Jumat, 19 Oktober 2018

Oktober 19, 2018

Review Cetaphil Gentle Skin Cleanser untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat (Pemakaian 1 Tahun)

Kalo kulit kamu lagi bermasalah banget, entah itu acne prone, kering banget, sensitif dan dehidrasi atau semuanya, aku saranin kamu pake Cetaphil dulu aja. This product is a pure BLISS! Karena ini produk cuma buat ngebersihin dan mengistirahatkan kulitmu, nggak pake aneh-aneh.

cetaphil-gentle-skin-cleanser-untuk-kulit-jerawat


YASS!!

Aku mau review pemakaian Cetaphil Gentle Skin Cleanser yang sudah habis 3 X Botol 500ml dan ini sudah memasuki botol keempat. AMAZING!. So, nggak akan first impression, karena ini udah aku pakai sekitar setahunan. Lebih kali ya!

Sebelum pakai Cetaphil Gentle Skin Cleanser, aku pakai pembersih wajah dari dokter kulit. Ya, memang saat itu kulitku lagi berjerawat banget-PARAH. Tapi ternyata tidak ada hasil yang didapat dari dokter kulit, sehingga aku memutuskan untuk berhenti.

Awalnya, aku berencana untuk pindah dokter kulit di daerah Yogyakarta, Dr. Etna daerah Bumijo. Tapi, susah banget bikin appointment karena selalu antri. Waktu ke sana-pun ternyata yang praktek bukan Dr. Etna langsung, alhasil aku pulang. Tapi, waktu di ruang tunggu aku sempat melihat banner iklan sabun Cetaphil Gentle Skin Cleanser dan berpikir mungkin ini sabun yang direkomendasikan Dr. Etna.

Setelah itu aku tanya sama beberapa teman yang punya struggle dalam acne, beberapa dari mereka memberi saran untuk menggunakan Cetaphil Gentle Skin Cleanser untuk rehat sejenak dari produk dokter sebelum lanjut drugstore produk. Dan akupun teringat iklan Cetaphil ini dipasang di prakteknya Dr. Etna, so aku makin yakin beli Cetaphil untuk kupakai mengatasi kulitku yang sangat berjerawat waktu itu.

And yes!! Setelah 3-4 bulan, aku merasa kulitku mulai membaik (plus dengan tambahan perawatan yang lain) dan sampai sekarang pun aku masih pakai Cetaphil sebagai cleanser utama-ku untuk membersihkan kulit.

PRODUK & TEKSTUR

Cetaphil Gentle Skin Cleanser yang aku beli berukuran 125ml dan 500ml. Aku pribadi lebih suka beli yang 500ml sekalian karena dari segi harga lebih hemat dan habisnya lumayan lama. Minusnya, botolnya bulky gitu sehingga kalau dibawa travelling akan susah, apalagi aku anaknya aktif banget, suka main ke mana-mana jadi kudu bawa skincare ke mana-mana juga. Tapi, hal itu bisa diakalin dengan memindahkan ke travel bottle biar praktis.



Aku sempat baca ada kontroversi Cetaphil ini yang katanya "overrated" dan dia produk cleanser yang perlu diwaspadai. Tentu, bagi yang nggak suka paraben, mungkin perlu pikir ulang penggunaan produk ini. Lalu ada juga yang bilang, Cetaphil itu nggak bikin kulitmu kenapa-kenapa. Nggak akan ada yang kamu achieve ketika kamu pakai cetaphil karena bahannya ya cuma gitu aja.



Ya emang sih, emang ini cleanser yang nggak ngaruh apa-apa ke kulit. Dilihat dari ingredients-nya cuma Water (air), Moisturizer, SLS dan Cetyl Alcohol yang fungsinya buat ngebersihin. So, nggak salah dan nggak bohong dong kalau Cetaphil ini emang Cleanser, emang nggak bisa ngapa2in dia karena cuma Cleanser. Jadi, jangan berharap terlalu banyak sama produk ini bakal bikin kulit mulus, terlindungi dari sinar matahari, nyembuhin jerawat, dsb. Cetaphil ini justru cuma cleanser yang bagus banget buat kulit sensitif karena dia cleanser yang simple. Cuma ngebersihin wajah tanpa membuat iritasi dan kering. Udah gitu ajah :D If you want more, choose another cleanser aja.



