serupa : bete ditinggal pacar nge-game terus berantem. Tapi itu dulu. Duluuuuu banget lyke 8 years ago.

Zaga emang gamer. banget.
Bukan gamer yang candy crush atau mobile legend. Apalagi game cak lontong. Dia gamer tingkat akut, sampai hampir nyentuh professional player (kalau dia seriusin). Beli mouse gaming, rig dibagusin, latian biar nembaknya tepat, dsb.
Kalau dia udah nge-game, udah.... lupa makan lupa pacar.

Awal-awal pacaran, sering bete dan berantem gara-gara ditinggalin nge-game muluk. Bisa dibilang sampe jealous sama game. Tapi sebagai partner yang pengertian, aku coba memahami deh hobinya dia sekaligus mencari jalan tengah biar kita berdua tetep sama-sama asik dengan adanya game di antara kita. Karena ga mungkin banget aku nyuruh dia pensi main game lol.

Akhirnya, aku paham banget kenapa Zaga sangat suka game, dan itu bukan hal yang buruk, malah aku menemukan sisi positifnya. Itu passion dia dan sekarang baru ngerasain : manfaat game itu ternyata berpengaruh sama cara dia cari duit (which is bagus banget kan buat masa depan kami berdua). Jadi 8 tahun lalu, aku mulai cari cara agar aku, Zaga dan game tetap berjalan beriringan dengan lancar tanpa hambatan, serta gak ada lagi jealous girlfriend karena game. Daann, sepertinya berhasil dengan baik ya :)

So, aku akan coba share beberapa caraku buat ngehandle relationship ketika pasangan doyan main game, siapa tahu bermanfaat. 

Ditinggal main game sama pacar/suami? Ikut main game aja!

Main Game bareng~
Source : Pinterest

Ya! Ini cara yang kulakukan pertama kali. Karena senewen sering merasa "ditinggal", akhirnya aku minta dia buat ngajakin aku nge-game. Awalnya aku takut dia nolak karena nanti ngeribetin, tapi ternyata dia oke-oke aja, bahkan mengaku seneng & ngeluangin waktu ngajakin ke warnet game, khusus buat ngajarin aku nge-game. Special time. Untung gamenya gampang dimainin, sehari diajarin udah bisa main. Serunya lagi, jadi kenal temen-temen dia di dunia maya dan malah jadi deket banget kayak keluarga jauh.

Me & Zaga, bersama komunitas gaming kami, Superiors666 yang udah kayak keluarga!


Kalau ngedate, kita berdua juga jadi ada pembicaraan terkait game yang bikin kalau ngedate gak bosen karena nyambung banget. Selalu ada hal yang baru, aku tanya hal yg nggak aku tahu dan dia jelasin.

Pacaran & Nikah di Game LOL
Source : dokumen pribadi



Why?

Ternyata, beberapa cowok suka kalau cewek itu bisa belajar hal baru, termasuk game. Rata-rata cewek ogah main dan memandang game sebelah mata. Cuma mainan, padahal butuh skill juga. Jadi cowok suka banget kalau ada cewek yang mau nge-game. Cowok juga punya ego lebih tinggi, mereka suka banget "menjelaskan sesuatu" aka "mansplaining". Jadi, kalau ada cewek belajar nge-game dan tanya ke mereka, mereka akan senang jelasin. Dan aku nyaman banget dengan cara itu, karena aku belajar hal baru plus lebih dekat sama Zaga.

Joke Mansplaining


Kalau nggak suka nge-game gimana?

Jadilah perhatian dan pendengar yang baik. Udah. Sesimpel itu. Walaupun aku bisa nge-game, ada game yang nggak bisa aku mainin, misal CS 1.6 atau CS GO (karena kapasitas otak dan refleksku kurang banget utk game itu, akhirnya puas jadi penonton). Yaa gimana ya, udah nyoba main tapi baru jalan beberapa meter, matikk. Kan zebel. Yodahlah aku cuma nontonin Zaga main tapi tetep memberi perhatian.

Perhatian di sini itu, ingetin makan sama istirahat. Karena gamer itu kalau keasikan lupa apapun. Jangan sambil nyinyir tapi ya, kalau dia belum kebangetan. Biarin aja, kasih ruang (kalau pernah baca "Men are from Mars, Women are from Venus" pasti ngerti). Perhatian juga termasuk nanyain soal gamenya. Aku sering banget tanya "gimana tadi kompetisinya, menang nggak?" buat buka pembicaraan. Habis itu tinggal tanya-tanya hal berkaitan dengan game yang belum kupahami. Oke lagi kalau bikin dia bisa cerita, jadi kita tahu kegiatan dia dan dia juga jadi ngerasa kita interest dengan apa yang dia kerjakan. Ketika dia cerita? Ya dengerin dengan sepenuh hati. Dengan sepenuh hati lho yaaa, kan katanya cintaaaa. Kalau dengerin tapi ga dipahamin apa ceritanya ya itu bukan perhatian & cinta namanya :) 

Mendengarkan dengan Penuh Cinta
source : mantelligence



Why?

Gausah ditanya lah ya. Yang namanya ber-relationship itu saling support. Gimana cara supportnya? Ya baca di atas. Itu adalah bukti support yang nyata. Dan ingat teori mansplaining. Cowok suka menjelaskan, jadi sementara kita rem dulu ego cerewet kita biar gantian siapa yang ngomong. Dengan begitu, kita tetap "satu dunia" sama pasangan walaupun tidak melakukan hal yang dia lakukan.

Wah sulit, aku nggak suka nge-game, males belajar soal game juga, trus gimana?

Hehe. Yaaahh..
Repot juga sih, tapi banyak yang kayak gini. Girls, untuk kalian pahami dulu ya... Game itu salah satu "refreshing" dan "me-time"-nya cowok. Capek sekolah, kuliah atau kerja, pasti kan stress, mereka butuh isi energi kembali dengan cara : nge-game. Dan game ini hanya salah satu cara, ada yang refreshingnya dengan main bola atau yang lain yang dia suka. Jika kita ngelarang mereka buat "recharge energi" mereka, kira-kira bakal gimana, bete nggak? Pasti bete.

Sambil nunggu pasangan nge-game, mending ME-TIME

Biarkan mereka me-time dengan cara mereka, sembari menunggu kenapa enggak kalian me-time dengan cara kalian? Misal ke salon, spa, baca buku atau kumpul-kumpul sama teman2 cewek. Aku paling nggak mau ngajakin Zaga ke Salon dam nyuruh dia nungguin sampai kelar. Buang waktu yang nggak penting. Jadi setiap aku ke salon dan dianterin Zaga, aku cuma minta didrop aja, terus dia ke warnet game terdekat, trus aku minta jemput kalau udah selesai. Lumayan kan, aku dapet me-time dan rileks, Zaga juga bisa me-time dan rileks. Lalu kami berdua ketemu lagi dalam keadaan sama-sama rileks dan happy! Pacaranpun lebih maksimal hahaha. Eh tapi bener lho, ini teori aku ambil dari buku karangan John Gray judulnya Why Mars & Venus Collide.

