Senin, 25 Maret 2019

Maret 25, 2019

Konsultasi Psikologi di Solo untuk Kesehatan Mental

Menulis ini agak-agak takut, karena stigma masyarakat soal kesehatan mental khususnya di Solo masih belum terbangun. Tapi, aku merasa tergerak untuk speak up tentang hal ini, so, ya sudah ikuti saja kata hati.



Kesehatan mental adalah topik yang masih dianggap tabu, setabu sex education. Padahal, di jaman digital yang informasinya serba cepat dengan kesibukan yang makin padat sekarang ini, kulihat masyarakat cukup rentan dalam kesehatan mentalnya. Gimana enggak? Stress meningkat, bikin kita gampang nyinyir seenaknya dan berimbas ke gangguan mental orang lain atau minimal diri kita sendiri. Apalagi tuntutan sosayeti terasa semakin tinggi, bukan? Jika kita tidak memiliki raga dan jiwa yang kuat, tentu kita akan mudah merasa depresi. Dan satu orang yang depresi, kemungkinan akan mempengaruhi orang lain dan akan berimbas ke masyarakat.

Aku sendiri tidak mau menyebut diriku depresi, namun tidak menampik juga aku pernah mengalami walau kadarnya tidak setinggi orang-orang. Tapi, bingung juga mau menyebut apa. Kita sepakati saja sebagai anxiety syndrome lah ya. Buatku yang juga merupakan seorang public speaker, hal ini sangat mengganggu lho. Karena kalau pas kumat/kambuh di saat aku sedang harus tampil di hadapan orang banyak, tentunya akan mengecewakan hadirin. Maka dari itu, kesehatan mental menjadi penting bagiku.

Ngapain Harus Konsultasi Ke Psikolog?
Kan bisa curhat ke teman?
Betul, itu tidak salah. Sebagai manusia ketika dilanda masalah, kita rasanya perlu berbagi cerita, curhat, supaya kita bisa lebih clear dalam melihat masalah dan bisa menemukan solusinya. Namun, tidak semua individu bisa menjadi pendengar yang baik atau bisa memberi solusi tanpa membuat kita merasa lebih bersalah lagi. Akupun juga punya teman-teman yang setia mendengarkan, memberi masukan dan sangat berterima kasih karenanya. Bahkan sampai bikin semacam kegiatan supportif yang kuberi nama Obrolan Gelato bersama Mbak Priscilia Panti Meyrina. Dan dari situ, aku bisa menguraikan permasalahan yang kualami sehingga menjadi cukup jelas dilihat.

Tapi, kali ini permasalahan yang kuhadapi ternyata naik level ya. Aku merasa perlu bercerita dan meminta saran ke sosok yang lebih berpengalaman secara umur namun juga bisa objektif dan bisa mengarahkan secara profesional.

Jadi, alasan kenapa aku memilih untuk berkonsultasi ke Psikolog adalah :
1. Mencari sosok yang lebih tua secara umur. Karena masalahnya sudah naik level, aku perlu sosok yang lebih berpengalaman dalam hidup.
2. Mendapatkan deskripsi objektif tentang apa yang sedang aku alami.
3. Mencari sosok yang netral, tidak memiliki tendensi apa-apa atas diriku. Sehingga aku bisa bebas mengekspresikan perasaan dan masalah tanpa harus takut ada agenda yang dijaga.
4. Profesional, dalam hal ini bisa menyimpan informasi dan curhatan yang aku sampaikan.

Oiya, perlu di note, Psikolog dan Psikiater itu beda ya. Kalau psikolog itu memberi solusi dari sudut pandang non-medis (meski ada ilmu medisnya), dan kalau Psikiater itu lebih ke klinis, yang nanti juga memberikan obat-obatan. Jadi kamu perlu tahu dulu, apakah kamu butuh obat-obatan atau tidak. Kalau yang aku lakukan, aku mencari Psikolog dulu karena ingin mencoba menyelesaikannya tanpa obat dan karena menurutku ini masalah yang belum serius sampai mengancam jiwa.

Konsultasi Psikologi di Solo
Jujur, mencari info tempat konsultasi psikologi di Solo cukup sulit ya kalau hanya lewat google (makanya aku nulis ini). Ketemunya rata-rata biro psikologi untuk kerja & karyawan perusahaan. Setelah tanya-tanya ke teman yang memang mahasiswa Psikologi, akhirnya aku mendapatkan info bahwa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyediakan layanan konseling untuk umum juga, bernama BKPP Psikologi UMS. Tempat ini juga disarankan oleh Psikolog Bp. Setiyo Purwanto yang kala itu aku hubungi untuk konsultasi, namun beliau sedang melanjutkan studi di Malaysia.