Balik lagi ke Produk ya! Untuk tekstur, awal-awal pakai Cetaphil ini, agak aneh. Karena waktu aku campur sedikit air dan aku pakai ke wajah, eh nggak nempel dan malah ilang. Ternyata Cetaphil ini bisa dibersihkan tanpa pakai air. Wah, canggih! Hihi.




Jadi, sebenarnya ada dua cara pakai :
1. Dengan air : caranya sama dengan facial wash pada umumnya, ambil 1-2 pump (cuma awalnya jangan dicampur air ya, nanti malah sabunnya hilang). Setelah itu, untuk membersihkannya, bilas dengan air biasa.
2. Tanpa Air : Pakai 1-2 pump, balurkan ke wajah, lalu bersihkan dengan kapas atau handuk kering.

So far, sebagai wanita yang doyan kesana-kemari dan hidupnya lebih banyak di jalan, tekstur Cetaphil yang bisa dibersihkan tanpa pakai air ini bikin hidupku lebih mudah. Jadi, kalau misal ada janjian ketemu klien tiba-tiba dan masih di jalan, masih bisa cuci muka tanpa air. SIP!!

PENGGUNAAN

Seperti yang kubilang, sebelum pakai Cetaphil kondisi wajahku parah banget. Jerawat merah-merah sampai aku nggak berani ngaca, nggak pernah selfie lagi. Tapi aku juga nggak sanggup lagi pakai sabun dari dokter karena ternyata keras. Kalau pakai sabun-sabun drugstore, bikin kulit jadi kering dan mengelupas parah. Dan berakhir di kondisi kulit yang berminyak parah tapi juga mengelupas parah. Kulitku nggak bisa diapa-apain, pakai produk apapun rasanya nggak diterima dengan baik sama kulitku.

Lalu aku sadar kalau skin barrier-ku waktu itu lagi rusak-rusaknya. Makanya jerawat juga nggak sembuh dan malah makin berantakan. Dan kalau pake produk lain, cleanser yang banyak active ingredients-nya, malah bikin kulit tambah rusak.

So, aku menggantungkan harapanku kepada Cetaphil untuk at least, ngembaliin kondisi kulitku dulu. Biar dia healing dulu deh.

Sebulan pertama, kayak nggak ada perubahan yang berarti gitu. Ya ngerasa bersih dan nggak kering aja gitu. Tapi jerawat masih banyak bermunculan. Aku sih merasa wajar, karena ini produk pembersih aja, bukan penghilang jerawat. Sekali lagi, ini produk pembersih aja, yang nggak macem-macem isinya.

Tapi setelah 2 bulan, ketika pakai botol 500ml (yang 125ml udah habis), aku merasa kulitku nggak terlalu banyak mengelupas lagi, which means kelembabannya terjaga. Ya, memang claim-nya Cetaphil ini membersihkan sekaligus melembabkan. Terus Cetaphil ini juga salah satu produk yang membantu mengembalikan kondisi skin-barrierku menjadi lebih seimbang. Jerawat jadi nggak separah ketika pakai krim dokter, walaupun masih ada komedo dan jerawatnya. Lebih tepatnya, Cetaphil ini memberi kesempatan kulitku buat menyembuhkan diri dulu.

Aku selalu teruskan pemakaian Cetaphil sampai tak terasa sudah habis 3 botol berukuran 500ml.

KONDISI KULIT SEKARANG

Sekarang, aku merasa kulitku jauh lebih sehat dibandingkan saat berurusan dengan kerasnya skincare dokter. Berminyak, tapi nggak parah banget, nggak mengelupas-mengelupas lagi. Lebih enteng dan seimbang rasanya. Tapi itupun juga dibarengi dengan perawatan yang lain, nggak hanya pakai Cetaphil. But, cetaphil ini semacam pondasi untuk mengembalikan kulit yang rusak jadi lebih baik.

RECOMMENDED?
So pasti!
Sekarang banyak banget yang jual produk Cetaphil ini, baik di Watson, Guardian, dan online shop. Kalau kamu masih ragu dan merasa mahal beli produknya yang kemasan besar, kamu bisa cari yang jualan share in jarnya (banyaaakk). Tapi, aku merasa lebih hemat pakai yang kemasan besar 500ml karena bisa dipakai selama 3-4 bulan. 1 tahun ini aja aku cuma habis 3 botol 500ml dan 1 botol 125ml. Irit sebenarnya.