Ini buku bacaan wajib buat yang ingin hubungannya langgeng dan bahagia!

KESIMPULAN

Intinya adalah (buat cowok) menjaga keseimbangan dan (buat cewek) jangan menggantungkan kebahagiaanmu hanya pada pasangan.

Buat cowok : Menjaga Keseimbangan
1. Main game dengan batas. Jangan lupa kalau kamu punya kehidupan, punya pacar/istri yang butuh perhatian.
2. Sekali-kali libatkan mereka dalam aktivitas kalian (kalau mereka mau). Kalau ternyata mereka bisa jago main game, enak kan? Bisa dijadiin support/healer dan kalian punya aktivitas bersama yang seru.
3. ‎Jangan lupa beri perhatian, kasih kejutan di sela-sela kesibukan. Karena cewek itu terkadang mikir ketika kalian mulai main game terus, kalian sudah bosan dengan hubungan.


Buat cewek : Jangan menggantungkan kebahagiaanmu hanya pada pasangan.

Ini teori yang lagi-lagi aku dapat dari John Gray. We girls, bisa bahagia sendiri. Sembari nunggu pasangan kalian nge-game, fokuslah untuk diri sendiri, me-time. Kalau kata John Gray ada 100 cara wanita bisa mendapatkan kebahagiaan sendiri tanpa bantuan lelaki. Banyak kan? Jadi no excuse lah ya. Malah ketika kita udah bahagia, lalu pasangan kita datang untuk membahagiakan kita, rasa bahagia itu akan berlipat-lipat. 

Thank you sudah membaca, semoga tidak galau-bete lagi dan semoga bermanfaat ^_^

Ada yang punya tips lain? Share ya di komentar :D

Selasa, 13 Februari 2018

Februari 13, 2018

ACNE STORY : My Skin Care Routines & How I Defeat My Acne after Doctor/Clinic Treatment (January 2018)

Ini bakalan jadi post yang panjang...


Ini fotoku di bulan Mei 2016, Pakai Make-up foundie dan dekorasi natural. Ada bruntusan dikit di dahi but it's totally okay. Wajah mulusss.



Dan ini fotoku di tahun 2016 – 2017
Jerawat after skincare gak cocok, depresi & bad lifestyle

So much merah-merah dan jerawat, saat pakai krim dokter

Lalu, ini fotoku di tahun 2018, baru saja.
Jerawat nanah no more, tinggal bruntusan & bekas.

Before | After

Satu setengah tahun berjuang untuk memiliki kulit bebas jerawat dan mendapatkan hasil seperti ini, rasanya puas banget. Walaupun perjuangan belum berakhir, karena masih ada bruntusan, jerawat dan bekas jerawat, aku cukup bangga dengan diriku (dan teman-teman yang membantuku) karena berhasil membersihkan wajah ini lebih baik dari dokter kulit yang pernah kudatangi! Yay! Percayalah, lepas dari jerawat nanah yang membekas itu sulit sekali.

Jadi aku ingin share sedikit tentang bagaimana caraku membersihkan wajah dari jerawat parah sehabis dari klinik/dokter, mungkin bermanfaat bagi teman-teman yang sedang galau soal jerawat.

Awal mula petaka : Nggak cocok pakai Acne Night Cream ini. Kenapa ada 2? Karena ada temen yang nggak cocok juga, lalu ngumpulin buat disimpen dan sebagai pengingat. Haha.

Sebelumnya aku cerita sedikit soal kondisiku. Berawal dari ngikutin saran dokter klinik kecantikan untuk upgrade ke produk yang lebih mahal, mukaku beruntusan parah. Ternyata yang lebih mahal belum tentu bagus. Habis itu, muka tambah parah saat berobat ke dokter kulit SPKK. Ternyata lagi, dokter kulitpun nggak melulu tahu apa yang terbaik bagi kulit kita. Jerawatku tipe jerawat nanah dan radang. Dan kulit wajahku adalah kulit wajah yang sensitive, kecubit dikit, merah dan bengkak. So, nggak heran kalau bentuknya kayak foto di atas. Dan rasanya sakit + gatal banget, sangat menyiksa. Sudah mencoba semua produk, tapi nggak ada yang berhasil. Setelah riset, ternyata pemicu jerawatku bukan hanya dari salah pakai produk. Tapi dari LIFESTYLE-ku yang benar-benar nggak sehat, mulai dari sering makan makanan manis, makan DAIRY product hingga saat itu sempat overdosis kafein.


Nah, apa aja sih yang aku lakukan sehingga wajahku terlihat lebih bersih dari sekarang?


Yap, gabungan dari ketiga kebiasaan itulah yang berhasil membuat wajahku membaik dari jerawat-jerawat itu. Nggak sesimpel pakai produk apa atau perawatan di mana. Ternyata masalah jerawatku lebih kompleks dan lebih membutuhkan perawatan ekstra. So, mari mulai kita bahas satu persatu poin-poin cara menyembuhkan jerawat ini!

SKIN CARE ROUTINE KULIT BERJERAWAT (SETELAH DARI DOKTER)




Aku belum full pakai 10 step Korean skin care karena belum nemu aja produk yang cocok, masih cari-cari untuk peeling & serum. Jadi sambil jalan, aku pakai beberapa step yang essensial untuk perawatan wajah. Dari beberapa step itu, MASKER punya pengaruh yang signifikan, karena mukaku nggak akan se-clear itu kalau nggak maskeran.

So, hayuk bahas satu per satu produknya!


PS : Ini yg updated version, Wonder Pore Foamnya habis hihi


Cleansing : Cetaphil Gentle Skin Cleanser





Kayaknya banyak ya yang setuju kalau produk ini termasuk Holy Grail sejuta umat? Ketika lepas dari krim dokter, untuk membersihkan wajah aku pakai Cetaphil ini karena punya formula yang sangat-sangat-sangaaaatttt ringan! Bahkan saat pakai, nggak ada busa sama sekali. To be honest, awal-awal pakai Cetaphil ini aku nggak merasakan perubahan yang signifikan. Kulitnya ya sebatas bersih aja, tapi jerawatnya nggak berkurang. Jadi fungsi Cetaphil ini memang benar-benar untuk membersihkan wajah tanpa bikin kering. Cetaphil sering banget kupakai untuk pagi hari, atau siang hari kalau kulitku kotor/berminyak. Sengaja beli yang langsung gede, ukuran 500ml biar awet hihi. Aku juga suka bawa Cetaphil ini kemana-mana dalam botol kecil, karena bisa dipakai tanpa bilas pakai air. So ini produk yang traveling friendly banget, gak ada alesan nggak cuci muka karena nggak ada air, hihi.