Aku menghubungi BKPP Psikologi UMS dan disambut dengan ramah oleh adminnya, Mbak Diatry. Setelah menyampaikan kebutuhan konsultasi, akhirnya aku dicarikan jadwal dan dihubungi kembali untuk janjian konsultasi. Sudah mantap, tinggal menuju BKPP sesuai waktu yang ditentukan.

BKPP PSIKOLOGI UMS


Lokasinya berada di kampus. Beneran di kampus banget. Awalnya agak-agak sungkan & takut, soalnya aku nggak berhijab hehe. Untungnya dikasih denah dan arahan sama Mbak Diatry sehingga dengan mudah dan tidak nyasar aku sampai di BKPP Psikologi UMS.

Begitu sampai, aku diminta mengisi semacam data diri (mungkin untuk assesment), lalu duduk menunggu Psikolognya. Tenang aja, walaupun di kampus, namun Psikolognya berpengalaman kok. Karena yang menangani memang Psikolog langsung, bukan mahasiswa. Oiya, ruangannya kedap suara, disediakan tisu juga jadi kalau mau menumpahkan segala rasa dipersilahkan :).

Untuk kerahasiaan, mohon maaf, aku tidak share nama Psikolog yang saat itu aku temui. Namun, Psikolognya memang sesuai harapanku, sosoknya sangat tenang, berpengalaman, tidak "ngejudge". Yang aku sukai adalah beliau mampu menuntunku untuk berpikiran positif, membesarkan hatiku (yang memang kala itu lagi down banget), serta memberikan arahan-arahan dalam ranah religi dan kacamata Islam yang mudah sekali aku pahami dan ikuti.

Setelah berkonsultasi, rasanya lebih plong, lebih terbuka wawasannya dan lebih ngerti harus melakukan apa. Bebannya sedikit terangkat, walaupun masalahnya pasti belum kelar saat itu juga. Namun, lebih ringan dan lebih semangat dalam menghadapinya.

Layanan Lainnya
Setelah selesai konsultasi, aku berbincang sebentar sama Mbak Diatry mengenai layanan psikologi di BKPP. Tidak hanya konsultasi individu, namun BKPP juga menyediakan layanan untuk psikotes + konsultasi, training, bahkan juga bisa konseling secara keluarga. Jika tertarik, nanti bisa langsung hubungi nomor BKPP di bawah ya.



Jangan Pendam Masalah, Jangan Ragu & Takut untuk Ke Psikolog
Kalau kalian merasa sedih, depresi, tidak berguna dan gagal ketika menghadapi hidup, gapapa. Wajar dan semua orang bisa mengalaminya. Hanya saja, kita tidak perlu fokus ke kegagalan dan kesalahan yang kita buat, karena itu akan merusak diri kita atau bahkan orang yang kita sayangi. Ayo, bangkit, berusaha dan jangan pendam masalah. Satu hal yang disampaikan Psikolog ketika aku berkonsultasi adalah, "Sabar boleh, namun jangan dipendam." Tidak kuat menghadapinya itu wajar, jadi jangan sungkan dan ragu untuk bercerita. Jika memang butuh yang profesional, silahkan ke psikolog. InsyaAllah akan tertangani dengan baik.

Pada intinya, manusia pasti tidak pernah lepas dari masalah. Itu sudah jadi takdir Tuhan bahwa manusia akan selalu diuji dengan masalah maupun kenikmatan. Hal itu merupakan cara Tuhan menunjukkan cintaNya pada kita, bagaimana kita bisa naik level juga. Yang penting adalah, bagaimana manusia bisa mengatasi ujian tersebut. Nah, tidak dipungkiri juga manusia itu memang makhluk yang lemah, pernah salah, sering tersesat, sehingga perlu bantuan dalam menyelesaikannya.

Last but not least, bagiku kesehatan mental itu aset. Kita tidak akan hidup dengan baik dan fokus pada tujuan-tujuan & ibadah kita jika secara mental kita terganggu. Plus, jika kesehatan mental kita terganggu, orang-orang di sekitar kita pun juga akan merasakan imbasnya.

Info BKPP Psikologi UMS
Gedung Pasca Sarjana UMS Lt 1 Fakultas Psikologi
Jl. A. Yani Pabelan Kartasura
Whatsapp : 0813 2911 2171
E-Mail : bkpp@ums.ac.id
Facebook

Layanan BKPP Psikologi UMS :
Psikotes (Seleksi Karyawan, Intelegensi, Minat & Bakat, Klinis dll)
Konseling & Terapi Psikologi (Individual, Keluarga, Pendidikan, dll)
Training (Assesment, Pengukuran Psikologis, Pengembangan Diri, Leadership, dll)

Kamis, 21 Februari 2019

Februari 21, 2019

5 Channel Youtube Favorit Saat Ini

Selain instagram-an, youtube menjadi media yang sering aku akses akhir-akhir ini. Mulai suka dan mulai tertarik nonton Youtube, terus udah jarang banget nonton TV. Apakah ada teman-teman yang begitu?