Once again, I think ini bukan produk penghilang jerawat banget, kecuali mungkin jerawat kamu faktornya karena jarang bersihin wajah atau gimana. Dan aku sempet baca di olshop2 marketplace ada yang jual ini dan claim kalau bisa melindungi kulit dari sinar matahari, i think not. You should use SPF for that. Kurasa, ini produk cleanser yang bener-bener cleanser. Jadi, aku nggak nge-claim produk ini akan bersihin segala jenis jerawat ya. Kalau punyaku jadi bersih dan bebas dari jerawat, karena aku pakai produk lain juga hehe.

Read my skincare routine : #AcneStory : Update Skincare Routine September 2018

Kamu punya pengalaman pakai Cetaphil juga? Share dong di kolom komentar!

Senin, 01 Oktober 2018

Oktober 01, 2018

#AcneStory : Update Skincare Routine September 2018

Hahaii.. Aku mau update skincare routine nih girls! Sebelumnya, tahun 2016-2017 emang jerawatku parah banget. Paraaaaah banget. Udah habis uang jutaan untuk benerin muka ke dokter spesialis kulit di kotaku, tapi nggak ngaruh.


Sejak Januari, kulitku sudah memperlihatkan tanda-tanda membaik berkat skincare routine dan diet yang aku jalani. Dan, I'm so happy, bulan September ini, hasilnya makin baik setelah aku eksplore lagi tentang skincareku. Hmmm... bener-bener deh, sebuah journey yang berat awalnya.


So, aku akan coba update tentang skincare routine-ku sekarang ini ya!

My Current Holygrail Products

Kalau yang kemarin itu aku merasa jerawat radangnya sudah membaik dan jarang muncul, yang versi kali ini, bruntusanku mulai hilang berganti dengan kulit yang mulus! Serius! Aku sendiri sampe ngerasa heran dan nggak percaya, kok bisa ya? Sampai beberapa teman juga notice "Bel, jerawat kamu udah jauh berkurang lho!" gitu kata mereka.

Btw, aku udah update ini di instagram, tapi tetep aku tulis di blog karena mau cerita lebih dalam. Cihuy!

BERMULA DARI KETIDAKSENGAJAAN
Awalnya aku nggak nyadar, apa yang bikin bruntusan aku mulai hilang dan kulitnya jadi mulus. Dari skincare routine yang ada, aku cuma ganti :
Makeup Remover Maybelline/Wardah ---> Safi Purifying Makeup Remover.
Cosrx Aloe Vera Suncreen SPF 50 PA++ ---> Skinaqua UV Moisture Gel SPF30 PA++

Dan banyakin takaran pemakaian serum Cosrx Centella Blemish Ampule. Kenapa dibanyakin? Sebenernya ini nggak sengaja girls. Suatu malam, aku skincare routine kayak biasa. Karena ngantuk, rada-rada ngawur gitu pakai skincare-nya. Nahhh, akutu kebanyakan mencet isi serum-ku ke muka, dan karena udah terlanjur, yawes aku ratakan aja sampe agak-agak basah gitu. Biasanya aku cuma pakai separo cairan pipet serum. Tapi ini kebanyakan, jadi satu pipet aku pake buat satu muka.

Eh besoknya, kulitku rasanya enak banget. Aku mulai penasaran, apa gara-gara serumnya kebanyakan yaa... Terus aku coba deh pake lagi 3/4 - 1 pipet untuk satu muka. Enggak ngirit2 lagi pakenya, LOL.

Dan wuss, seminggu kemudian, bruntusannya ilang wkwk. Ga ngerti lagi. Aku bingung. Ternyata terlalu hemat pakai skincare itu bikin hasilnya nggak maksimal yak wkwk.

Terus makin alus dan oke ketika ya... aku ganti sunscreen pake skinaqua. Ini juga nggak sengaja, karena sebenerya skinaqua ini punya ibuk wkwk. Selain punya formula yang ringan, sepertinya kandungan Hyaluronic Acid yang ada di Skinaqua UV Moisture Gel ini ngaruh ke aku.