Cleansing : Wonder Pore Facial Foam Cleanser

Lho, kan sudah pakai cetaphil? Kok masih pakai wonder pore lagi? Karena cetaphil itu fungsinya cuma membersihkan, aku kurang puas dengan hasilnya. So, aku tambah pakai wonder pore facial foam cleanser ini dan aku pakenya ketika malam hari. Karena kan ini deep cleansing, jadi kotoran debu polusi yang ada di muka, bisa keangkat oleh wonder pore. Selain itu, aku pakai wonder pore ini karena aku curiga, di kulitku ini banyak demodexnya :o

Reaksinya di kulit enak banget! Dia halus, sedikit ada scrubnya da nada sensasi dingin dari mint. Kontranya adalah kalau pakai ini, bekas jerawat yang berupa kulit mati bakal langsung keliatan kayak ngelupas-ngelupas, jadi jijik gitu lho. Tapi aku tetap pakai karena rasanya bersih banget setelah pakai ini di kulit apalagi dia ada sensasi refreshingnya.

Tapi, karena wonder pore facial foam cleansernya habis, double cleansingnya aku ganti pakai biore cleansing oil. Jadi biore dulu baru cetaphil~

Toner : Wonder Pore Freshner 10in1





Nah, lanjut ngomongin demodex, jadi demodex itu kutu yang tinggal di wajah manusia tepatnya di pori-pori. Orang yang memiliki kulit acne prone ternyata punya lebih banyak demodex di kulitnya dibanding orang yang wajahnya mulus-mulus aja. Si demodex ini kecil, suka makan sisa skin care atau make up, ngerusak pori dan pup di kulit kita jadi bikin wajah gampang minyakan dan gatal tanpa sebab. Hiiy, geli ya! Salah satu alasan kenapa aku pakai wonder pore adalah aku curiga mungkin koloni demodex ini banyak banget di wajahku sampai-sampai apapun produk skincare yang kupakai nggak guna karena dimakan monster pori ini.

Toner ini kupakai setiap habis bersihin muka. Awal-awal emang nggak ngerasa pengaruh apa-apa. Kayak biasa aja gitu. Tapi setelah habis separo, aku mulai menyadari kalau minyak diwajahku nggak begitu banyak, gatal-gatal nggak jelas di wajah juga jauh berkurang. Sepertinya, demodex di kulit mulai berkurang dan jerawat juga nggak terlalu banyak nyamperin. TOP ABIS!


Moisturizer : Nature Republic Aloe Vera Soothing Gel


Setelah cleansing + toner berhasil, aku mulai nambah moisturizer. Karena trauma sama krim malamnya Larissa, aku nggak mau pakai moisturizer yang thick dan lengket begitu. Kebetulan, NR Aloe Vera lagi booming banget kan ya dan banyak banget beauty blogger yang nyaranin ini untuk mengurangi bruntusan. Ya sudah deh, aku coba pakai NR Aloe Vera sebagai moisturizer karena formulanya ringan. Dan, setelah pakai ini aku merasa kulitku lebih baik, kinclong dan beruntusan cukup berkurang. Aku pakai NR sebagai moisturizer di pagi dan malam hari setelah pakai toner tanpa perlu dibilas. Tapi aku pakainya tipis-tipis banget.

Acne Lotion : La Tulipe Acne Lotion


Nah karena masih ada jerawat-jerawat yang muncul, terutama kalau aku nggak bisa nahan diri makan makanan yang manis, minum susu atau memang lagi mau dapet, aku pakai La Tulipe Acne Lotion untuk membantu mengeringkan jerawat. Pakenya biasa, aku totol-totol aja di area berjerawat atau aku pake semuka tipis-tipis kalau emang jerawatnya banyak banget (awal-awal banget nih pakenya kayak gini).

MASKER : Innisfree Super Volcanic Clay Mask, DIY Green Tea Mask & Sheetmask

Dari skin care routine yang aku pakai, hal yang paling memberikan perubahan signifikan adalah MASKERAN TIAP MALAM. Like, tiap malam banget. Untuk ukuran orang yang mager kayak aku, ini suatu hal yang teramat sulit. Pengennya pulang kerja langsung blek tidur gitu ya. Tapi ini kudu bersih-bersih dulu, nyiapin masker, dan nunggu 30-45 menit maskernya kering, bilas dan baru deh bobok. Apalagi maskerannya DIY cinn! But demi kulit yang lebih bersih dan sehat, aku lakukan semua itu hahaha (sambil nonton serial-biar ada semangat buat maskeran).

So yeah, biasanya aku pakai bermacam-macam masker, tergantung saat itu kulit lagi gimana.

Aku pakai Innisfree Super Volcanic Clay Mask kalau ngerasa kulit wajah ini butuh deep cleansing, habis naik motor di belakang truk dengan asap item misalnya. Hasilnya, enak sih, kulit jadi halus, lebih cerah dan bruntusan juga berkurang. Untuk jerawat, nggak langsung kelihatan, kudu rajin banget pakai dan seminggu kemudian baru kelihatan. Masalahnya ini masker kan nggak bisa dipakai tiap hari kan yaa, jadi ya seminggu dua kali aja.

Yang bikin muka ini membaik, sejujurnya adalah DIY Green Honey Tea Mask! Saat itu aku pernah lagi curhat-curhatan skin care sama Tatitya, dia dulu acne prone tapi sekarang kulitnya bagus banget (masih ada harapan lah ya buatkuuu). Nah, dia bilang, mungkin saat ini kulitku lagi nggak bisa pakai produk-produk yang berbahan kimia karena saking sensitifnya. Maka, dia saranin aku untuk pakai skin care yang bisa dimakan juga, alias dari bahan-bahan natural. Patut dicoba!