Nah berikut 5 account Youtube Favorit aku, yang sering banget aku tontonin dan nggak bakal kelewat videonya.

HIHO KIDS (CUT)
Channel pertama yang bikin aku rajin nonton Youtube adalah Hiho Kids (well tadinya ini ada di CUT tapi akhirnya bikin channel baru). Aku nemu channel ini ketika ada episode Kids Try Indonesian Foods. Lucu banget ngeliat anak-anak yang bukan merupakan orang Indonesia nyobain makanan Indonesia, beberapa bilang rasanya aneh dan nggak doyan lol.

Aku kira bakalan kayak try-try biasa lainnya, tapi setelah aku ikuti lebih lanjut, ada pesan yang coba disampaikan oleh founder & team Hiho Kids. Mereka ingin anak-anak mereka mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya namun tetap bisa diawasi oleh orang tua, dengan harapan ada pelajaran yang dapat dipetik oleh mereka. Misalnya, anak-anak ini bertemu dengan perampok bank, cancer survivor dan mencoba banyak sekali makanan dari berbagai belahan dunia. Anak-anak ini bahkan pernah minum wine lho!

Nah, Hiho Kids favoritku itu Desmond, Maddog, Helena-Ethan & Austin. Duh gemas-gemas banget mereka tuh. Terutama Desmond, cara ngomongnya lucu dan dia pinter banget, suka riset tentang iluminati, LOL.



THE TRY GUYS
Tahu The Try Guys ini awal-awal ketika nonton video mereka di Buzzfeed yang nyobain mesin simulasi melahirkan. Waktu itu aku emang lagi mempelajari soal teori yang mengatakan bahwa wanita itu punya saraf sakit lebih banyak dari laki-laki, namun lebih kuat dalam menahan rasa sakit. 


Nah, setelah nonton satu video itu, jadi penasaran sama video-video yang lain, seperti waktu nyobain high heel, make over, renang sama hiu dan banyak ternyata video mereka tu, sampai 9 season di Buzzfeed.


Setelah 9 season, The Try Guys mencoba untuk bikin startup dengan bikin channel mereka sendiri, The Try Guys. Mereka beli royaltinya dari Buzzfeed dan melanjutnya video-video try-nya. Menurutku, The Try Guys sangatlah menginspirasi. Mereka berani nyoba hal-hal aneh, memberikan pesan edukasi, dan empowering women juga. Dan yang paling mencengangkan, mereka berani keluar dari pekerjaannya buat bikin perusahaan mereka sendiri, yang pada saat itu, Ned (salah satu member Try Guys) lagi pindahan rumah dan baru aja punya baby. Whow!

CASEY NEISTAT
Okay. He's classic dan siapa sih yang nggak suka sama Casey Neistat? Aku tahu Casey Neistat dari Zaga dan dia bilang Casey's Videos is a must watch. Dan benar aja, cara casey bikin video & vlog menurutku sangat kreatif. Biasanya kita bosen kan kalau lihat vlog. Tapi Casey bisa menyajikannya dengan menarik dan pemilihan musik yang dinamis sehingga kita nggak bosen nontonnya. Bahkan video endorse-nya diapun...


Satu hal lagi yang menurutku menarik dari Casey adalah ke-romantis-annya bikin video buat istri dan momen-momen spesial di keluarganya. He's a great storyteller though.




Dan video ini waktu Casey Neistat pergi ke Indonesia, terus ketemu sama Pak Jokowi :D



LIAH YOO
Buat kalian yang suka banget skincare, channel ini wajib disubscribe. Aku belajar banyak hal dari Liah Yoo, termasuk soal skin barrier yang bikin aku ngerti permasalahan kulitku di mana.




Dan Liah Yoo ini sukses ngeracunin aku buat coba produknya COSRX. Alhasil sekarang jadi pake produk-produknya COSRX karena cocok.



BUZZFEED UNSOLVED NETWORK
Oke. Aku bukan tipe orang yang suka dan berani buat nonton horror. Tapi, tetep ketagihan nonton Buzzfeed Unsolved yang berisi banyak misteri baik supernatural atau tindak kriminal, karena disajikan dengan "receh" oleh Ryan & Shane. Ryan sendiri adalah orang yang penakut dan percaya bahwa hantu itu ada, ngajakin temennya, Shane, seorang skeptis yang nggak percaya sama hantu. Jadilah petualangan mereka menyambangi rumah-rumah hantu di Amerika Serikat untuk membuktikan (ke Shane dan para skeptis) bahwa hantu itu ada. Mereka explore, bawa alat pendeteksi hantu bahkan sampe nginep di tempat angker itu. Dan sering ada adegan lucu yang bikin ketawa sambil merinding. Hmm... aku berani nonton ini karena hantunya nggak keliatan aja kali ya. Atau tipikal hantunya itu bukan hantu Indonesia.