Tapi kemungkinan, SAFI Purifying Makeup Remover juga berkontribusi. Karena tiap habis bersihin muka pake SAFI ini, kulitku jadi berasa alus dan lembut.

SO HERE'S THE LINE UP
SKIN CARE ROUTINE #BellaAcneStory Edisi September


You girls can see right... aku masih galau soal toner dan masih ganti-ganti. Tapi sebenernya, lebih condong dan nyaman ke A-Sol + Centella Water. Kalau Bragg itu aku pakai pas ada jerawat yang radang dengan cara dikompres ke bagian yang berjerawat supaya lebih cepet kering. 

Perlukah ku bahas satu persatu? Hmm keknya lebih asik dibahas pake video nih :D

Thank you sudah mampir... kalau mau sharing-sharing, silahkan tinggalkan komen atau DM aku via instagram @bellazadithya. Would like to chat with you :)

Jumat, 28 September 2018

September 28, 2018

Apa itu Double Cleansing? Mengapa Penting?

Buat yang baru-baru aja belajar soal skincare terutama korean skincare, pasti sudah mendengar istilah Double Cleansing. Sebenarnya apa sih Double Cleansing itu , dan kenapa perlu membersihkan wajah dengan Double Cleansing?



Double cleansing artinya membersihkan wajah dua kali. Udah itu doang.

Produk yang digunakan untuk metode pembersihan double cleansing biasanya oil-based dan dilanjutkan dengan water-based. Atau intinya adalah produk pembersih yang nggak pake air dan pakai air.

Kalau aku suka nyebut istilahnya sebagai First Cleanser dan Second Cleanser.

First cleanser bertujuan untuk membersihkan make up, debu, sisa sunscreen dan polusi yang menempel di wajah. Aku sukanya pakai First Cleanser dengan oil-based karena lebih mudah untuk membersihkan sisa makeup dan sisa sunscreen, terutama sunscreen. Karena sunscreen kan memang diformulasikan thick untuk ngeblok sinar matahari gitu, aku merasanya dia nggak akan mudah dibersihkan. Harus pakai something yang meluruhkan dan melarutkan sunscreen ini.



Lalu, dilanjut dengan Second Cleanser yang pastinya bilasnya kudu pakai air, kayak facial wash. Fungsinya adalah membersihkan kotoran yang tadi udah diluruhkan sama si First Based Cleanser sekaligus ngebersihin si first based cleanser ini. Jadi, kulit benar-benar dalam keadaan bersih termasuk sampai ke dalam pori-porinya.



Kalau tidak pakai makeup, apakah tetap harus double cleansing?
Kalau aku, YA! Karena walaupun nggak pake makeup, aku masih naik motor kemana-mana dan itu ketemu debu dan polusi. Mereka itu jahat, guys. Yang bikin jerawatan tambah parah. Sehingga it's a must bagiku. Walaupun nih ya, aku nggak pakai makeup, tapi ketika bersihkan wajah dengan first cleanser, kapasnya langsung abu-abu gitu. Pertanda banyak banget polusi yang nempel di wajah. Serem kan kalau kebawa tidur?

Pemilihan Produk untuk Double Cleansing
Sebenarnya, nggak ada rumus yang pasti ya. Karena skincare itu cocok-cocokan dan nyaman-nyamanan. Tapi aku punya rule khusus dalam memilih produk untuk membersihkan wajah yaitu : sedikit atau tidak mengandung SLS (Sodium Lauryl Sulfate).

Kandungan SLS ini bisa ditemukan di pembersih wajah yang jenisnya facial wash gitu, tandanya ketika kamu pake, kulitmu berasa ketarik karena minyak di wajah hilang. Iya emang rasanya bersih sih, tapi efeknya malah buruk karena si kulit ngerasa kekurangan minyak dan akan mengirimkan sinyal ke otak untuk nambahin minyak. Bukannya bebas minyak tapi malah tambah berminyak dan memicu jerawat. So, aku menghindari banget pakai pembersih wajah yang bikin kulit ketarik gini. Aku usahakan pembersih wajahku tetep bikin kulit terasa lembab sehingga mantel kulitnya terjaga.