Aku langsung beli Green Tea Kepala Djenggot yang banyak di minimarket itu, pakai buat nyeduh dan buka teabagnya untuk mengeluarkan greenteanya. Nah, daun bekas seduhan greentea ini aku campur dengan madu murni (ingat madu murni ya), dan aku pake buat maskeran, tiap hari! Ketika dipakai, rasanya gatal-gatal di wajah yang berjerawat, tapi aku tahan. Setelah 30 menit, bilas dan rasanya wajahku jadi enteng, cerah. Dua hari kemudian, jerawat dan bruntusan mulai mengering dan setelah dua minggu pakai, aku melihat bekas jerawat yang merah-merah mulai memudar. I never felt this happy about my face. Nggak sia-sia perjuangan malem-malem melek buat pakai masker! Cuma rada ribet, sekarang malah seringnya pakai air seduhan greenteanya, cemplungin Compressed Sheet Mask lalu tempelin udah. Walaupun lebih jauh efeknya, enakan dari daun ditempel ke muka. Masih cari-cari lagi gimana caranya biar simpel haha!



Masker ketiga adalah SHEETMASK. Untuk sheetmask, ini aku pakai kalau aku in a rush, kemaleman atau kondisi nggak memungkinkan untuk bikin DIY Green Tea Honey/Sheetmask seduhan. Sheetmasknya pun nggak yang mahal, aku pakai dari foodAholic dan Rorec. Tapi hasilnya menurutku udah cukup bagus. Aku suka sensasi kenyal, lembab dan cerah di pagi hari setelah malamnya pakai sheetmask.

DIET


Diet? Nggak makan dong? Bukaaan. Diet yang aku maksud adalah mengatur pola dan jenis makanan yang aku konsumsi sehari-hari. Karena kebiasaan makan manis dan makan produk dairy-ku ini menjadi salah satu kunci terbesar tumbuh suburnya jerawat. Jadi yang pertama aku lakukan adalah mengurangi semua makanan pemicu jerawat.

Hal ini juga nggak langsung ketemu formulanya lho! Karena aku trial & eror cukup lama sembari mendengarkan saran banyak orang. BANYAAAAAAAKKK BANGET! Jadi nih, ada yang saranin makan banyak sayur, bener kan ya makan sayur yang banyak membuat wajah jadi sehat dan mengurangi jerawat. Akhirnya aku pesen Catering Sehat yang isinya salad sayur dikasih mayonaise enaaaaakkk banget. Tiiiiaaaappp hari makan begituan tapi jerawat nggak sembuh-sembuh, malah subur dan makin subur. Dan aku baru menyadari kesalahan dietku ketika dikasih tahu istrinya Mas Bayu (doi infuencer fitness yang struggle dengan jerawat, cek di @bayuajiefit) kalau Mas Bayu berhasil bebas jerawat karena stop makan Dairy Product. Which is itu Susu, Keju, Mayonaise.

Then I know what I did wrong.
Bukan berarti salad sayurnya tidak bekerja dengan baik.
Tapi makan salad sayur PAKEK MAYONAISE, DAN ITU TIAP HARI.

Baiq. Okeh. Fain.

Aku benar-benar mengurangi minum susu sapi, makan keju, mayonnaise, dan mengurangi kadar gula yang aku konsumsi. Memperbanyak makan sayur dan buah. Awalnya berat lho, berat banget! Karena sedari kecil aku tidak dibiasakan makan sayur, tadinya enek dan mau muntah kalau makan sayur, doyan makan sayur gara-gara dikasih mayonaise dulu. Tapi demi kulit yang lebih sehat, aku paksain deh tuh makan sayur tanpa mayonaise walaupun enek. Gini amat Ya Allah....


LIFESTYLE


Semua skin routines diatas, tidak akan berlaku jika DIET dan LIFESTYLE masih berantakan. Seriously. Karena akar masalah jerawatku tidak hanya di wajah, tapi dari kebiasaan, dari dalam tubuh dan pikiran kita. Jadi, selama bertarung dengan acne, hal-hal yang aku lakukan adalah :

1. Selalu pakai masker saat mengendarai motor. Kalau pakai mobil sih lain cerita yaa. Tapi kalau kalian naik motor, coba bayangkan berapa banyak debu dan polusi yang akan hinggap di wajah kalian. Terlebih lagi kalau wajah kalian tipe wajah yang berminyak. Kotoran atau asap kendaraan lain akan menempel di wajah dan membuat pori-pori tersumbat akhirnya menimbulkan jerawat. Sehingga pemakaian masker wajah sangat dibutuhkan. Dan kalau pakai helm, usahakan kaca helmnya ditutup ya, untuk lebih melindungi wajah dari debu/asap kendaraan secara langsung.

2. Cuci HELM minimal sebulan sekali. Apalagi kalau sering kena air hujan. Helm yang basah dan lembab adalah sarang bakteri dan kuman, yang dapat memicu timbulnya jerawat. Sepele kan ya? Tapi ini ngaruh banget lho. Kalau aku telat cuci helm dan bau, biasanya jerawat akan muncul di area dahi, pelipis dan pipi yang dekat dengan rambut, di mana itu adalah garis luar helm yang bersentuhan dengan kulit. Mau pakai skincare model gimana, kalau helmnya kotor ya tetep aja jerawatan neng!

3. Tidur cukup. This help you so much! Kerasa banget kalau tidur kurang + stress, paginya pasti deh dapat banyak jerawat baru. Jadi, buang jauh-jauh deh itu ungkapan “Tidur hanya untuk orang yang lemah!” atau ketika bos kamu bilang “Kalian itu kerja ya yang total, jam 11 – 12 kalau ada diskusi atau klien, ya dijawab.” Maap-maap nih ya pak bos, kalau saya dapat tunjangan skincare karena kerja lembur sih gapapaaa… Tapi kalau enggak? Saya lebih sayang kesehatan tubuh dan kulit saya. Skin care mahal lho, apalagi yang organic.

4. Hand off the Face. Dilarang megang-megang muka! Duh ini kebiasaan yang sulit untuk dilakukan. Karena biasanya kalau aku udah dalam mode “mikir”, tangan ini langsung megang pipi, jidat dan dagu. Itulah yang bikin jerawat ini nggak kelar-kelar ye kann. Jadi, atas saran salah seorang teman, aku baca tissue kemana-mana, jadi kalau muka gatel, usep-usep pake tissue bersih.