Selain Supernatural & True Crime, Buzzfeed Unsolved juga punya sesi "Ruining History". Di mana Shane mengajak 4 orang lainnya untuk membahas soal sejarah dari sisi lain terus dikomentarin secara receh. Ini kocak banget dan bikin kita kayak "Oh... Yeah, kadang sejarah/legenda makes sense juga.".




Itu tadi 5 Channel Youtube favorit aku saat ini, yang bikin mantengin Youtube terus. Masih banyak sih yang lain, kayak Buzzfeed, Cut, GADO, Nihonggo Mantappu, tapi kelima akun itu yang sering aku pantengin.

Kalau kalian, suka mantengin channel apa? Share dong!


Selasa, 12 Februari 2019

Februari 12, 2019

Jatuh Cinta Pada Teh

Sebagai seseorang yang pernah overdosis kafein yang bikin hormon kacau dan akhirnya jadi sensitif kafein, aku jadi mencari alternatif minuman pengganti kopi yang lebih rendah kafein. Piliham pertama jatuh pada Coklat & Teh!

Tea People, angkat tangan!

Setiap kali ke cafe, yang aku cari pertama adalah non-coffeenya ada enggak? Terus biasanya pesen coklat. Tapiiii, lagi-lagi bermasalah ketika memesan coklat terlalu sering : jadi break out lagi karena terlalu banyak makan makanan manis. Duh repot ya! So, aku beralih ke minum teh.

Kebetulan banget, waktu itu aku melanjutkan karirku di dunia teh, di Pabrik Teh Savis Tea sebagai Marcomm. Sebagai anak komunikasi, ketika masuk ke suatu brand berarti aku harus masuk sepenuhnya kan ya. Jadi deh aku belajar soal teh dan merasa menemukan kecocokan di situ. Jadi walaupun nih sekarang sudah nggak kerja di Savis Tea lagi, kurasa aku sudah terlanjur jatuh cinta sama Teh :)

Selama ini bagiku teh ya cuma black tea aja. Teh angkringan, teh wedangan dan teh botol. Udah cukup. Teh juga bagiku minuman yang biasa aja, nggak tahu kalau punya khasiat kesehatan atau apa. Teh ya teh, biasa aja.

Setelah belajar, ternyata teh itu banyak macamnya dan memiliki beragam khasiat. Cara bikinnya juga nggak simpel, dipetik, dikeringin trus diseduh gitu aja udah. Nggak sesimpel itu, butuh proses yang panjang hingga dia bisa hadir di cangkir kita. Selain itu, aku juga baru tahu kalau ternyata teh-teh yang dikonsumsi sehari-hari di Indonesia itu adalah teh dengan grade rendah, karena yang mahal dijual di luar negeri. Hmm, sering denger kan ya yang beginian?

Lalu apa saja sih jenis-jenis teh? Coba lihat gambar ini!

Basically, teh dibedakan jadi 4 jenis ini

Kalau di China, ada lagi yang namanya Yellow Tea & Pu-erh Tea.
Jenis-jenis teh kalau di jepang, Matcha cuma salah satunya

Ternyata banyak ya, sangat terantung oleh jenis teh dan bagaimana cara pemrosesan di kebun dan di dapur. Hihi. Pada intinya, teh adalah minuman yang terbuat dari seduhan daun Camellia Sinensis, walaupun berbeda-beda namanya. Yang membedakan dari macam-macam teh diatas adalah cara pengolahan dan fermentasinya. Nah, kita coba bahas macam-macam teh dari yang paling umum aja dulu ya.

Black Tea : Teh Yang Paling Kita Kenal Sehari-hari
Teh yang biasa dikonsumsi adalah Black Tea, yang mengalami proses fermentasi terlama (kecuali Puérh) sehingga daunnya menghitam dan menghasilkan seduhan coklat kemerahan. Black Tea memiliki kafein tertinggi, dan jika kebanyakan minum Black Tea, bakalan bahaya bagi lambung. So, sebagai orang yang pernah overdosis kafein, aku nggak mau banyak-banyak minum black tea dalam waktu satu hari. 


Tapi, sebenarnya, Black Tea yang ada di pasaran itu bukan kualitas yang baik lho. Melainkan sudah daun yang agak tua dan tercampur dengan batang (teh tubruk). Hal ini berkaitan sama jaman penjajahan dulu, di mana Black Tea berkualitas baik diimpor ke Eropa oleh VOC, sehingga kita orang Jawa hanya dapat sisa-sisa. Biar tetap enak dikonsumsi, ditambahkanlah melati dan akhirnya lebih dikenal dengan teh melati seperti sekarang. Kalau rasa aslinya Blacktea bagaimana dong? Soal rasa, biasanya Black Tea memiliki rasa malty, robust dan punya medium-high Body. Kalau penasaran, coba deh cari Black Tea dengan varian "English Breakfast" atau Orange Pekoe, karena varian itu mengandung daun pucuk teh yang muda dan berkualitas tinggi.