Tips Memilih Produk Double Cleansing untuk Tiap-Tiap Jenis Kulit
Yang aku dapatkan dari sokoglam, ternyata tiap-tiap jenis kulit punya rekomendasi produk double cleansing yang berbeda lho. Diantaranya :


Kamu yang punya wajah kering, jangan sampai salah pilih cleanser. Pastikan cleanser kamu nggak membilas habis minyak alami di kulit kamu dan wajib banget cari cleanser tanpa SLS dan tetap melembabkan.


Kalau normal, cari first cleanser yang oil-based namun tetap moisturizing, lalu pilih second cleanser yang berbentuk facial foam yang nggak bikin kering juga.


Nah kalau oily ini, tetap ya cari produk yang membersihkan minyak di wajah dan pori-pori tanpa bikin kulit jadi dehidrasi. Walaupun pengennya dikuras habis itu minyak, tapi jangan, malah bikin tambah berminyak. Kuncinya adalah "menyeimbangkan", guys.


Untuk kulit sensitif, hmm, agak tricky nih. Karena aku pribadi pernah mengalami kulit yang sensitif. Pilih cleanser yang aman untuk kulit sensitif dan tidak ber-fragrance.


Manfaat Personal yang Aku Dapatkan Setelah Mempraktekan Metode Double Cleansing
Dengan Double Cleansing, aku merasa kulitku lebih bersih dan lebih enteng. Apalagi setelah seharian pakai makeup. Hmmm... begitu dibersihkan pakai double cleansing, rasanya beban di wajah menghilang dan lebih seger.
Aku sudah pakai metode ini dari lamaaaaa banget sejak kenal skincare dari Larissa. Kalau dulu, aku bersihinnya pakai Milk-Cleanser dilanjut dengan Facial Wash. Karena kebiasaan inilah, sekarang kalau nggak double cleansing rasanya kurang afdol atau kurang bersih.
Jadi it's a must!
Tapi yang paling penting adalah kamu nggak salah pilih produk untuk Double Cleansing ini guys. Karena kalau salah, pondasi kulitmu malah jadi taruhannya. Aku pernah pakai produk yang ternyata terlalu harsh buat aku, akhirnya kulit malah jadi rusak, berjerawat dan dehidrasi. Tapi kalau milihnya bener, cleansing ini bener-bener jadi jalan untuk merawat mantel kulit supaya dia kuat dan nggak gampang berjerawat.

Terima kasih sudah mampir baca blog-ku. Untuk tahu produk-produk yang pernah aku pakai dan rekomendasinya, akan kubahas di artikel selanjutnya!

Rabu, 26 September 2018

September 26, 2018

INSPIRE : Behind The Scene Social Media bersama YOTSolo

Hari Mingguku, Makin SIP!

Haha itu adalah penggalan yel-yel saat acara Mentorship Program bersama YOTSolo yang diadakan pada tanggal 23 September kemarin. Rasanya excited banget diundang untuk sharing sebagai Narasumber bersama komunitas anak muda yang sangat semangat, Young On Top (YOT) Solo.


Di acara Mentorship Program bertema Behind The Social Media kali ini, aku sharing soal kenapa sih social media itu sekarang diperlukan dan juga bagaimana tips & triknya dalam menjalankan social media.

Acara dibuka dengan apik dan asik oleh Oky, salah seorang member YOTSolo yang luwes banget pembawaannya, bikin acaranya seru, melebur dan nggak tegang.








Kita waktu itu juga sempet nge-game bareng bersama peserta, ada Bunga, Kevin & Alfi yang bersedia jadi kelinci percobaanku biar teman-teman YOT bisa lebih paham lagi soal gimana cara merumuskan komunikasi di media sosial.

Volunteer Game yang bersedia dibaperin...hihihi

Best Question & Best Answer

Lalu sharing dilanjut sama Mas Dwinanda yang merupakan seorang Creative Designer handal, jauh-jauh dari Jakarta, dan udah jago di media sosial.



Overall, ini merupakan pengalaman sharing yang menyenangkan, karena energinya teman-teman YOTSolo sungguh luar biasa.



Gaya Ala YOTers

Terima kasih YOTSolo sudah bersedia mengundangku :)



See You On TOP!