5. Be a positive person, jauhi hal-hal negative yang bikin marah. Inhale & exhale. Ini sesuatu yang sepele tapi penting banget. Kalau stress, wajah akan memicu lebih banyak minyak dan minyak ini bercampur dengan kotoran, clogging pores dan akhirnya timbulah bencana jerawat yang tidak berkesudahan. Jadilah saya sering baca quote yang positif, mencoba menjalin hubungan dengan orang-orang yang berpikiran positif serta menghindari bergaul dengan orang-orang yang negative. Di bilang "sok baik" biarinnnnn, positif ajahh.. dimarahin mulu, dibilang ini itu, biariiinnnnnnnn, mereka yang ngomong juga nggak ngebayarin skincare routine kamu. Hihi



Credit to person who help me with this struggle of fighting acne

Fitri Andiani, sesama acne prone yang kasih rekomen produk, tips lifestyle banyak soal acne
Bayu Ajie, sesama acne prone yg menjalani hidup sehat dan punya tips fitness yang amazing.
Ladrina Bagan, yang ngajarin biar doyan makan sayur.
Tatitya, sesama acne prone yang sekarang kulitnya udah mulus, makasih dikasih greenclay.
Priscillia Panti, yang membimbingku untuk stay positive.
Zaga, yang sabar dengerin keluh kesah soal jerawat walaupun nggak ngerti ya sayang yaaa, sama kasih subsidi biaya skincare hihihi...



Tuh kan, nggak segampang itu nge-clear in wajah. Prosesnya panjang, butuh trial & eror. Nggak semua saran masuk, tapi tetep kudu dengerin saran-sarannya, pilah pilih yang sesuai.

Semoga kamu mendapatkan pencerahan tentang melawan jerawatmu ya! Feel free to comment & share about your struggle! Nemu produk bagus atau saran bagus? Komen juga ya!


Sabtu, 06 Januari 2018

Januari 06, 2018

4 Jenis Karir di Media Sosial yang Cocok Banget Buat Millenials!

Sekarang ini, siapa sih millenials yang enggak main-main media sosial? Hampir semua milenials menggunakan media sosial setiap hari, ya nggak? Hal ini membuat banyak perusahaan dan brand meng-consider untuk memiliki aset media sosial sebagai sarana untuk menyasar generasi yang juga disebut kids jaman now.

Nah, biasanya yang ngerti banget soal kids jaman now adalah mereka sendiri. Jadi, karir-karir ini hot banget untuk kalian isi karena kalian akan lebih mudah mempelajarinya dibanding mereka generasi X atau baby boomers. Buktinya, akhir-akhir ini kalau membuka website atau sosmed lowongan kerja, banyak sekali lowongan untuk posisi di media sosial, karena ya jelas, posisi ini sedang dibutuhkan dan orang yang jago di bidang ini nggak banyak. Rata-rata sih namanya Social Media Admin atau Social Media Specialist. Ada juga Social Media Strategist atau yang baru banget adalah Social Media Analyst. Itu kerjanya ngapain ya? Cuma main-main sosmed doang kan? Kalau itumah semua anak milenials juga bisa.

Eits, tapi nggak segampang itu lho kerja sebagai -oh-so-called- Social Media Specialist. Posisi ini belum memiliki jurusan khusus yang diajarkan di kampus, membuatnya memang bisa diisi oleh siapa saja yang ngerti soal media sosial. Namun, dunia media sosial membutuhkan skill-skill khusus yang nggak semua orang bisa memenuhinya, apalagi untuk posisi yang lebih tinggi seperti Social Media Strategist dan Social Media Analyst. Saat masih menjadi Social Media Strategist, aku kerapkali dibilangin orang “Enak tuh kerjaannya Bella sama Pe (my bestfriend), tiap hari cuman mainan Facebook sama Twitter.” (jaman itu twitter masih jaya ya). Kami berdua saat itu hanya mengutuk di dalam hati sembari mengoleskan concealer ke mata panda kami yang makin hitam karena sering lembur bikin strategi sosmed.

Ekpektasi Berkarir di Media Sosial

Emang gimana sih kerjaan posisi-posisi Social Media? Makin ke sini, pekerjaan untuk social media makin bermacam-macam karena ilmu serta jobdecs-nya makin berkembang. So, aku akan coba jelaskan satu-persatu posisi yang general ada sekarang ini.

Social Media Strategist

Posisi ini acap kali ditemukan di Digital Advertising Agency atau di Brand yang udah Digital-Minded. Namanya terdengar sangar dan betul-betul bikin bangga menyandang nama ini, plus bikin pusing kalau menjawab pertanyaan “kerja jadi apa?” di pertemuan saudara atau keluarga besar. Tapi pekerjaannya memang sangar kok. Kalau dilihat dari namanya, Social Media Strategist artinya adalah orang yang jago bikin strategi di Media Sosial. Wuih, kayak Sun Tzu si jagoan strategi perangnya China ya? Bisa jadi :)

Nah, tugas-tugas seorang social media strategist ini antara lain :

  • Membuat dan bertanggung jawab dalam perencanaan konten dan media sosial. Dalam hal ini, yang bersangkutan harus pintar riset (kepo), menganalisa data serta membuat rencana berdasarkan data untuk mencapai tujuan pemasaran di media sosial. Harus banget mencapai tujuan? Harus! Karenanya, seorang Social Media Strategist nggak hanya kudu pinter riset, tapi memahami betul tentang marketing, komunikasi, dan mengenai digital media. Terutama bagaimana habit orang-orang sekarang dalam bermedia. 
  • Membuat strategi konten untuk mencapai tujuan komunikasi. Selain strategi media sosial, Social Media Strategist juga bertanggung jawab untuk membuat strategi konten yang baik dan nanti akan dijalankan oleh timnya.
  • Mengawal tim untuk melakukan eksekusi sesuai rencana yang telah dibuat. Dalam hal ini, Social Media Strategist bukanlah orang yang membuat konten, melainkan orang yang focus dalam membuat rencana dan menggali informasi. Tapi bisa juga dia yang membuat kontennya. Namun dalam beberapa hal, Social Media Strategist tetap bertugas sebagai leader projectnya karena dia yang paling tahu soal informasi produk dan rencananya di media sosial.
  • Melakukan monitor atas segala aktivitas media sosial baik milik brand maupun kompetitor. Harus tahu, bagaimana feedback audience terhadap konten serta apa yang dilakukan kompetitor di media sosialnya. Apakah strategi dan kontennya berhasil menggaet audience? Jika tidak, alasannya apa? Sekali lagi, kepo adalah senjata utama.
  • Membuat report dari aktivitas yang dilakukan dan membuat strategi improvement. Praktis, seorang Social Media Strategist kudu tahu caranya membaca data dan statistik, serta menerjemahkannya. Tak sampai situ, dari data tersebut, dia harus mampu membuat kesimpulan dan perbaikan yang perlu dilakukan.
Ternyata banyak ya tugas utamanya? Itu belum detail lho, dan belum masuk ke pembahasan brand apa yang dipegang. Karena, Social Media Strategist harus menguasai informasi produk yang jadi tanggung jawabnya. Misal soal motor, dia harus tahu banyak soal otomotif agar bisa membuat strategi yang pas untuk produk motor tersebut. Wah, wah, ternyata bukan sekedar “mainan facebook dan twitter” aja kan?