Aslinya Blacktea itu seperti ini, daunnya lembut tanpa batang.


Oolong Tea : Teh Gurih Bermanfaat Untuk Metabolisme Tubuh

Setelah Black Tea, ada Oolong Tea. Teh ini jarang banget diminum orang, padahal rasanya enak dan punya khasiat untuk membantu melancarkan metabolisme tubuh. Kalau habis minum ini, rasanya langsung pengen ke toilet, hihi. Rasanya juga lebih segar, kalau istilah dalam tea tasting, body-nya lebih light dari Black Tea. Apalagi kalau dingin atau di coldbrew, hmmm, segeeeerr banget. Lalu rasa oolong ini unik, karena kamu terkadang menemukan rasa savory seperti rumput laut.




Green Tea : Teh Favorit Penghilang Jerawat

Selanjutnya, salah satu teh kesukaanku sekarang, Green Tea! Dia ini diproses tanpa fermentasi, jadi warna seduhannya lebih terang daripada black tea, yaitu kekuningan hingga kehijauan. Aku mulai suka teh ini semenjak rajin minum + kupakai masker dan berhasil mengurangi jerawatku.

Resep bebas jerawat dengan GreenTea

Green tea juga bisa membantu untuk menurunkan berat badan (katanya sih, aku belum membuktikan). Rasa teh hijau sangat khas, ada rasa sepat (astringent), vegetal, smokey dan kadang ada rasa manisnya. Kalau kualitasnya bagus, kamu akan menemukan rasa-rasa lain yang unik seperti rasa tuna dan lain sebagainya. Aku suka mengkonsumsinya tanpa gula.



Oya, Green Tea agak salah kaprah sama Matcha. Kalau dalam tradisi jepang, Matcha itu adalah Green Tea yang berbentuk powder. Jadi, Matcha itu bagian macam dari Green Tea. Green Tea juga tidak berarti berwarna hijau banget, tapi hijau-kekuningan jika diseduh. Kalau kalian lihat Green Tea yang hijau banget, kemungkinan itu menggunakan pewarna makanan, biasa ditemukan di teh tradisi dari Thailand (emang dari sononya gitu ternyata, suka ditambahin coloring karena warna teh sisa yang sudah tidak berwarna).


White Tea : Teh Langka dengan Antioksidan Yang Tinggi



Setelah teh hijau, olahan daun camelia sinensis yang juga jadi favoritku serta merupakan teh langka adalah White Tea. Menemukan White Tea memang nggak mudah, karena dalam 1 hektar kebun, biasanya hanya menghasilkan 1kg teh saja. Bentuknyapun lumayan aneh, kalau orang awam lihat kayak ikan teri. White Tea diambil dari pucuk daun teh yang masih menguncup dan dipetik sebelum matahari bersinar. Karena itulah, White Tea atau teh putih ini memiliki antioksidan yang paling tinggi.

Gimana rasanya? Buat kalian yang merokok atau peminum kopi berat, mungkin kalian akan merasa White Tea ini seperti air biasa. Karena rasanya se-light itu. Namun buat non-smoker, kalian bisa menemukan rasa manis madu yang flowery. Teh ini lebih nikmat jika disajikan tanpa gula.

Tisane : Teh yang tidak berasal dari Pohon Teh



Pernah minum Teh Rosella? Nah, berarti kalian sudah pernah mencoba apa yang namanya Tisane. Ya, Tisane adalah Teh yang bukan dari pohon teh (Camellia Sinensis), tapi dari tumbuhan, bunga bahkan empon-empon lainnya. Misalnya, Teh Rosella, Teh Mawar, Teh Bunga Telang, Teh Lemongrass (daun sereh), Teh Peppermint dan lain-lain.

Aku sendiri baru pernah minum Rosella, Mawar dan Bunga Telang, rasanya sungguh lucu, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata hahaha. Yang paling teringat adalah ketika aku minum teh bunga mawar, wangi banget dan rasanya manis.

Rose Tea, dari Rose Bud

Blue Tea terbuat dari Bunga Telang (Butterfly Pea Flower)



Teh Masa Kini : Perpaduan Tisane dan Teh
Tisane Tea biasanya berbentuk Loose Leaf. Lucu kan.

Kalau dari dekat seperti ini, warna-warninya dari safflower

Macam Tisane Tea yang lainnya

Perkembangan Teh yang satu ini belum umum dikenal masyarakat Indonesia, khususnya Jawa. Walaupun sebenernya, orang Jawa sendiri sudah menemukan inovasinya yaitu Teh Melati yang merupakan campuran Teh Hitam/Hijau dengan bunga melati. Namun, di eropa sana, sudah umum dikenal beragam teh yang dicampur tisane. Aku sendiri jadi suka banget explore teh karena ini. Oiya, jenis teh ini pernah sempat jadi wedding souvenir-nya Raisa & Hamish lho!