Konten ini ada dalam kategori INSPIRE, merupakan konten yang berisi ceritaku dalam mendapatkan dan menebar Inspirasi kepada teman-teman. Sharing is caring! :)

all photo credit by prasetioajinugroho

Rabu, 19 September 2018

September 19, 2018

Dinner Romantis di Atas Awan Agra Rooftop Solo

Kalau biasanya aku dinner romantis di resto fancy, kemarin berkesempatan nyicip dinner Romantis di atas awan.


Keren yak istilahnya, di atas awan. Hahaha. Sebenernya itu sebutan untuk Agra Rooftop Hotel Alila Solo, karena lantainya tinggi banget. Ada di lantai 29.

Agra Rooftop ini memang cocok banget jadi jujugan pasangan Solo yang mau menikmati special time yang nggak biasa sambil menikmati indahnya langit & lampu kota solo.

MERAYAKAN ROMANTIC 9 YEARS DI AGRA ROOFTOP
Waktu aku & Zaga datang ke Agra Rooftop itu, tanggalnya cantik lho. 9 september atau lebih dikenal sama diskonan marketplace jadi 9.9 (lol). Angka 9 ini juga pas banget sama tahun pacaran kita, yup 9 tahun. Hihi. Maaf ya kalau di-postingan ini kita rada PDA-PDA-nan. Jarang-jarang kok.
datang rada duluan ke Agra, soalnya Zaga belum pernah nyicip Sunset-nya

Nyampe sini dikasih Welcome Drink yang matching sama blazer & makeup aku.

Matching kann??

PAKET ROMANTIC DINNER AGRA ROOFTOP : ROMANCE IN THE SKY
Bertepatan tanggal 9 September inilah Agra Rooftop Hotel Alila Solo melaunching paket romantic dinner spesial di bawah bintang dengan harga terjangkau : ROMANCE IN THE SKY. Cuma Rp 1.000.000++/pasangan, kita udah disuguhi 5 courses menu makan dan private waiter serta suasana yang nggak bisa dibeli di tempat lain. Paket Romance in The Sky Agra Rooftop ini cuma tersedia di hari minggu mulai jam 18.00 - 21.00 WIB dan terbatas hanya untuk 6 pasangan perminggunya. Jadi kalau mau booking, buruan booking ya!

View Dinner Romantis. Terbatas untuk 6 pasangan tiap minggunya. Foto dokumentasi Agra





Mau nembak atau propose di sini? Bisa banget!

Kalau mau yang lebih private, kamu bisa memesan yang di dalam ruangan dengan view kota solo, seharga Rp 1.500.000/couple. Dengan harga segitu, tidak hanya dapat dinner, tapi juga ada private waiter plus buket bunga khusus yang bisa digunakan untuk memberikan surprise.


Ini yang di dalem, ada view dari kaca juga plus dapat buket bunga.


MENU MAKANAN PAKET ROMANTIC DINNER AGRA ROOFTOP.
Selain view-nya yang sangat menawan dan cocok untuk makan malam romantis, menu yang ditawarkan juga enak semua guys! Ada 5 menu yang ditawarkan mulai dari appetizer, main course hingga dessert, istilahnya five course menu.

Ayok kita lihat satu-satu! (kalau aku sih udah nyoba makan semua hihi)


Amuse Bouche (appetizer) : Melon, Pink Lychee, Youghurt, Parsley
Amuse Bouche atau appetizer dalam Romantic dinner kali ini dibuat dari melon dengan youghurt. Rasanya seger banget sebagai pembuka dan pembangkit selera. Upsie! Karena ini youghurt, aku nggak berani makan ini banyak-banyak, takut breakout dan jerawatan, hihi. Tapi enak-kok (tetep nyicip karena eman).


Starter : Seared scallop, carrot&ginger puree, broccoli, cauliflower.
Ini starternya, terbuat dari daging kerang yang lembut banget dengan saus yang terbuat dari wortel dan campuran jahe. Rasa sausnya manis-manis gitu. Yang paling aku suka itu adalah broccoli dan cauliflower (kembang kol) yang dicacah super lembut dan sepertinya cuma ditumis gitu aja, pakai apa aku nggak tahu yang jelas itu gurih dan enak banget. Pening deh kepala, yang keliatannya simpel dan sederhana gini, rasanya selangit. Plus, karena dicacah lembut, dia enak banget dimakan buat yang nggak doyan sayur.