Social Media Officer

Nah kalau udah ada yang bikin strategi, siapa yang bikin konten dan ngepost kontennya? Siapa lagi kalau bukan Social Media Officer. Biasanya Social Media Officer ini bekerja sama dengan Social Media Strategist. Posisi mereka juga nggak kalah penting karena strategi nggak akan jalan tanpa mereka. Mereka bisa dibilang sebagai garda depan sebuah brand karena merekalah yang langsung berinteraksi dengan customer brand. Maka, posisi ini juga merupakan sebuah posisi yang membanggakan walaupun sering dipanggil “Min,” sama audiencenya.

Tugas utamanya antara lain :
  • Membuat konten turunan dari strategi yang telah dibuat oleh Social Media Strategist. Basicnya adalah content writer, tapi beda lho nulis artikel untuk blog dengan social media. Di social media (apalagi di twitter), Social Media Officer kudu memperhatikan format konten serta seberapa banyak karakter yang ditulis. Kalau kepanjangan bosen, kependekan bikin infonya kurang diterima. Kalau ada yang baru banget jadi Social Media Officer, biasanya punya permasalahan di sini, format penulisan mereka kurang “sosmed”. Kadang ada yang bikin satu post isinya banyak banget kayak mau bikin konten satu minggu (pengalaman nyata).
  • Melakukan posting konten. Nah, ini basic sih ya. Tapi masih banyak lho yang nggak tahu caranya posting konten atau melakukan penjadwalan. Jadi, jangan meremehkan tugas posting konten yha! Kalau nggak tahu caranya, bisa-bisa salah posting konten jadi jam 1 malam yang bikin dibully netijen Indonsia dan dimarahin klien serta bos!
  • Menjawab pertanyaan dan feedback yang didapatkan dari audience. Ini yang sedikit menguras tenaga, apalagi kalau sosmednya rame. Dengan mudahnya digital, setiap orang inginnya dibalas cepet maksimal 5 menit. Maka Social Media Officer adalah orang tersibuk dalam mengecek notifikasi yang masuk untuk membalas pesan-pesan dari audience tersayang! Mereka adalah orang tersabar yang dengan ramah tetap menjawab pertanyaan tentang harga yang jelas-jelas gede banget tertulis di visualnya (curhatan seorang teman SMO).
As for starter, kalau ingin terjun di karir media sosial, mungkin akan lebih mudah jika kamu mengawalinya sebagai Social Media Officer lalu belajar untuk naik sebagai Social Media Strategist.

Selain dua posisi diatas, ada juga sebutan Social Media Specialist yang merupakan gabungan Social Media Strategist dan Social Media Officer. Lho kok kerjaan dua orang dikerjain satu orang? Banyak banget dong? Engga juga sih, tergantung kebutuhan brand-nya. Kalau nggak terlalu banyak, satu orang yang melakukan management social media sudah cukup. Tapi kalau ingin maksimal karena apa yang di-manage banyak, sebaiknya dipisah jadi Social Media Strategist dan Social Media Officer.


Social Media Analyst

Akhir-akhir ini aku sering melihat lowongan sebagai Social Media Analyst bersliweran di website lowongan kerja. Tahun lalu, posisi ini masih jarang ada yang menggeluti. Ternyata makin banyak dan makin ramenya social media digunakan oleh masyarakat dan perusahaan, diperlukan orang yang bisa menganalisa data di media sosial. Apalagi ditambah makin kompleksnya data yang berkembang, misal Instagram yang sekarang sudah ada statistiknya.

Apa saja sih tugas-tugasnya?
  • Melakukan monitoring dan pengambilan data di media sosial. Data tersebut antara lain reach, impression, engagement, follower growth, unfollower, audience demography dan banyak lagi. Dia juga harus tahu bagaimana cara mendapatkan datanya, apakah itu menggunakan tools di media sosial atau tools-tools tambahan lainnya.
  • Melakukan analisa terhadap data yang didapatkan. Dari semua parameter data yang ada, Social Media Analyst harus bisa menganalisa dan menyimpulkan sehingga bisa digunakan untuk membuat strategi selanjutnya.
  • Membuat report berdasarkan data tersebut. Report ini nggak sekedar nemplokin data ke laporan, tapi kudu bisa terbahasakan dengan baik.
Sekilas gampang ya kelihatannya, Cuma monitoring, analisa terus bikin report. Tapi nggak segampang itu, guys. Kalau kalian nggak suka lihat data dan nggak teliti, pekerjaan ini bisa jadi berat bagi kalian. Belum lagi kalau ketemu data yang banyak dan harus diolah. Perlu kesabaran dan ketelitian tingkat tinggi untuk bisa menguasai bidang analisa media sosial. Tertantang?


Social Media Community Manager

Salah satu pekerjaan penting dalam melakukan manage media sosial adalah memahami dan berinteraksi dengan audience. Saat ini, perilaku konsumen bisa menjadi sangat segmented dan tidak mudah meng-engage audience. Nah, cara untuk meng-engage audience adalah mendekati komunitas atau membentuk komunitas. Maka dari itu, perusahaan/brand terkadang membutuhkan orang yang jago dalam me-manage komunitas di media sosial. Akhirnya posisi Social Media Community Manager ini lahir.

Tugas-tugasnya antara lain :
  • Membuat komunitas di media sosial atau mendekati komunitas-komunitas di media sosial.
  • Menjalin relasi dengan anggota komunitas di media sosial.
  • Membuat aktivitas untuk komunitas di media sosial agar mereka engage dengan brandnya.
  • Memaintain komunikasi dan citra brand dengan anggota komunitas.
Sounds simple? Bagi yang memang suka foruming, ngobrol dan ketemu banyak orang, mungkin posisi ini cocok buatmu. Tantangannya adalah dengan membuat anggota komunitas mengikuti apa yang kamu lakukan. Kamu juga harus bisa jadi opinion leader dan influencer sesuai dengan tujuan brandnya.

ooo

Karir di dunia digital memang terus berkembang. Ada posisi-posisi yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan bakalan eksis. Tapi begitulah, dunia digital memang cepat sekali berubah. Kalau kita tidak meresponnya dengan cepat, kita akan ketinggalan.

So, gimana? Pengen berkarir di bidang Social Media? Atau malah sudah nyiapin CV untuk melamar posisi di atas? 

Thanks sudah mampir, semoga bermanfaat.