@raisa6690 and @hamishdw choice of wedding favours are this tea from @teanco.id @teanco.gifts co. Each box contain 3 different tea flavours chosen by @raisa6690 herself and wrap with box designed by @thedistilleryasia . Stay tuned as we will be sharing more exclusive footage until tonight! #BridestoryXRaisaHamish Copyright of Bridestory.com @thebridestory | Wedding Consultant: Hilda by Bridestory @by.hilda | Venue: AYANA Midplaza Jakarta @ayanajakarta #ayanajakarta | Wedding Organizer: @arteaorganizer | Pemandu Adat Akad: Ibu Lien Herlina | Photography and Videography: @davidsalimphotography @davidsalim | Decoration: @cosaprojects | Flowers: @mimsybotanical | Furniture: @trouvevintage | Tableware Rentals: @thehosttable | Lighting: @lightworks.id | Bride's Dress & Attire Akad: @verakebaya | Men's Formal Wear Akad: @verakebaya | Family's Dress & Attire: @verakebaya | Bride's Make Up Akad: @marlenehariman | Bride's Hair & Headpiece: Sanggar 27 | Bridesmaid's Dress: @petiteandthebuns | Invitation: @thedistilleryasia | Favors & Gift: @teanco.id @teanco.gifts | Design box favors & gift: @thedistilleryasia | Soundsystem: @aphsoundlab | Mahar box: @rose_arbor_seserahan @mahar_by_rosearbor | Wedding Ring: @tiffanyandco | Groom's Grooming: @barry_ritonga
A post shared by Bridestory (@thebridestory) on


Nah, ada juga yang namanya Tea Mixology, mencampur teh dengan seni mixology, pernah kubahas di sini. Plus juga ada yang namanya teknik Cold Brew, kapan-kapan ya kita bahas :)



Itu tadi cerita kenapa aku jatuh cinta dengan teh dan juga jadi kenal macam-macam teh yang ada, bahkan juga teknik-teknik pembuatannya. Kalau teman-teman, udah nyobain teh apa aja nih?

Sabtu, 01 Desember 2018

Desember 01, 2018

[EVENT REPORT] PIXY Beauty & Inspiring Talk SOLO : Cantik Dimulai dari Diri Sendiri

PIXY bersama HIPWEE Community mengadakan PIXY Beauty & Inspiring Talk di Solo dengan mengundang Widya Sesarika sebagai narsum untuk berbagi pengalaman soal Personal Branding dan Beauty, Jumat 30 November 2018. Aku dan teman-teman dari Beauty Blogger Solopun dapat kesempatan untuk mengikuti acara ini. 

Bersama Shela (stafana.com)


Kalau kita nonton tayangan kontes kecantikan semacam Miss Universe gitu, seringkali ada pertanyaan "Apa Arti Cantik Bagimu?" Hmmm... Sebuah pertanyaan klise dan terkesan simpel, namun tiap-tiap wanita harus tahu jawabannya.


Di acara PIXY Beauty & Inspiring Talk Solo bersama Hipwee kemarin, definisi cantik juga dibahas oleh PIXY & Kak Widya Sesarika . Karena jaman now, dengan adanya perkembangan teknologi dan makin open-mindednya wanita-wanita di Indonesia, kita perlu me-reshape definisi cantik. Cantik nggak melulu harus punya kulit putih.

Kak Widya Sesarika, selaku narsum di PIXY Beauty & Inspiring Talk Solo juga mengatakan bahwa cantik itu tidaklah hanya terlihat dari luar, namun juga dari kepribadian diri. Setuju banget sih aku sama kak Sesa, bagiku cantik nggak harus putih dan tampak luar aja, namun cantik itu terpancar ketika kita nyaman dengan diri kita sendiri. 


TIPS SUKSES JADI INFLUENCER. 
Selain ngobrolin soal inspirasi kecantikan, Kak Sesa juga membagikan tips sukses jadi Influencer. Menurut Kak Sesa, ketika kita ingin menjadi influencer jangan berfokus pada cari follower yang banyak, tapi fokuslah pada bikin konten yang sebaik & sebagus mungkin. Jika kita membuat konten yang bagus, maka nanti follower atau hal-hal lain akan mengikuti. Kita juga perlu selalu berpikiran positif, karena pikiran yang positif akan menarik hal-hal yang positif juga. Pun sebaliknya. 