Sopu : Beef consommé, Sirloin aburi, soybean
Menurut Pak Yusna (selaku outlet managernya Agra), Sopu ini terinspirasi dari Soto Bandung. Jadi Agra Rooftop berusaha menyajikan something yang local ke something yang international. Hmm.. Penasaran? Aku sih suka sama dagingnya, kenyal-kenyal gitu. Tapi kurang suka ketika dicampur kuah sup-nya. Nggak cocok aja kali ya sama lidah wkwk. Aku juga belum pernah nyobain Soto Bandung sihhh. 

Main Course 1 : Crisp skinned barramundi, spicy dashi sauce, soba, pak – coy
Ini enak! Aku kira ini daging ikan dori, ternyata ini adalah ikan barramundi, sejenis ikan kakap putih gitu guys. Lembut deh dagingnya. Terus yang paling aku suka itu mushroom-nya (yang coklat-coklat itu). Trus ada pak-coynya yang ulala! Sueger! Entah nih ya, rasa sayuran di Agra itu seger-seger. Katanya sih, ambilnya dari kebun organik yang mereka tanam sendiri. Lanjut, yang pink-pink itu aku nggak ngerti apa, tapi pas aku makan, aku nggak mau makan lagi karena rasanyaa... hmmm... hihihi. (lidahnya agak ndeso emang).

Main Course 2 : Angus tenderloin, rosemary jus, green pea puree, spiced almond
Kalau aku suka yang sayur-sayur, yang tenderloin ini kesukaannya Zaga banget. Cocok banget menu ini buat diatuu. Dagingnya segepok gitu dan digrill dengan tingkat kematangan medium (atau medium rare ya? lupak) jadi juicy abis!! Zaga nggak doyan tu ijo-ijo-nya jadi aku yang nyocol. Terus ada serbuk putih gitu dan ada almondnya, kukira rasanya manis, ternyata serbuk putihnya itu asiiiiinnn.

Oya, untuk main course, kalian bisa pilih salah satu diantara kedua menu itu. Kalau aku saranin sih pesennya beda menu biar bisa saling icip. Tapi kalau kalian dan pasangan suka daging banget, pilih yang Angus Tenderloin aja sekalian. (((sekaliaaannn, ga mo rugi))).
Dessert : white callebaut chocolate, strawberry&basil compote
Last dan yang ditunggu-tunggu : DESSERT! Aku awalnya ragu dan sayang lho buat menghancurkan dessert ini. Habis lucu gitu bentuknya. Coklatnya bisa berkilauan dan bergradasi, sampai aku tanya "ini edible buat di makan kan ya?" (trus diketawain Zaga "yaiyalah edible", wkwk maklum). Ini enak banget sampai tidak bisa berkata-kata. Udahlah FIX kalian pesen tempat aja buat dinner di AGRA biar bisa nyicip ini. Aku no comment aja saking enaknya!

Selesai dinner, bisa sambil menikmati indahnya view di Agra Rooftop. Uuuuww, romantis kan!

Ciyeee Elliza~
check review dia juga ya!


Bisa milih tempat di pojokan juga biar lebih mesra

That's it!! Overall tempat ini asik banget untuk dinner romantis, merayakan anniversary atau mau propose calon istri. Oyah, kalian kalau mau bikin dekorasi sendiri, diperbolehkan kok sama Agra. Kan biasa ya, jaman sekarang itu suka sewa party planner-party planner gituuu.. nah itu boleh juga disiapkan. Asalkan dekorasinya tidak mengganggu couple lain dan kuat menghadapi angin outdoornya Agra. Atau, kalau mau private, mesen yang agak mahalan tapi di dalem ruangan.

Romantic dinner ini juga bisa dipesan bareng sama kamar. Tinggal hubungi aja Agra Rooftop Hotel Alila, staffnya pasti bersedia membantu kebutuhan kamu.

Jangan lupa, reservasi dahulu karena paket dinner romantis ini terbatas untuk 6 orang setiap minggunya!

#LetsGuide #SurakartaLocalGuides
AGRA ROOFTOP LOUNGE
Lantai 29 Hotel Alila Solo
(0271) 677 0888Jl. Slamet Riyadi no. 562 Jajar Laweyan

About

authorHi There! Thanks for visiting my blog. You can call me bella.
Learn More →



Newsletter