Selasa, 02 Januari 2018

Januari 02, 2018

Refleksi 2017 : Rebuild The Future

Mengawali 2017 kemarin dengan menulis refleksi, dan melanjutkan kebiasaan itu. Aku berharapnya apa yang aku tulis menginspirasi teman-teman dalam kehidupan dan tantangan masing-masing.
Memasuki 2017, aku merasa sedang dilanda yang namanya “quarter life crisis”. Di mana aku merasa stuck, bingung dan kehilangan jati diri. Akhir tahun 2016 adalah masa di mana aku menekan tombol RESET dan sepertinya 2017 adalah masa di mana aku berusaha membangun reruntuhan hidup kembali.




Get My Confidence Back!

Awal tahun 2017 aku jadi makhluk yang paling nggak PD sedunia. Oke, terdengar lebay, tapi rasanya benar-benar begitu. Aku takut ketemu orang yang belum kukenal, bahkan aku sampai takut keluar kamar kos untuk bertemu orang, even itu tetangga kos. Depresi dan anxious parah. Gejala ini berangsur mereda setelah aku mencoba untuk olahraga Yoga. Namun itu aja nggak cukup, aku masih belum pede dengan diriku sendiri dan rasanya nggak enak banget. Suatu hari aku diajak untuk jadi pembicara mengisi workshop di salah satu perguruan tinggi Yogyakarta. Ironis banget kan, lagi nggak pede sama sekali tapi kudu pede tampil jadi pembicara. Aku jadi merasa awful dan tertantang untuk memperbaiki ini, lalu langsung ikutan Public Speaking Intensive Class di SWARAGAMA Training Center. Di situ kelihatan banget aku nggak pede karena pas test ngomong di depan kelas, aku selalu melihat ke bawah. Benar-benar ngawur rasanya. Tapi, setelah beberapa pertemuan, aku menemukan kata-kata ajaib yang bikin rasa percaya diriku balik lagi seketika. Langsung ada perbedaan besar setelah aku ikutan public speaking class tersebut and yep, here I am, starting to trust myself more and get my confidence back again! 

Belajar mencintai diri sendiri

Yang itu nggak mudah. Musuh terbesar kita adalah diri sendiri, diri kita tahu kelemahan dan mimpi terbesar kita sehingga kita sangat rapuh dan mudah kalah olehnya. Dan di 2017 aku berusaha banget buat mencintai diri sendiri dengan beragam cara. Awalnya berat ternyata merubah mindset bahwa aku patut dicintai, karena selama ini aku mencari pengakuan orang lain tentang diriku sehingga lupa mengakui kekuatan diri sendiri. Aku konsultasi dengan banyak orang, berbagi cerita dengan teman-teman dekat yang ternyata sedang mengalami hal yang sama. Aku sering menghabiskan waktu untuk berkontemplasi dengan diri sendiri, apa kekurangan, apa yang bisa dipelajari dari kesalahan, melihat hal-hal yang mampu kucapai dan memberi reward kepada diri sendiri. Apalagi ketika aku menemukan buku bagus banget berjudul Berdamai dengan Diri Sendiri karya Muthia Sayekti. Buku ini benar-benar buku yang aku perlukan untuk semakin mencintai diri sendiri dan berdamai dengan konflik batin sehingga aku bisa berkarya lebih baik lagi.

Found Myself Again

Akhirnya, setelah berhasil mencintai diri sendiri, aku menemukan diriku lagi. I embrace my weirdness-es, my geekness and my own opinion because that’s made me who I am. Cat rambut pakai peekaboo style, diwarnain MERAH yang itu totally different. Ganti wardrobe, embrace my pinkish tone, sampai rasanya semua yang nempel warnanya pink! Ternyata, it's satisfying ketika aku mendengarkan diriku sendiri dan melakukan apa yang aku suka (selama ini aku cuma fokus membuat kebahagiaan untuk orang lain).

Move to SOLO dan RESIGN 2 Kali

Pulang ke Solo ini diawali dengan perasaan nggak ikhlas karena hidup di JOGJA benar-benar hidupku. Kotanya, orang-orangnya, cara berpikir orang-orangnya, rasanya soul-ku udah jogja banget. Tapi, demi mempersiapkan masa depan dan kebutuhan untuk lebih dekat dengan keluarga nggak bisa ditunda, akhirnya memutuskan untuk pulang ke Solo (dengan persiapan yang panjang). Ternyata mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion dan kapasitasku di Solo itu susah! Sehingga aku resign dua kali. Untuk seukuranku yang biasanya sabar dan setia, pindah kerjaan dua kali dalam waktu setahun itu cukup mencengangkan (LOL).

Getting Closer To Those People who Love Me

Selain lebih dekat dengan keluarga, tahun 2017 adalah tahun di mana aku lebih sibuk chatting dengan beragam orang. Aku re-connect dengan teman-teman lama, bertemu dengan banyak teman-teman baru yang sangat menginspirasi. Masing-masing orang yang aku temui memberi beragam pembelajaran yang berharga, terutama tentang kehidupan. Dan aku menghargai setiap koneksi yang terjalin dengan mereka. Rasanya fulfilling banget bisa bertemu dengan banyak orang hebat dan baik, thus grateful karena Allah mengirimkan orang-orang sebaik mereka untuk membantuku.

ooo

2017 memberi pelajaran berharga, tentang membangun kembali apa yang sudah rusak di tahun sebelumnya. Dan perjalanan ini masih panjang, masih banyak yang harus dibenahi dan dipelajari karena sesungguhnya hidup itu terus belajar. So, di tahun 2018 aku ingin :

1. Stay true to myself, love myself, selalu bersyukur dan berpikiran positif.
2. More sharing and connect to those beautiful soul. Setiap orang yang kutemui punya pembelajaran yang baik dan jiwa-jiwanya cantik. I want to see more in 2018.
3. Get more wisdom to level up in 2019. Semoga rencana menikah di 2019 dimudahkan oleh Allah.

Terima kasih sudah mampir, semoga 2018-mu diberikan berkah dan pengalaman baru yang bermanfaat untukmu!

Sabtu, 16 Desember 2017

Desember 16, 2017

[Review & Swatch] Emina Creamatte Fuzzy Wuzzy, Mauvelous, Frostbite & Flamingo

REVIEW EMINA CREAMATTE,

Lipcream Ringan untuk Remaja yang Juga Disukai Buibuk

Walaupun hura-hura emina creamatte ini udah lama (dan berarti aku telat banget ngereview sekarang), tapi lipcream ini memang worth to buy dan digunakan sebagai lipstick kesayangan yang dipakai sehari-hari. Jujur, aku baru saja beli lipcream ini setelah ibu-ibu di kantorku tanya rekomendasi lipstick matte yang bagus. Mereka nggak mau Wardah karena formulanya kering. Akhirnya, ting! Aku inget soal emina yang pernah kucoba dan merekomendasikan ke buibuk kantor.