KONSISTEN MENJALANI HAL YANG KITA SUKAI DAN INGINKAN. 
Hal yang aku kagumi dari Kak Widya Sesarika selain sebagai influencer adalah Kak Sesa juga seorang womanpreneur dengan bisnisnya STEDDY STORE. Ternyata, Kak Sesa ini memulai usahanya semenjak kuliah semester 3 dan dimulai dari jualan barang yang ambil dari supplier. Di sela-sela kesibukan kuliah, Kak Sesa menyempatkan diri untuk ambil barang, jualan dan melayani customer. Hingga sekarang Kak Sesa sudah bisa memiliki brand sendiri serta melayani pesanan dari seluruh Indonesia. Kunci dari kesuksesan Kak Sesarika baik sebagai social media influencer maupun di bisnis yang dijalani adalah KONSISTEN. Hal yang susah bagi sebagian orang termasuk aku. Hmm… sungguh Inspiring dan bikin ingat lagi kalau kita harus konsisten. 


REBRANDING PIXY 

PIXY memang brand yang udah lama ada di Indonesia, dari MANDOM JEPANG. Brand ini terkenal dengan ciri khas warna pink-hitam (kayak rambutku lol). Tapi, kalau dilihat-lihat, PIXY habis melakukan rebranding logo dan warna. Kalau dulu warna pinknya HOT gitu, sekarang lebih soft dan desainnya lebih simple. Aku suka deh sama brandingnya PIXY yang sekarang. Lebih keliatan berkelas dan cantik, packaging produknyapun nggak terlalu besar sehingga mudah di bawa ke mana-mana. 


BEAUTY CLASS 
Nah setelah ngobrol-ngobrol banyak hal yang tentunya inspiring banget, tiba saatnya aku cobain kosmetiknya PIXY, diajarin langsung sama Kak Sesarika. Suka deh sama style makeup-nya Kak Sesa yang natural dan cool. Ternyata selama ini Kak Sesa pakai produknya PIXY, terutama yang BB Cream-nya karena ringan di wajah dan warnanya masuk banget ke kulit orang Indonesia yang warm. 






Dari produk-produknya PIXY yang aku cobain, aku suka banget looser powder sama two way cake-nya. Warnanya masuk banget ke kulit aku dan nggak bikin wajahnya jadi abu-abu. Walaupun pakai BB Cream, loose powder dan two way cake, makeup nya tetep terasa ringan di wajah. Cocok banget untuk makeup sehari-hari. Nih hasil makeup pakai base-nya PIXY yang aku suka banget!



FULL FACE OF PIXY PRODUCT 
Selesai acara, Beauty Blogger Solo mendapatkan kesempatan untuk mencoba beragam produknya PIXY di rumah. Mulai dari Facial Foam hingga Lipstik, bisa kita bawa pulang untuk dicoba bikin looknya. Aku mendapatkan warna yang tidak biasa kupakai, yakni Hijau dan Pink.



Green & Pink Eyeshadow with green liner

Wahh.. suatu challenge nih untuk bikin look yang natural dan segar dengan PIXY. Akhirnya jadi gini deh… 



Dari look ini, aku suka juga sama Eyeline & shadow dari PIXY karena empuk dan gampang banget diaplikasikan. Warnanya juga cethar!

Aku suka banget green linernya PIXY

Final Look with PIXY Products

Seru banget acara HIPWEE bareng PIXY kemarin. Selain banyak banget dapat hal-hal inspiring dari PIXY dan Kak Widya Sesarika, aku juga bisa nyobain beragam produknya PIXY yang ternyata enak dipakai dan ringan di wajah. 

Hmm, untuk produknya perlu direview satu persatu nggak ya? ^_^

Kamis, 29 November 2018

November 29, 2018

Lebih Gampang Kirim Pesanan Pakai PAXEL

Hari Minggu 25 November 2018 kemarin aku menghadiri Blogger Gathering yang diadakan oleh PAXEL di Co-working Space yang biasa aku datangi, El Samara Coffeespace. Jika kemarin teman-teman follow insta-storyku, aku sudah sempat share beberapa hal mengenai PAXEL.


Sebagai digital marketer, tentu aku dekat dengan logistik karena bidang ini salah satu bidang terpenting dalam pengiriman barang. Aku biasa memilih logistik yang mudah dilacak dan cepat untuk mengirimkan barang. Soal harga, bagiku nomor dua karena yang penting barangnya sampai dengan aman ke tempat konsumen. Walaupun, ada logistik lain yang lebih murah, tapi kalau nggak mudah dilacak dan malah hilang, jadi nambah masalah. Bukannya untung, malah bikin rugi :/

Nah, PAXEL memang masih terbilang baru dalam ranah logistik, apalagi di daerah Solo. Tapi ada beberapa alasan yang membuatku melirik logistik ini sampai menggunakannya untuk mengirimkan pesanan buku Social Media Playbook yang aku jual.



1. Nggak perlu datang ke counter/agen untuk kirim barang.
Biasanya yang bikin aku males kalau mau kirim barang cuma satu biji itu adalah harus naik motor dan menuju agen logistik. Walaupun sekarang bertebaran di mana-mana, tapi sering aku "kecelik" alias sampai sana tutup. Kalau PAXEL, ga perlu repot-repot ke lokasi agen karena kita tinggal bikin pesanan pengiriman dan nanti paket kita akan diambil sama kurir walau cuma satu. Convenient, right?

2. Gampang di-Track
Posisi barang kita ada di mana, statusnya gimana, lengkap semua ada di aplikasi. Timeline-nya juga jelas sehingga bikin tenang. Selain dilacak melalui aplikasi, juga bisa dilacak lewat website.



3. Termasuk Cepat dalam Mengirimkan Barang (SAME DAY SERVICE)
Ini sudah kucoba untuk daerah SOLO. Aku kirim barang dan diambil sekitar jam setengah 2 siang gitu deh. Batas sampainya adalah jam 8 malam, tapi ternyata jam 3 udah sampai di tempat. Kayak GO-SEND, bedanya tarifnya flat nih. Terus kerennya lagi, SAME DAY SERVICE ini juga berlaku untuk luar kota yang menyediakan PAXEL juga seperti Jogja, Semarang dan Jabodetabek. Paketku yang kukirim ke Jogja bersamaan dengan Solo, sudah sampai jogja jam 09:51 paginya, belum lewat 24 jam. WHOWW.




4. Kurir/HERO-nya Ramah Banget.
Sungguh, aku suka kalau sebuah brand berhasil membuat orang-orangnya mempraktekkan nilai dalam perusahaannya itu sampai terasa ke konsumen. HAPPINESS HERO (sebutan untuk kurir PAXEL) ini ramah-ramah banget dan bener-bener helpful. Ketika aku nganter barang yang ke Solo, harusnya sampai jam 8, tapi kata HERO-nya akan diusahakan sampai sebelum jam 4, dan beneran terjadi, jam 3 udah sampai dong barangnya. MANTUL abis!

5. UI/UX Aplikasinya Bagus.
Sampai UI/UX juga dipikirin??? Iyah, aku gitu orangnya apalagi kalau soal aplikasi. Bagiku, UI/UX itu sesuatu yang krusial. Dasarnya aku orang strategic planner sih ya, jadi jalannya aplikasi itu penting, tampilan pun juga. Secara tampilan, desainnya PAXEL ini kusuka banget, karena masuk banget lah sama trend tampilan aplikasi sekarang. Clean dan nggak berat di mata. Flow dalam membuat shipment juga enak, nggak ada yang tertinggal karena dibikin step-by-step. Yang kurang cuma, di PAXEL ini belum bisa nambahin akun PAXEL lainnya. Kalau misal bisa nambahin akun PAXEL lainnya kan lebih enak, buat occuring pengiriman lebih mudah tinggal masukin kontaknya saja. Lalu pengirim & penerima langsung dapat update dan sama-sama bisa melacak deeehh ^_^.

Sudah mencoba kirim PAXEL untuk pesanan Social Media Playbookku dan tidak ada kendala sama sekali. Bahkan, aku bisa memberikan FREE ONGKIR lho kalau mengirimkan pakai PAXEL. Caranya mudah. Kalian tinggal download aplikasi PAXEL, lalu masukkan bellazadithya sebagai kode referalnya. Nanti kalian bisa dapet PAXEL CREDIT sebesar Rp 100.000 dan bisa pesan Social Media Playbook dengan GRATIS ONGKIR dari PAXEL.

Kesimpulan

Aku cukup salut sama konsepnya yang benar-benar memanfaatkan Teknologi Digital untuk melakukan pengiriman barang. Aku seneng nih sama jenis bisnis yang mau memanfaatkan digital dan nggak ragu untuk Make the First Move, secara aku anaknya digital banget. Dan setelah aku coba, ternyata asik juga kirim barang pakai PAXEL, aku nggak perlu pergi ke agen dan barang ter-tracking dengan baik. Sayangnya, baru tercover area Solo Kota aja, sedangkan aku ada di Sukoharjo. Jadi kalau mau kirim paket, aku harus ke Solo deh :D

PAXEL tidak mengandalkan tempat fisik untuk menerima barang kiriman dari konsumen. Paxel juga mengembangkan metode Locker untuk melakukan pengiriman barang sehingga nggak butuh ruangan besar dan hemat tempat untuk logistik. Selain itu, PAXEL ini kental banget dengan tone KEBAIKAN. PAXEL percaya kalau berbuat baik itu nggak harus menunggu bisnisnya besar dulu atau sukses dulu. PAXEL bekerja sama lho sama Rumah Harapan Indonesia dalam hal #AntarkanKebaikan. Jadi kalau teman-teman ingin mendonasikan buku atau barang apapun yang bermanfaat untuk anak-anak di Rumah Harapan Indonesia, teman-teman bisa menitipkannya secara GRATIS lewat PAXEL.

Mau coba kirim lewat PAXEL?


About

authorHi There! Thanks for visiting my blog. You can call me bella.
Learn More →



Newsletter