Review & Swatches Emina Creamatte


Fuzzy Wuzzy | Mauvelous | Frostbite | Flaminggo

Packaging



Kalau dilihat sekilas dari packaging-nya, kalian pasti langsung bisa nebak target market emina. Yap, remaja. Dengan desain vector, Memphis art dan warna-warna terang. Aku sih suka banget sama desain packagingnya, jadi nggak aku buang hehe. Untuk lipcream, emina ini ukurannya kecil, isinya hanya 5.5gr. So, emang cocok banget buat remaja karena bentuknya imut. Dari keempat lipcream ini, aku paling suka sama desainnya frostbite dan flamingo!

Applicator

Menurutku, aplikator itu hal yang krusial untuk lipcream setelah warna. Pas awal-awal lipcream merebak (waktu itu Wardah yang booming), aku bingung cara pakenya karena nggak biasa pakai aplikator, apalagi hasil coveragenya langsung keliatan. Aku latihan pakai lipcream pakai Wardah Exclusive Matte Lipcream dan hasilnya nggak ada yang bener, belepotan semua. Sempet mengira kalau aku nggak bakat pakai lipcream hahaha. Tapi setelah ketemu lipcream LT Pro, aku langsung jadi jagoan pake lipcream karena aplikatornya lebih mudah dipake. So yeah, aplikator itu krusial dalam urusan lipcream menurutku.

Nah gimana dengan aplikatornya emina? Walaupun imut-imut dan pendek, sejauh ini aku merasa emina creamatte punya aplikator yang paling nyaman yang pernah aku pakai. Beratnya ditangan pas, jadi kalau memulaskan aplikator bisa rapi karena steady. Yang paling aku suka ada bulu aplikatornya lembut bangeeettt sissss… Bikin nggak belepotan. Top deh!

Swatch & Formula


Nah, ini yang ditunggu-tunggu, swatch! Sebelum melihat swatch bibir, kita lihat swatch tangan untuk perbedaan warnanya ya.

Karena aku milih belinya warna-warna yang lembut jadinya seperti ini. Nomor 2 dan 3 mirip-mirip. Fuzzywuzzy lebih soft dan pucat dibanding mauvelous yang lebih coral-pink. Frostbite lebih terlihat seperti Pink Barbie dan Flamingo lebih merah.

Ketika diaplikasikan di bibir, emina ini lembut banget. Setelah kering, hasilnya ringan (kalau kata orang jawa, ora nggedibel) dan cukup tahan lama. Nggak terlalu transfer ketika dipake minum di gelas dan kalau dipake makan nggak langsung ilang (bukan makan yang berminyak lho ya, kalau minyak banget ya bubar jalan). Tapi tetep ya, ini nggak stay lama, perlu dipulas setelah beberapa saat but no problemo buatku.

Yuk lihat hasilnya ketika diaplikasikan di bibir. Sebelumnya, jangan lupa pakai lipbalm dulu ya!

Notes : Sebagai pemilik wajah acne-prone, saat ini aku tidak menggunakan base-make up seperti BB Cream, CC Cream, Foundie atau Bedak. Lipstick ini aku coba dan pakai di wajahku yang bareface. So, excuse me if you see visible imperfection on my face. Sorry not sorry, I’m not gonna cover it up. Mungkin jika kamu cari lipcream yang oke walaupun dipakai ketika bareface, review ini bisa memberikan sedikit informasi.


Fuzzy Wuzzy



Ini warnanya soft banget di aku, kayak nggak pakai lipstick. Jika dipakai di bibirku, terlihat sedikit hint pink (sedikit banget tapi). Aku suka banget warna ini sebagai lipcream nudes-ku, apalagi aku suka banget pakai baju dengan nuansa soft pink. This color compliments my style so much! And yess, for my barefaced style!

Mauvelous

Awalnya di aku terlihat pucat, tapi masih tetep masuk sama warna kulitku yang tonenya warm. Namun setelah beberapa saat, akhirnya coralnya keluar. Kok coral ya, bukan mauve? Karena warna bibirku, beberapa liptick yang aku coba memang kadang ada yang jatuhnya ke coral/orange, ingat warna lipstick di bibir tiap-tiap orang bisa berbeda. Lipcream ini bikin wajahku terlihat lebih cerah. Warna ini cocok dipakai sehari-hari, buat nomakeup makeup atau buat bareface-an kayak aku. Sepertinya banyak ya yang suka dan cocok sama warna ini, jadi kalau mau beli lipcream emina yang warnanya aman, pilihlah Mauvelous!

Frostbite


Nah, ini salah satu warna favorit, aku nyebut shade begini itu pink Barbie. It goes really well di aku. Warna ini agak mirip dengan Wardah 03 Pink Me, tapi lebih blu-ish. Setelah nemu warna ini, sepertinya I’m ready to toss Wardah Pink Me away, karena formulasinya (dan aplikatornya) lebih nyaman bagiku. Frostbite cocok buat dipakai sehari-hari even for bareface mode. Dipake buat kondangan juga oke, karena lumayan gonjreng. Another YES Pink Lipstick for me!


Flamingo


Ow, ow, ow. Shade ini aku suka banget, pink fuchia yang terlihat mature gitu. Sengaja beli ini untuk kondangan. Coveragenya bagus dan langsung keliatan gitu warna pink-fuchianya. Cuma setelah beberapa saat di aku, hasilnya lebih ke merah daripada ke pink dan it’s so BOLD. Ya know, ketika aku pakai lipstick bold, biasanya dapat notes dari orang-orang sekitarku-dari komentar, diminta ganti lipstick sampai pernah dikasih lipstick baru! Kalau tidak diimbangi dengan makeup yang bener, lipstick ini kurang oke kalau dipake sehari-hari, apalagi kalau bareface. Ini hanya di aku aja ya. Maybe it works really well di kamu walaupun bareface.

Kesimpulan

Kalau mau cari lipcream yang enak dipakai sehari-hari, murah tapi formulanya oke, emina ini emang recommended banget. Buat yang remaja, maupun buibuk yang ternyata juga suka sama emina creamatte. Harganya juga nggak terlalu mahal, kemasannya kecil dan ringkas kalau dibawa kemana-mana. Tapi, tetep aja nggak longlast ya. Masih gampang ilang apalagi kalau makan makanan yang berminyak.

Kamu yang udah punya emina creamatte, suka yang warna apa? Share di komentar ya!

Rate


About

authorHi There! Thanks for visiting my blog. You can call me bella.
Learn More →



Newsletter